Persipura Jayapura: Tetap Kandidat Kuat Juara Tanpa Marquee Player Sekalipun

Taktik

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Persipura Jayapura: Tetap Kandidat Kuat Juara Tanpa Marquee Player Sekalipun

Ketika kesebelasan-kesebelasan Liga 1 2017 sibuk dengan rekrutan pemain baru, kesebelasan asal Timur Indonesia, Persipura Jayapura, cukup jauh dari hingar-bingar isu transfer. Menghadapi Liga 1, skuat berjuluk Mutiara Hitam ini memang lebih mengandalkan pemain yang sudah ada sejak ISC 2016, kompetisi yang mereka juarai.

Di Piala Presiden 2017, Persipura sendiri sebenarnya tampil inferior. Tergabung ke dalam Grup 1, Persipura hanya mampu menempati urutan ke-3 klasemen. Meski memiliki poin sama dengan Mitra Kukar yang menjadi pemuncak klasemen, namun Boaz Solossa cs. kalah agresivitas gol. Poin Persipura pun sama dengan jumlah poin Persegres Gresik (empat poin) yang berada di posisi dua karena mengemas satu kemenangan, satu imbang dan satu kalah. Hanya saja Persipura tempati posisi tiga karena kalah undian.

Penampilan Persipura tersebut tentu tak seperti Persipura yang kita lihat saat menjalani liga. Kesebelasan yang bermarkas di Stadion Mandala ini merupakan kesebelasan papan atas Indonesia yang cukup ditakuti. Namun di Piala Presiden 2017, atau beberapa bulan setelah menjuarai ISC 2016, Persipura tampil lesu.

Namun melihat kualitas Persipura untuk Liga 1 nanti dengan melihat penampilan mereka di Piala Presiden 2017 adalah hal yang keliru. Karena awalnya, Persipura sendiri memang tidak siap untuk berlaga di Piala Presiden 2017. Namun karena satu dan lain hal, mereka dipaksa mengikuti turnamen pramusim tersebut (sama dengan PSM Makassar yang juga tak bisa menolak untuk mengikuti Piala Presiden 2017).

Maka jika kesebelasan lain menargetkan gelar juara, dengan memboyong banyak pemain baru, Persipura tampil dengan skuat seadanya, tanpa banyak perubahan dari skuat di ISC 2016. Pemain asing yang memperkuat Persipura hanya Yoo Jae-hoon dan Robertino Pugliara. Robertino pun baru berlaga di laga kedua (menghadapi Persegres), sementara pada pertandingan ketiga (melawan Mitra Kukar) Persipura tidak diperkuat lima pemainnya karena cedera dan akumulasi kartu, salah satunya Boaz Solossa.

Usai Piala Presiden, Persipura sendiri masih tak terlalu sibuk dengan transfer. Hanya beberapa transfer penting yang dilakukan. Ketika Robertino cedera panjang, Ricardo Silva De Almeida alias Ricardinho yang sebelumnya menjadi salah satu faktor kesuksesan Persipura di ISC kembali direkrut. Beberapa hari jelang Liga 1 dimulai, penyerang anyar didapatkan yakni dalam diri penyerang asal Brasil, Addison Alves.

Alves bukanlah nama baru di kancah sepakbola Indonesia. Ia pernah membela Persela Lamongan. Selain itu ia sempat digadang-gadang akan bergabung ke Borneo FC sebelum mereka merekrut Shane Smeltz. Penyerang berusia 36 tahun ini sebelumnya membela kesebelasan Thailand, Osotspa dan Navy FC.

Dengan masih dilatih oleh Angel Alfredo Vera, praktis Persipura tak banyak berubah dari skuat juara ISC 2016. Dari susunan pemain utama, selain akan mulai diisi oleh tiga pemain U23, hanya Bio Paulin Pierre yang tak lagi membela Persipura pada musim ini. Di ISC, Bio Paulin sendiri bermain sebanyak 23 kali.

Meskipun begitu, Ricardo Salampessy yang menjadi palang pintu utama pertahanan Persipura masih menjadi andalan Persipura di Liga 1 nanti. Sebagai pengganti Bio di skuat utama, Persipura memiliki trio bek lokal yakni Yohanis Tjoe, Dominggus Fakdawer dan mantan kapten PON Papua, Agus Kogoya.

