Moncer di Liga 1, Mengapa Lilipaly Tidak Dipanggil Shin Tae-yong?

Timnas Indonesia

by Arienal A Prasetyo

Arienal A Prasetyo

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Moncer di Liga 1, Mengapa Lilipaly Tidak Dipanggil Shin Tae-yong?

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia Shin Tae-yong memanggil 26 pemain untuk menghadapi Brunei Darussalam dalam putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dari 25 nama itu, tidak ada nama Stefano Lilipaly. Hal ini pun menimbulkan reaksi.

Presiden Borneo FC Nabil Husain Said Amin dalam akun X (Twitter) pribadinya mencuit Shin kurang bisa menilai pemain.

https://x.com/nabilhusein17/status/1709201835758845969?s=20

Kegusaran Nabil sebenarnya cukup beralasan mengingat Lilipaly tampil baik bersama Pesut Etam. Dalam 15 kali penampilan, Lilipaly berhasil mencetak 6 gol sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak Borneo FC, serta mencetak 8 asis yang membuatnya menjadi pencetak asis terbanyak di Liga 1 2023/2024 hingga pekan ke-15.

Catatan ini membuat Lilipaly menjadi pemain Indonesia yang paling banyak mencetak asis dan gol musim ini.

Tidak Masuk Skema STY?

Saat Jordi Amat dan Yance Sayuri dicoret dari skuad akibat cedera, Shin memanggil tiga pengganti yang dua di antaranya sama-sama berposisi sebagai pemain belakang, yakni Fachruddin Aryanto dan M Dzaky Asraf. Satu pemain lain adalah pemain yang berposisi sebagai striker, yakni Hokky Caraka. Lilipaly tidak menjadi pilihan.

Sejak Shin menangani timnas, Lilipaly hanya dipanggil saat Kualifikasi Piala Asia 2023 serta FIFA Matchday melawan Burundi, Palestina, Argentina, dan Turkmenistan. Dalam enam kali penampilan di bawah asuhan Shin, Lilipaly mencetak dua asis.

Oleh Shin, pemain berusia 33 tahun tersebut biasanya dipasang sebagai sayap kiri dalam formasi 3-4-3. Sementara di Borneo FC, Pieter Huistra biasa memasang Lilipaly di posisi yang sama atau sebagai second striker.

Di FIFA Matchday Oktober ini, di posisi sayap, Shin membawa beberapa pemain, di antaranya Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Saddil Ramdani. Menilik statistik gol dan asis, Lilipaly tetap lebih unggul dari Witan dan Egy sebagai dua pemain yang sama-sama bermain di Liga 1.

Witan, Egy, dan Saddil kerap dipanggil Shin untuk mengisi posisi sayap atau penyerang. Kembali merujuk statistik, Witan sudah mengoleksi 30 kali penampilan bersama timnas di era Shin. Ia mencetak 8 gol dan 7 asis.

Witan memang salah satu pemain yang menjadi pilihan Shin sejak pelatih asal Korea Selatan itu. Dalam 14 kali penampilan bersama Persija Jakarta, Witan mencetak 4 asis dan belum mencetak gol. Oleh Shin, Witan biasa dipasang di posisi sayap kiri. Kemampuan membuka dan mengeksploitasi ruang dan kemampuan mencetak gol menjadi alasan mengapa mantan pemain AS Trencin itu selalu mendapat panggilan timnas meski penampilannya beberapa kali mendapat kritikan.

Witan sudah mengoleksi 30 kali penampilan bersama timnas di era Shin, dengan torehan 8 gol dan 7 asis. Di sisi lain, kegemaran Shin yang berani mempromosikan pemain muda serta Witan yang pernah bermain di Eropa menjadi alasan yang tak bisa dikesampingkan begitu saja.

