Pekan Kedelapan Liga 1 : Ujian Berat Sapi Kerab Hingga Persib yang Kedatangan Tamu Berbahaya

Nasional

by redaksi

Pekan Kedelapan Liga 1 : Ujian Berat Sapi Kerab Hingga Persib yang Kedatangan Tamu Berbahaya

Liga 1 memasuki pekan kedelapan. Mayoritas tim telah menemukan pola dan skema permainan paling cocok dengan timnya masing-masing. Namun masih ada sebagian tim yang mengalami masalah keseimbangan tim baik di dalam maupun di luar lapangan. Setelah melakoni pekan ketujuh di tengah pekan, seluruh tim ditantang untuk mempercepat pemulihan agar siap berlaga di pekan kedelapan. Berikut pratinjau sembilan laga yang akan terhelat :

Bali United vs PSM Makassar

Sang juara bertahan bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta setelah mengalahkan Persita Tangerang pada pekan sebelumnya. Laga tandang ini tentu tidak akan berjalan mudah mengingat sang tuan rumah tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir. Meski demikian, tim besutan Bruno Tavares tersebut sangat berpotensi mencuri poin penuh dari Gianyar. Sebab hingga pekan ketujuh, PSM Makassar tercatat sebagai tim dengan raihan poin tertinggi pada laga tandang (dua menang, dua imbang, belum kalah).

Bali United juga diperkirakan tampil penuh percaya diri. Tercatat sejak tahun 2017, mereka tidak terkalahkan dari PSM Makassar selama bermain di kandang. Kekalahan terakhir dirasakan oleh Serdadu Tridatu ketika Juku Eja bertandang dalam ajang Indonesia Soccer Championship tahun 2016).

Berdasarkan catatan tersebut, kedua tim punya peluang yang hampir setara untuk memenangkan pertandingan ini. Bali United sedikit lebih diunggulkan karena bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Terlebih saat ini Liga 1 menerapkan aturan larangan suporter tandang.

Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang

Meski takluk pada pekan pertama, Persita berhasil bangkit dengan tiga kemenangan beruntun. Bahkan, tim besutan Luis Duran tersebut menang atas salah satu tim terkuat, Persija Jakarta. Meski demikian, hasil positif tersebut justru tidak bertahan lama. Pasca kemenangan penting atas Macan Kemayoran, Persita hanya meraih satu poin dari tiga laga terakhir. Hal ini menunjukan bahwa Pendekar Cisadane masih belum konsisten.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya masih bertengger di peringkat ke-15 dengan raihan delapan poin. Setelah lima laga tanpa kemenangan, Bajul Ijo akhirnya meraup tiga poin pada pekan sebelumnya dari Bhayangkara FC. Meski sang pelatih dalam status “diistirahatkan”, Persebaya baru saja merekrut analis taktikal. Keputusan ini diperkirakan mampu meningkatkan performa mereka di lapangan.

Persik Kediri vs Persis Solo

Bertengger di papan tengah, Persis dan Persik wajib memenangkan laga ini untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen. Kedua tim tidak terkalahkan dalam dua pertandingan terakhir. Bahkan, kedua tim sama-sama baru menceploskan 12 gol dalam tujuh pertandingan. Hal ini menunjukan bahwa kedua tim memiliki potensi kemenangan yang cukup setara.

PSS Sleman vs Bhayangkara Presisi

Mendekam di papan bawah klasemen, Bhayangkara FC harus mencuri poin dari PSS Sleman. Masalah utama mereka adalah pertahanan. Dari tujuh laga yang dimainkan, gawang Bhayangkara telah robek sebanyak 14 kali. Jumlah ini adalah kedua terbanyak dari semua tim. Padahal, dari sisi produktivitas gol, Bhayangkara telah mencetak enam gol. Sama seperti Persita Tangerang. Tapi karena Persita lebih jarang kebobolan, mereka berdiri di peringkat yang lebih baik.

Meski bertanding di depan pendukung sendiri, PSS masih kesulitan menang pada laga kandang. Dari tiga laga kandang, tidak ada satu laga pun yang berakhir dengan kemenangan. Di sisi lain seharusnya para pemain Elang Jawa lebih termotivasi untuk mempersembahkan tiga poin pertamanya untuk Slemania.

