Adaptasi yang Harus Dilewati Jesé Rodríguez

Taktik

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Adaptasi yang Harus Dilewati Jesé Rodríguez

Real Madrid baru saja mengakhiri drama negosiasi perpanjangan kontrak Sergio Ramos. Tapi sang manajer, Rafael Benitez, mengutarakan jika tugas untuk memperkuat kesebelasannya masih belum selesai, terutama pada sektor penyerang, walau ia tahu direksi masih belum menyatakan kesediaan yang jelas untuk menambah lini tersebut.

Memang sejauh ini pada posisi penyerang utama murni Los Blancos, julukan Real Madrid, cuma memiliki Karim Benzema saja. Memang Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale bisa diplot untuk berperan sebagai ujung tombak, namun tetap saja dorongan untuk menambah stok pemain dengan posisi alami sebagai penyerang tetap kuat.

Terlebih Benitez juga tak bisa mengabaikan begitu saja rumor kepergian Benzema ke Liga Primer Inggris untuk memperkuat Arsenal. Kalau pun Benzema tetap bertahan, masih ada ganjalan: cedera otot paha yang baru diderita pemain asal Prancis tersebut sejak awal Agustus.

Benitez pun memasukan nama Fernando Llorente, penyerang Juventus, sebagai daftar incarannya walau harus bersaing dengan Sevilla. Tapi sambil menunggu perkembangan transfer itu, posisi Benzema sementara digantikan Jese Rodriguez sebagai ujung tombak dalam skema 4-2-3-1 selama pra musim.

Tapi rasanya Jese masih belum membuktikan jika ia bisa mengganti Benzema sebagai penyerang utama. Lihat saja koleksi golnya selama pra-musim. Ia hanya mencetak satu gol dalam tujuh laga pra-musim. Wajar, karena Jese aslinya merupakan pemain dengan posisi gelandang serang sayap kiri, bukan seorang penyerang tengah.

Benitez pun khawatir dengan ketajaman kesebelasannya kendati tugas mencetak gol bisa diemban Ronaldo dan Bale. Bahkan Ronaldo selalu menjadi pencetak gol terbanyak di Real Madrid. Tidak heran jika mantan Pelatih Napoli itu langsung mengultimatum Benzema harus mampu mencetak minimal 25 gol pada musim mendatang jika sudah pulih dari cederanya nanti.

Baca juga : Sentimen Ronaldo di Balik Gol Gareth Bale

Sementara Jese sebagai alternatif harus lebih cepat beradaptasi pada posisi baru dan terus mengasah ketajamannya. Itu adalah syarat bagi mantan pemain andalan Spanyol U-21 itu jika ingin terus bertahan di Ibukota Spanyol.

"Saya tidak pernah ingin pergi dari Real Madrid yang sudah memberikan segalanya bagi saya dan saya siap bekerja keras bersama pelatih baru (Benitez)," tegas Jese.

Jadi kesempatan bermain yang diberikan Benitez, walau bukan di posisi alaminya, sejauh ini harus dimaksimalkan oleh Jese. Maklum, pada musim lalu ia kesulitan menembus skuat utama dan diperparah cedera panjang yang memaksanya harus terjun ke dunia hiburan. Penyembuhan cedera ACL yang dideritanya memaksa pemain 22 tahun tersebut harus menepi dari rumput hijau selama sembilan bulan. Maka pada musim lalu ia cuma mendapatkan kesempatan merumput 16 kali dan hanya bisa mencetak tiga gol.

Jese sendiri sejatinya seorang pemain sayap yang harus bersaing dengan pemain sekaliber Ronaldo dan Bale di sisi lapangan. Sehingga kesempatan bermain sebagai penyerang tunggal merupakan kesempatan terakhir bagi Jese untuk membuktikan kemampuannya. Selama masih ada Ronaldo dan Bale di Los Blancos, atau jika Madrid kembali mendaratkan winger dengan kualitas "mahal", sangat sulit bagi Jese menembus skuat utama untuk posisi di sayap.

Adaptasi yang harus diselesaikan Jese dengan cepat adalah menutup kelemahannya dalam urusan duel udara. Pada musim lalu, lima kali duel udara yang dilakukannya tidak ada yang dimenangkannya satu kali pun. Ini penting dibenahi Jese karena Benitez sering menerapkan permainan umpan-umpan panjang seperti yang diinstruksikan kepada Napoli selama musim lalu.

Kami pun memiliki tips untuk memenangi duel udara dengan cara latihan di tangga

Pelatih asal Spanyol itu pun menginginkan penyerang yang kuat dalam duel udara seperti penyerang incarannya, Llorente, yang memenangkan 61 duel udara sepanjang 31 penampilannya bersama Juventus musim lalu. Tapi khusus kelemahan duel udara ini, bisa dikatakan wajar mengingat tinggi Jese "cuma" 1,78 meter dibandingkan Llorente yang mencapai 1,95 meter.

Di sisi lain Jese bisa memikat kriteria Benitez untuk hal lain yaitu dalam kriteria melepaskan percobaan tendangan ke gawang dalam kesempatan sekecil apapun. Contohnya Gonzolo Higuain, penyerang Napoli, yang sanggup melepaskan 1,3 tendangan per laga selama dilatihnya musim lalu di Napoli. Sedangkan Jese selama La Liga 2014/2015 cuma melepaskan percobaan tendangan ke gawang 0,6 per laga. Tapi itu bukan kesimpulan jika ia kurang rajin melepaskan percobaan tendangan, tapi karena tipikal permainannya yang lebih mengutamakan meladeni rekan-rekan lainnya untuk mencetak gol.

Musim lalu, Jese berhasil melepaskan rataan 13,9 operan akurat dan 0,6 umpan kunci per laga. Jese sempat menyumbangkan dua asist dari 13 pertandingan dengan tiga kali starter dan 10 kali sebagai pemain pengganti. Penguasaan bolanya juga lumayan. Dari 13 pertandingan itu ia berhasil melakukan 1,1 dribel sukses per laga.

Tapi itu semua masih biasa saja untuk ukuran memperebutkan tempat utama di skuat semewah Madrid, apalagi untuk posisinya yang baru sebagai pengganti Benzema. Dirinya harus beradaptasi lagi setelah berjuang masuk skuat utama pasca cedera panjang musim lalu. Maka Jese perlu terus mengasah instingnya melepaskan percobaan tendangan ke gawang lawan guna memperbesar peluang mencetak gol ke gawang lawan. Itu harus dilakukan untuk menutupi kelemahannya dalam memenangkan bola udara.

Jika cedera ACL saja berhasil ia taklukan, tantangan berikutnya bagi Jese adalah beradaptasi secepat mungkin dalam perannya sebagai penyerang tengah. Sehingga perjuangannya untuk masuk kesebelasan inti menjadi lebih mudah jika ia bisa memperlihatkan ketajaman dan agresifitas yang dibutuhkan oleh seorang penyerang. Sebab memang jauh lebih sulit lagi memperebutkan posisi sebagai pemain sayap jika masih ada Ronaldo dan Bale.

Sumber : ESPN, Marca, Mirror, Squawka, Who Scored,

Komentar