Egy, sebagai pemain muda dan pernah mencicipi atmosfer liga teratas Slovakia sejauh ini sudah mencetak tiga gol dan empat asis dalam 13 penampilan bersama Dewa United. Di timnas, pemain berusia 23 tahun tersebut mencatatkan 17 kali penampilan dan mencetak 6 gol serta 1 asis. Ia biasa ditempatkan di sayap kanan. Di pertandingan terakhir melawan Turkmenistan, Egy mencetak satu gol dengan proses yang selama ini menjadi ciri khasnya, yakni menggiring bola ke arah dalam sebelum menemukan ruang dan momen untuk menembak.

Pemain sayap terakhir adalah Saddil Ramdani. Bersama Sabah FC, Saddil tampil cukup gemilang. Ia mencetak 6 gol dan 13 asis dalam 18 kali penampilan di semua kompetisi. Bahkan di pertandingan AFC Cup pekan kedua, Kamis (5/10/2023), ia mencetak dua asis untuk kemenangan Sabah atas PSM Makassar dengan skor 5-0. Dengan performa itu, tidak mengherankan ia tetap dipanggil Shin untuk menghadapi Brunei Darussalam. Di era Shin, Saddil baru mencatatkan 14 penampilan dengan torehan satu gol dan dua asis.

Di Liga 1 catatan Lilipaly juga lebih baik dari striker yang dipanggil oleh Shin, yakni Dendy Sulistyawan, Dimas Drajad, Hokky Caraka, dan Ramadhan Sananta.

Statistik Penyerang di Liga 1 Musim 2023/2024 yang Pernah Dipanggil Shin Tae-yong

Pemain

Penampilan

Gol

Asis

Menit Bermain

Lilipaly

15

6

8

1321

Witan

13

0

4

718

Egy

13

3

4

1065

Sananta

11

5

0

709

Dimas Drajad

9

0

2

584

Dendy

14

0

2

1116

Spasojevic

13

4

1

860

Irfan Jaya

6

0

0

207

Ezra Walian

12

2

1

540

Dedik

13

2

1

786

Hokky

13

2

1

715

Dendy Sulistyawan baru mencetak 1 asis dalam 13 penampilan untuk Bhayangkara, sedangkan Dimas Drajad baru mencetak 2 asis dalam 9 penampilan untuk Persikabo 1973. Ramadhan Sananta menjadi striker tersubur. Ia telah mencetak lima gol dalam 10 penampilan bersama Persis Solo. Hokky Caraka, sebagai pemain yang dipanggil belakangan, mencatatkan dua gol dan satu asis dalam 13 kali penampilan.

Persoalan taktik tentu menjadi alasan kuat siapa saja yang dipanggil oleh Shin. Meski tidak dipanggil untuk melawan Brunei, Lilipaly sebenarnya termasuk ke dalam pemain yang masuk ke dalam skema Shin, terbukti dengan jumlah caps dan raihannya di timnas.

Sejak menangani timnas, Shin kerap menggunakan beberapa formasi, mulai dari 3-4-3, 4-3-3, dan 4-4-2. Di setiap formasi, Shin menurunkan pemain-pemain yang berbeda, dan memang tak bisa ditampik bahwa Shin kerap memainkan pemain-pemain muda.

Statistik Beberapa Pemain Sayap Timnas di Era Shin Tae-yong

Pemain

Usia

Penampilan

Gol

Asis

Menit Bermain

Lilipaly

33

6

0

2

294

Witan

21

30

8

7

1870

Egy

23

17

6

1

969

Saddil

24

14

1

2

809

Menganggap Lilipaly sudah cukup senior pun menjadi alasan yang tidak kuat mengingat performa Lilipaly di Liga 1 masih sangat baik meski umurnya menginjak 33 tahun. Di sisi lain, Shin toh kembali memanggil Fachruddin yang sudah berusia 34 tahun untuk menggantikan Jordi Amat yang menderita cedera.

Yang pasti, jadwal timnas akan cukup padat. Pada November mendatang, jika lolos ke putaran kedua, Indonesia akan menghadapi dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia putaran kedua, sebelum menghadapi turnamen yang sesungguhnya, yakni Piala Asia pada Januari mendatang. Jika penampilan Lilipaly tetap konsisten, tidak menutup kemungkinan ia akan dipanggil dalam dua ajang tersebut.

Komentar