Lini Pertahanan yang Akan Mengantarkan Arema Menjadi Juara ISC 2016

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Lini Pertahanan yang Akan Mengantarkan Arema Menjadi Juara ISC 2016

Arema Cronus akan menjadi juara dalam ajang ISC A 2016 ini. Meski terkesan berbau ramalan dan belum pasti akan jadi kenyataan pada akhir musim nanti, namun, melihat apa yang sudah ditunjukkan oleh klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan ini sampai pekan ke-11 Indonesia Soccer Championship A 2016, bukan tidak mungkin pada Desember 2016 nanti Arema yang akan mengangkat trofi ISC.

Sampai pekan ke-11, Arema masih berada di peringkat pertama klasemen ISC A 2016. Catatan mereka pun cukup luar biasa, yakni mencatatkan 26 poin, dengan total memasukkan 17 gol dan hanya kemasukan tiga gol. Namun, untuk sekarang posisi mereka masih belumlah aman, karena ada tim-tim yang siap mengancam seperti Sriwijaya FC, Madura United, ataupun Persipura Jayapura.

Meski pada awal musim manajemen pernah mengatakan bahwa Singo Edan tidak mematok target menjadi juara ISC A 2016, namun, tidak ada salahnya apabila, jelang pertengahan musim ISC, mereka menaikkan target mereka untuk menjadi juara pada akhir musim nanti. Lagi pula, ada beberapa faktor yang mendukung Arema menjadi juara dalam ajang ISC ini, dan salah satunya adalah pertahanan Arema yang begitu kuat dan sulit ditembus.

Sir Alex Ferguson, manajer legendaris yang berhasil membentuk sebuah dinasti bersama Manchester United, pernah mengatakan bahwa “attack wins you a game, defence wins you a title”. Sebuah tim yang memiliki penyerangan yang baik mungkin akan memenangkan sebuah pertandingan, sedangkan sebuah tim yang memiliki pertahanan yang baik akan meraih gelar juara pada akhir musim nanti.

Apa yang diucapkan Fergie sudah terbukti dalam beberapa peristiwa. Contohnya saat ia membawa Manchester United juara dengan pertahanan yang kuat, ataupun ketika Leicester City menjuarai Liga Primer Inggris musim 2015/2016 dan Atletico Madrid menjuarai La Liga 2013/2014. Ketika itu, pertahanan kuat adalah trademark dari tim-tim tersebut.

Buah dari sebuah pertahanan yang kuat yang berujung kepada gelar juara yang didapat pada akhir musim. Meski memang terkadang harus mengorbankan permainan yang indah, tapi di akhir musim mereka berhasil mengangkat trofi Liga tinggi-tinggi ke angkasa.

Tampaknya hal ini dipahami betul oleh seorang Milomir Seslija. Sejak kedatangannya menangani Arema, ia mulai membenahi fokus lini pertahanan. Saat itulah ia mulai memaksimalkan peran dari Goran Gancev dan Hamka Hamzah. Dua defender ini berhasil menggalang pertahanan Arema yang kuat, karena keduanya memiliki peran dan juga kemampuan yang berbeda.

Gancev memiliki kemampuan yang baik dalam membaca arah serangan lawan. Intersep-intersep yang ia lakukan di daerah pertahanan Arema membuat lini pertahanan Arema aman dari serangan lawan, baik itu lewat umpan-umpan terobosan maupun crossing. Kemampuan Gancev ini dipadukan dengan kemampuan Hamka Hamzah sebagai penyapu, dan juga memiliki tekel yang baik. Ia juga kerap mengawal pergerakan penyerang lawan dengan ketat, membuat lawan sulit untuk lepas.

Selain paduan dari kemampuan keduanya, yang membuat keduanya mampu saling menutupi satu sama lain adalah kecocokan antara keduanya. Pernah bermain bersama ketika sama-sama masih berseragam Pusamania Borneo FC membuat chemistry antara keduanya sudah terjalin dengan baik. Chemistry itulah yang menjadi kunci dari kuatnya lini pertahanan Arema sejauh ini.

Gemilangnya performa Gancev dan Hamka ini juga disokong oleh bantuan-bantuan dari lini tengah yang menambah kuatnya lini pertahanan Singo Edan. Nama-nama seperti Juan Revi, Raphael Maitimo, Hendro Siswanto, dan juga Ferry Aman Saragih yang rajin melapis back-four Arema membuat lini pertahanan Singo Edan tampak seperti berlapis-lapis.

Hasil dari pertahanan berlapis Arema ini adalah, sampai pekan ke-11 ini, Arema baru kebobolan tiga gol saja. Clean sheets yang sudah dicatat pertahanan pun cukup banyak, yaitu sembilan laga yang berakhir tanpa kebobolan bagi Arema Cronus.

Jika melihat faktor pertahanan Arema yang kuat di atas, maka dapat dipastikan bahwa Arema adalah kandidat kuat juara ISC A 2016, atau sangat memungkinkan untuk menjadi juara ISC A 2016. Meski TSC masih menyisakan sekitar ¾ putaran lagi, namun, jika Arema dapat terus membuat lini pertahannya tetap kuat, maka, mereka akan kembali menjadi juara, seperti halnya pada Indonesian Super League musim 2009/2010.

Komentar