Kogoya berpotensi bisa menjadi pilihan utama Vera untuk melengkapi tiga pemain U23 di starting line-up Persipura di Liga 1 nanti. Selain Kogoya, sebenarnya masih ada nama Nerius Alom, Prisca Womsiwor, Osvaldo Haay, Marianus Manewar, Bernandus Kasse (kiper), dan Muhammad Tahir yang akan berebut starter.

Tahir, dengan kesempatan bermainnya yang cukup banyak di akhir kompetisi ISC, kemungkinan besar akan lebih banyak mendapatkan kesempatan bermain sejak menit pertama. Gelandang berusia 23 tahun ini akan menemani Immanuel Wanggai dan Ricardinho di tengah.

Sementara itu Prisca, Osvaldo dan Marianus akan berebut satu tempat di lini depan, untuk menemani Boaz Solossa dan Addison dalam formasi 4-2-3-1 andalan Vera. Namun Osvaldo juga kerap ditempatkan di posisi bek kiri oleh Vera sejak dipromosikan ke skuat senior Persipura. Saat dipanggil timnas Indonesia, Osvaldo juga dicoba menempati posisi tersebut oleh Luis Milla.

Persipura memang hanya perlu mengotak-atik susunan pemain utama dengan adanya pemain U23. Karena secara sistem permainan dan kekompakan tim, Persipura sudah teruji di ISC 2016 lalu. Di Liga 1 nanti, Persipura tampaknya akan menjadi kesebelasan yang solid sejak awal liga, seperti Semen Padang dan Arema FC.

Tanpa banyak berubah, Persipura masih akan menjadi kandidat kuat juara Liga 1, tanpa marquee player sekalipun. Bahkan Persipura bisa memberikan start cemerlang di Liga 1 nanti, tak seperti ketika di ISC karena tampil buruk di awal-awal kompetisi, sebelum Vera menukangi Persipura. Kans menjuarai Liga 1 bagi Persipura tetap besar apalagi mereka memang kesebelasan spesialis liga.

Pemain Kunci: Boaz Solossa

Ricardinho boleh kembali ke Persipura. Addison pun bisa menjadi juru gedor anyar pengganti Edward Junior Wilson yang direkrut di putaran dua ISC lalu. Namun pemain yang akan menjadi andalan Persipura di Liga 1 nanti akan tetap sang kapten, Boaz Solossa.

Boaz saat ini bisa dibilang tengah mencapai puncak kariernya. Di usia 31 tahun, kemampuannya dalam mengolah bola sudah mencapai klimaksnya. Pengalamannya bermain baik bersama Persipura maupun bersama timnas Indonesia pun akan memberikan pengaruh besar pada permainan Persipura pada Liga 1 nanti.

Di ISC 2016 lalu, Persipura sempat tampil kurang menggigit menjelang kompetisi berakhir karena Boaz dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan timnas yang bersiap menuju Piala AFF 2016. Dengan Ian Louis Kabes, Lukas Mandowen, hingga Ferinando Pahabol yang kurang bertaji di lini depan, Persipura praktis mengandalkan pemain-pemain seperti Ricardinho, Ricardo Salampessy, Osvaldo Haay, Marianus Manewar, dan Edward Junior untuk mencetak gol.

Boaz sendiri tetap merupakan pencetak gol terbanyak Persipura pada ISC dengan 11 gol. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di antara pemain lokal (kecuali jika dibandingkan dengan pemain naturalisasi seperti Cristian Gonzales dan Sergio Van Dijk). Boaz memang tetap menjadi nyawa Persipura di lini depan, seperti ketika di Piala Presiden, Boaz tampil tak maksimal, kans Persipura memenangkan pertandingan pun mengecil.

***

Skuat Persipura Liga 1 2017:

Kiper: Yoo Jae-hoon, Dede Sulaiman, dan Bernandus Kasse

Bek: Ricardo Salampessy, Dominggus Fakdawer, Yohanis Tjoe, Agus Kogoya, Ruben Sanadi, Rony Beroparay, Yustinus Pae, dan Jaelani Arey

Gelandang: Immanuel Wanggai, Ricardinho, Izaac Wanggai, Nelson Alom, Nerius Alom, Victor Pae, Prisca Womsiwor, Osvaldo Haay, dan Muhammad Tahir

Penyerang: Boaz Solossa, Ian Kabes, Addison Alves, Marianus Manewar, Ferinando Pahabol, dan Ricky Kayame.

Komentar