Madura United yang Kental dengan Sentuhan Sepakbola Brasil

Analisis

by Bayu Aji Sidiq Pramono

Bayu Aji Sidiq Pramono

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Madura United yang Kental dengan Sentuhan Sepakbola Brasil

Madura United mengakhiri Liga 1 musim 2022/2023 di peringkat kedelapan. Hasil ini sedikit lebih baik dari musim sebelumnya yang hanya finis di peringkat kesembilan. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut mengumpulkan 51 poin (sama seperti Bhayangkara FC yang duduk satu peringkat di atasnya) dengan torehan 39 gol dan kemasukan 36 gol.

Jika menyelam lebih dalam dari hasil musim lalu, salah satu masalah terbesar Madura United adalah produktivitas gol. Pada musim tersebut mereka hanya mencetak 39 gol. Torehan ini adalah produktivitas terendah jika dibandingkan dengan semua tim yang masuk 10 besar. Bahkan, jumlah gol tersebut lebih rendah dari jumlah gol Rans Nusantara FC yang menjadi juru kunci.

Maka tidak heran jika Madura United mengambil langkah strategis yang dimulai dengan menggaet Mauricio Souza sebagai pelatih baru. Pelatih asal Brasil tersebut berpengalaman dalam melatih pemain muda selama di Brazil. Pihak klub menganggap bahwa mantan pelatih Flamengo U-20 dan Botafogo U-20 cocok dengan Madura United yang rencananya akan menerbitkan banyak pemain muda.

Kedatangan pelatih baru bersamaan dengan kepergian pemain. Termasuk Hasim Kipuw, Esteban Vizcarra, Reva Adi Utama, Kadek Raditya, Taufik Hidayat, dan belasan pemain lainnya. Meski demikian, Madura United telah mendatangkan pemain baru untuk mengisi kekosongan tersebut. Mereka adalah Satria Tama (Persebaya), Koko Ari Araya (Persebaya), Jacob Mahler (Young Lions), Rendika Rama (Arema FC), dan Francisco Rivera (FK Llapi). Kedatangan Jacob dan Rivera melengkapi kuota pemain asing Laskar Sape Kerrab untuk Liga 1 musim 2023/2024.

Sang pelatih, Mauricio Souza, menilai bahwa komposisi pemain yang baru terisi 24 pemain dengan kombinasi pemain muda dari akademi sudah mendekati tim yang ideal. Meski demikian, ia mengaku masih butuh tambahan pemain di posisi penjaga gawang dan penyerang.

“Sudah dekat dengan yang kami butuhkan dari semuanya. Kami tahu tim sedang mencari pemain di lini depan dan penjaga gawang. Kami tunggu Fachruddin kembali dari timnas untuk melengkapi tim kami” ujar Mauricio Souza dilansir dari Bola.com

Menjelang dimulainya Liga 1 musim 2023/2024, Madura United menggelar uji coba melawan Persik Kediri (17/6) di Stadion Brawijaya. Mauricio Souza mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya dalam menjalankan instruksi. Kemenangan satu gol tanpa balas cukup untuk menandai hasil positif tersebut.

Jika berkaca pada komposisi pemain yang dimiliki Madura United, mereka memiliki keleluasaan untuk memainkan berbagai skema. Kemungkinan besar Mauricio Souza akan lebih banyak bermain dengan skema dasar 4-3-3. Satria Tama diperkirakan akan jadi pilihan utama di bawah mistar. Fachruddin dan Cleberson memiliki kemampuan teknis dan intelejensi untuk mengatur organisasi tim di segala fase. Di depan, nuansa gaya sepakbola Brasil yang atraktif akan sangat terasa berkat kehadiran Lulinha, Beto, Jaja, dan Junior Brandao.

Komentar