Klopp Jangkiti Liverpool dengan Virus Kepercayaan Diri

Analisis

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Klopp Jangkiti Liverpool dengan Virus Kepercayaan Diri

Tidak ada yang paling menyenangkan dari seorang pesepakbola selain bermain reguler dan dipercaya oleh pelatih. Hal ini juga yang dirasakan Nathaniel Clyne. Pemain bekas akademi Crystal Palace tersebut mengaku rasa percaya dirinya kian meninggi setelah Juergen Klopp hadir di Liverpool.

Saat ini, Clyne selalu bermain dari 14 pertandingan yang dilakoni Liverpool. Ia memperlihatkan kelayakannya menjadi pilihan pertama bagi kesebelasan yang ia bela pada musim ini setelah pindah dari Southampton senilai 12,5 juta pounds. Penunjukkan Klopp yang menggantikan Brendan Rodgers pada awal Oktober pun kian meningkatkan rasa percaya dirinya.

“Saat Anda bermain untuk kesebelasan baru, Anda mungkin akan bermain aman dan tidak mengambil begitu banyak risiko. Namun, sekarang aku mengambil lebih banyak risiko di beberapa pertandingan. Aku bisa bermain lepas dan menunjukkan diriku. Dan karena dia [Klopp] memiliki kepercayaan diri. Jika Anda kehilangan bola, Anda tak perlu khawatir. Anda hanya perlu melakukannya lagi dan lagi,” ucap Clyne dikutip dari The Guardian.

Menurut Clyne, Klopp mencoba untuk membuatnya lebih percaya diri terhadap kemampuannya sendiri. Ia tidak menahan Clyne yang seorang bek kanan, untuk terus menerus bertahan. “Klopp bicara seperti ini: ‘Jangan ditahan, kamu pemain yang bagus, majulah,” kata Clyne.

Apa yang dikatakan Klopp tersebut mampu meningkatkan rasa percaya diri Clyne yang membuatnya mampu meningkatkan kemampuannya. Selain itu, strategi yang dipilih Klopp dengan melakukan pressing, mudah dipahami oleh Clyne. Salah satu yang paling berkesan adalah saat mereka menghajar Manchester City 4-1 di Stadion Etihad.

Ketimbang pemain lain, Clyne bisa mendengar jelas segala instruksi yang diteriakkan Klopp dari pinggir lapangan. Pasalnya, selama satu babak, ia pasti berada di sisi di mana Klopp berdiri. “Dia selalu meneriakkan tentang taktik dan selalu mendorong pemain untuk berlari lebih cepat dan menempatkan lebih banyak kerja keras di pertandingan,” tutur Clyne.

Meningkatnya Kepercayaan Diri

Dini hari nanti, Clyne akan kembali ke Stadion St. Mary, kandang Southampton, di mana ia berkarier sejak 2013 hingga 2015. Sebagai alumnus Southampton, Clyne tidak sendirian. Ada Adam Lallana dan Dejan Lovren yang berasal dari Southampton dan kini masih bertahan di Liverpool.

“Para penggemar [Southampton] selalu baik padaku, jadi aku berharap mendapat sambutan yang bagus pula. Aku tidak yakin akan menjadi hal yang bagus melihat para penggear. Mereka menyiuli Adam Lallana dan Dejan Lovren (pada pertemuan sebelumnya). Aku harap aku mendapatkan sambutan yang bagus,” harap pemain kelahiran 5 April 1991 ini.

Menghadapi Southampton di partai perempatfinal Piala Liga, Liverpool tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi. Pekan lalu, mereka baru meraih kemenangan pertama di Stadion Anfield di bawah asuhan Juergen Klopp, saat mengandaskan Swansea City 1-0 lewat gol penalti James Milner. Hasil tersebut mengatrol Liverpool ke peringkat keenam klasemen sementara dengan 23 poin. Liverpool terpaut enam poin dari pemuncak klasemen sementara, Manchester City.

Baca juga: Penalti-Penalti James Milner

Menilai Tiga Pemain Eks-Southampton di Liverpool.


“Kami hanya harus terus menampilkan permainan yang kami lakukan dari beberapa pertandingan terakhir, terus menang, dan lihat di mana kami akan berakhir. Kami harus tetap fokus di pertandingan berusaha dan bersaing di liga. Jika Anda bisa mengalahkan pemuncak klasemen, itu memberikan kami rasa percaya diri,” kata Clyne.

Hal serupa juga dituturkan Simon Mignolet. Menurut kiper berkebangsaan Belgia tersebut ada hal yang tidak dilakukan pelatih lain, tetapi dilakukan Klopp, dan itu yang kian membuat pemain bersemangat. "Dia memeluk semua pemain dan itu memberi Anda perasaan yang baik karena Anda tahu dia ada di belakang dan mendukung Anda. Itu yang dibutuhkan seorang pemain. Rasa percaya diri dari manajer dan semua staf pelatih. Tahu mereka ada di belakang Anda dan bekerja di jalur yang sama dengan Anda," ucap Mignolet dikutip dari Metro.

Sementara itu, Liverpool kemungkinan bermain serius di ajang Piala Liga. Pasalnya, di ajang tersebut kemungkinan Liverpool untuk meraih gelar masih terbuka amat lebar. “Aku pikir ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk memenangkan trofi. Menang melawan Southampton maka kami akan berada di semifinal dan satu langkah lagi menuju final,” kata pemain setinggi 175 sentimeter ini.

Pertandingan diprediksi akan berjalan ketat. Bukan hanya permainan Southampton yang kerap mengejutkan, tetapi juga ambisi untuk meraih trofi. Meskipun demikian, terdapat pergesekan di dalam tubuh Southampton di mana sang manajer, Ronald Koeman, memperingatkan dewan klub untuk lebih aktif dalam bursa transfer mendatang atau klub akan berhenti berkembang.

Koeman menyatakan mereka harus mengubah kebijakan transfer dengan melakukan belanja besar-besaran untuk mengganti sejumlah pemain yang pergi. Itu pun kalau mereka ingin secara reguler mendapatkan trofi.

Apa yang dikatakan Koeman wajar jika melihat kebijakan transfer Southampton sejak dua musim silam. Sejumlah pemain inti seperti Luke Shaw, Rickie Lambert, Adam Lallana, Dejan Lovren, Calum Chambers, Nathaniel Clyne, dan Morgan Schneiderlin tak lagi berkostum The Saints. Tentu sulit buat Koeman untuk stabil setiap musimnya dengan para pemain inti yang terus dijual ke kesebelasan lain.

Mungkinkah Liverpool bisa memanfaatkan kondisi psikologis Southampton yang tengah goyah?

foto: telegraph.co.uk

Komentar