Persib Bandung vs PS Barito Putera

Pasca ditinggal Luis Milla, Persib Bandung dipaksa harus beradaptasi cepat dengan pelatih baru. Hasil positif terjadi pekan kelima ketika mereka berhasil meraih kemenangan pertamanya. Sayangnya, mereka sedang mengalami penurunan performa sebab pasca kemenangan tersebut, mereka hanya meraih satu poin dari dua laga. Lini pertahanan adalah masalah terbesar Persib. Dari tujuh laga mereka kebobolan 13 gol yang artinya secara rata-rata mereka hampir selalu kebobolan dua gol setiap pertandingan.

Sementara Barito Putera sedang dalam kondisi yang sangat percaya diri. Berhasil menang atas Dewa United merupakan kemenangan penting yang meningkatkan mental. Mereka juga tercatat sebagai tim dengan selisih gol terbaik (7 gol). Dari tujuh laga, mereka mencetak 14 gol dan hanya kebobolan 7 gol. Hal ini menunjukan bahwa Barito mulai menemukan keseimbangan. Terlihat dari susunan sebelas pertama pun Barito tidak banyak berubah setiap pertandingan. Hanya komposisi lini tengah yang paling sering diubah.

Madura United vs Persija Jakarta

Laga antara Sapi Kerab melawan Macan Kemayoran diperkirakan akan menjadi pertandingan paling menarik di pekan kedelapan Liga 1 musim 2023/2024. Madura United yang bertengger di puncak klasemen kedatangan tamu yang tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir. Dua tim ini memiliki kualitas pemain yang hampir setara di segala lini. Dan yang paling penting, hasil dari laga ini akan menentukan pergeseran puncak klasemen.

Persija Jakarta berstatus sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit (5 gol). Sementara Madura menjadi tim terbaik kedua soal produktivitas gol (13 gol). Oleh karena itu, pada laga ini akan menjadi ujian berat bagi lini serang Madura United sekaligus ujian berat bagi pertahanan Persija. Kemungkinan besar dari sisi pelatih akan ada banyak adu dan adaptasi taktik untuk menutup celah tim dan mengantisipasi kekuatan lawan.

Borneo FC vs Persikabo 1973

Performa Borneo memang selalu mendominasi di lapangan. Namun, mereka sangat kesulitan meraih poin penuh dalam lima laga terakhir. Terbukti dari periode tersebut, Borneo hanya meraih hasil satu kemenangan, satu kalah, dan tiga kali imbang. Salah satu masalah terbesarnya adalah efektivitas. Meski mendominasi penguasaan bola dan mencetak banyak peluang, Pesut Etam masih kesulitan untuk mengkonversinya menjadi gol. Tidak heran mereka baru mencetak sembilan gol dari tujuh laga.

Dewa United vs PSIS Semarang

Masalah terbesar Dewa United adalah konsistensi. Terlihat dari lima laga terakhir, tidak ada satu pun yang berhasil dipertahankan setidaknya dalam dua pekan. Tim besutan Jan Olde Riekerink tersebut memang memenangkan dua laga awal. Tapi setelah itu, kemenangan cukup sulit diraih. Pekan lalu, mereka terpaksa pulang dari kandang Barito Putera tanpa satu poin pun.

Sementara PSIS Semarang datang dengan rasa percaya diri setelah mengalahkan Arema FC dua gol tanpa balas. Masalahnya, laga tandang masih menjadi masalah yang belum teratasi. Tanpa kemenangan tandang membuat PSIS hanya bertengger di peringkat ketujuh dengan raihan 11 poin. Pertandingan ini menjadi ujian bagi PSIS untuk meriah tiga poin pertamanya dari rumah lawan.

Arema FC vs RANS Nusantara

Tujuh pekan Liga 1 berjalan, Arema FC belum pernah merasakan kemenangan. Alhasil Singo Edan mendekam di dasar klasemen dengan dua poin hasil dari dua hasil imbang. Keterpurukan ini diperparah ketika sang pelatih, Joko Susilo, dicopot dari kursi pelatih. Kuncoro sebagai caretaker akan memimpin Arema ketika menjamu RANS Nusantara.

Di kubu tamu, RANS Nusantara sedang mengalami tren positif dalam lima pekan terakhir. Setelah kalah dari Persita Tangerang, RANS meraih tiga hasil imbang dari Persebaya, PSS, dan Borneo. Setelah itu, pekan lalu RANS meraup poin penuh dari sang pemuncak klasemen, Madura United. Kemenangan ini seharusnya mampu menjadi motivasi tambahan untuk menghadapi Arema yang belum pernah menang.

Komentar