4 Hal Menarik dari Kemenangan Man United Atas Arsenal

Analisis

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

4 Hal Menarik dari Kemenangan Man United Atas Arsenal

Salah satu hal menarik dalam pertandingan Manchester United menghadapi Arsenal semalam adalah kemenangan MU itu sendiri. Hal ini menjadi menarik setelah Manajer MU, Louis van Gaal, dipusingkan dengan cederanya sejumlah pemain. Stok pemain mahal di lini serang pun tak tampak.

Namun selain kemenangan, ada hal lain yang juga menarik disimak dari pertandingan kali ini. Berikut empat hal menarik dari pertandingan yang dihelat di Stadion Old Trafford, Minggu (28/2) malam WIB tersebut.

Rashford, Asa Baru di Lini Serang MU

Keterbatasan pemain yang segar bugar membuat Van Gaal kembali menurunkan Marcus Rashford di lini serang. Pergerakannya ditopang Juan Mata, serta Memphis Depay dan Jesse Lingard di kedua sisi pada susunan pemain sejak menit pertama.

Penggemar MU di seluruh dunia tentu menginginkan Rashford kembali menorehkan cerita Cinderella, seperti yang ia tujukan di ajang Europa League. Kala itu, Rashford mencetak dua gol yang berperan atas kemenangan 5-1 MU atas FC Midtjylland.

Seperti ingin menyenangkan semua orang, Rashford melakukan hal serupa. Ia mencetak gol pada menit ke-29 dan menit ke-32. Dua gol tersebut membawa MU bermain lebih tenang dan membuat Arsenal bermain tergesa-gesa. Namun, di balik dua gol tersebut, Rashford sejatinya menjadi harapan baru buat Van Gaal dalam skema permainannya.

Kita tahu kalau MU dianggap kurang kreatif saat menyerang. Bola hanya berputar-putar dari tengah, ke depan, ke tengah, balik lagi ke kiper. Permainan MU pun dianggap membosankan karena jarang memberikan ancaman buat lawan, meskipun unggul penguasaan bola (contohnya kala melawan Watford).

Dalam situasi seperti itu, para pemain MU yang kehilangan kreativitas pun seringkali mengirimkan umpan silang. Sayangnya, jauh lebih banyak umpan silang yang terbuang ketimbang yang menjadi peluang.  Penampilan Rashford semalam memberi garansi buat umpan-umpan silang MU. Pasalnya, kedua gol Rashford berasal dari skema seperti ini.

Pada gol pertama, misalnya, Varela mengirim umpan yang gagal dimaksimalkan Juan Mata, dan gagal diantisipasi Gabriel. Bola pun meluncur menuju Rashford yang menendangnya keras-keras. Sementara itu, proses gol kedua jauh lebih menunjukkan kalau skema umpan silang bisa berhasil. Pada menit ke-32, Lingard mengirim umpan lambung yang berhasil disundul oleh Rashford.

Di sisi lain, Rashford pun bisa berperan layaknya seorang Wayne Rooney yang punya visi bermain luas. Gol ketiga MU menjadi bukti bagaimana Rashford mampu melihat Ander Herrera yang berdiri di depan kotak penalti dan tak terjaga, untuk melepaskan tembakan keras yang dibelokkan Koscielny ke gawang sendiri. Bukan tidak mungkin kalau Rashford nantinya akan dimainkan secara rutin oleh Van Gaal terutama saat penyerang MU absen.

Jarak Antar Lini

Walau menang, MU seperti masih tak bisa memperbaiki jarak antar lini, utamanya lini belakang dengan lini tengah. Saat Arsenal menyerang, apalagi serangan balik, gelandang-gelandang MU kerap tertinggal dalam membantu pertahanan.

Hal ini yang terlihat dari dua gol Arsenal yang dicetak Danny Welbeck pada menit ke-40, serta gol Mesut Oezil pada menit ke-69. Gol yang dicetak Welbeck mestinya bisa diantisipasi dengan baik oleh bek MU. Namun, kurangnya koordinasi membuat Welbeck begitu mudah menyundul bola mesti dikerubungi bek MU.

Sementara itu, pada gol kedua, David De Gea sejatinya sudah bersusah payah menahan tembakan Welbeck yang hanya berjarak beberapa meter di depannya. Sialnya, bola halauan De Gea berhasil dikejar Oezil yang memantulkannya menuju tiang jauh. Gol Oezil memang istimewa, tapi yang menarik perhatian justru absennya gelandang MU di depan gawang. Hanya ada Michael Carrick, yang malam itu menjadi bek, dan Varela yang berjaga. Sementara itu, Ander Herrera ataupun Morgan Schneiderlin keadaannya masih ghoib.

Setelah mencetak gol ketiga, pertahanan MU justru kendor. Beberapa kali Olivier Giroud dan Welbeck berkelana di depan bek MU tanpa terjaga. Beruntung De Gea tampil prima sehingga Arsenal tak mampu mencetak gol penyama.

Arsenal Unggul Statistik

Arsenal tidak bermain buruk. Duet gelandang Aaron Ramsey dan Francis Coquelin, berulangkali menahan pergerakan para pemain MU, utamanya di awal-awal pertandingan. Sepanjang 69 menit berlaga, Coquelin melakukan empat tekel, tiga potongan, dan sekali sapuan.

Secara statistik, Arsenal unggul penguasaan bola hingga 58%. Mereka pun mencatatkan umpan sukses sampai 85%. Di lini serang, Arsenal melakukan 13 attemps. Angka ini hampir dua kali lipat dari yang dilakukan MU dengan tujuh attemps. Namun, dari sejumlah attemps tersebut, lima di antaranya tidak tepat sasaran dan tiga lainnya berhasil diblok lawan.

Satu hal yang mencolok dari Arsenal adalah jumlah kehilangan bola. Sepanjang pertandingan, mereka kehilangan 34 kali berbanding 28 kali yang dilakukan MU. Hal ini terbilang wajar karena para pemain The Red Devils pun melakukan 35 kali tekel.

Louis van Gaal

Louis van Gaal memang menarik. Ia tidak berdiri di pinggir touchline. Ia cuma mencatat dan bergosip ria dengan Ryan Giggs. Namun, di pertandingan semalam, Anda mungkin tak pernah menyangka kalau Van Gaal akan berperilaku seperti ini.


">February 28, 2016

">February 28, 2016

foto: telegraph.co.uk

Komentar