Rangkuman FPL: Gameweek 22

Fantasy Premier League

by lvan Hadyan

lvan Hadyan

Menyukai otak-atik susunan formasi sepakbola dan mengkhayalkan pergerakan keseluruhan pemain di dalamnya. Penggiat Fantasy Premier League dan statistik.

Rangkuman FPL: Gameweek 22

Kami kembali dengan artikel rangkuman FPL untuk GW22. Dengan berakhirnya sepuluh pertandingan pada hari Minggu (22/01) lalu, dapat kami katakan bahwa pekan lalu menjadi pekan yang bertolak belakang dari GW21.

Seolah sudah janjian sebelumnya, GW22 menjadi ajang unjuk gigi bagi para pemain yang tidak meraih poin di GW21. Berbeda dengan pekan lalu, kali ini para pencetak gol tidak terlalu banyak dihuni pemain populer.

Jika kita melihat daftar nama pemain yang mencetak 10 poin atau lebih, kita hanya akan menemukan tiga pemain yang memiliki angka kepemilikan lebih dari 10.0%.

Akibatnya, angka rata-rata pekan lalu hanya mencapai 46 poin saja. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Masa Peralihan di Bulan Januari

Banyaknya tanda-tanda perombakan formasi pada pekan lalu adalah wujud peringatan khusus bagi manajer FPL.

Pada masa-masa seperti ini, sejumlah kesebelasan berganti rupa dengan memanfaatkan bantuan bursa transfer Bulan Januari, membuat upaya Wildcard yang sudah dilakukan sebagian manajer FPL bisa menjadi kurang maksimal.

Contoh yang cukup signifikan pada GW22 adalah Swansea. Swansea langsung memainkan Martin Olsson (4.5) dan Tom Carroll (4.2). Masuknya Olsson harus mengubur harapan para manajer FPL yang memasukkan Stephen Kingsley (4.0) sebagai bek kelimanya. Sedangkan Carroll yang baru saja membuat asis membuat dirinya bisa menjadi pesaing bagi para gelandang “cadangan abadi” murah seperti Darren Fletcher (4.4) atau Adam Clayton (4.3). Selisih 0.1 tentu menjadi krusial dalam penyusunan tim FPL.

Permainan yang ditunjukkan Hull dengan kedua pemain barunya, Omar Elabdellaoui (4.5) dan Evandro (5.0) pun saat ini terbilang mengalami peningkatan, sehingga sedikit banyak dapat mempengaruhi perencanaan manajer FPL yang ingin mengeksploitasi pertandingan melawan mereka.

Kehadiran Jeffrey Schlupp (4.8) di Crystal Palace juga mengubah bentuk formasi yang dibawa Sam Allardyce. Crystal Palace – yang masih mencari kemenangan pertamanya bersama Allardyce di liga, mencoba formasi 3-5-2, dengan menaruh Schlupp berada di posisi wing-back kiri.

Penampilan menjanjikan ditunjukkan oleh Gabriel Jesus (9.0) hanya dalam sembilan menit saat melawan Tottenham. Gerakannya cukup tajam dan hampir mencetak gol, namun terkena offside. Jesus akan menjadi nama baru untuk meramaikan sistem rotasi yang diterapkan Pep Guardiola. Apakah Jesus akan mengganggu Sergio Aguero (12.8)? Raheem Sterling (7.7)?

Nama lain yang terlihat siap mengubah peta kekuatan di FPL adalah Saido Berahino (6.0), yang sewaktu-waktu siap dilepas dari bangku cadangan Stoke, berpotensi menjadi alamat buruk bagi sebagian manajer yang sudah terlanjur memasukkan Peter Crouch (4.8) ke dalam tim FPL-nya.

Para Pemain Murah, Bahan Baku Waterproof Everton

Perlahan tapi pasti, Everton menjelma menjadi tembok tahan bocor dan meraih empat clean sheet dari lima pertandingan terakhir mereka. Sejauh ini, tembok tersebut sulit ditembus air-air guyuran Leicester, Southampton, Man City, dan Crystal Palace. Padahal, mereka saat ini harus ditinggal Idrissa Gueye (5.0) yang sudah absen selama dua pekan terakhir.

Ronald Koeman tampak sudah menemukan merk waterproof yang tepat. Formasi dengan tiga bek telah dimatangkan, membuat opsi-opsi seperti Ashley Williams (5.0) dan bek dengan harga sangat murah, Mason Holgate (4.1) menjadi memikat kembali. Khusus nama terakhir dapat dimanfaatkan sebagai bek kelima dengan perolehan poin yang impresif.

Posisi gelandang tengah yang kini dihuni Tom Davies (4.4) juga menarik perhatian para manajer FPL, membuatnya naik harga pada hari Minggu (22/01) lalu. Patut disimak bagaimana kiprah pemain ini saat Koeman memberanikan diri untuk memasang Morgan Schneiderlin (4.6) sejak menit awal, bahkan saat nanti Gueye sudah kembali.

Satu nama lain yang belakangan membuktikan dirinya adalah Joel Robles (4.7) yang terlihat berhasil menggusur Maarten Stekelenburg (4.8). Enam kali bermain sejak menit pertama pada musim ini, lima kali ia meraih clean sheet. GW22 menjadi bukti bahwa saat ini Robles lebih diunggulkan sebagai pemain inti, karena kesembuhan Stekelenburg tidak mengembalikannya ke bangku cadangan.

Kekokohan tembok Everton ini besar kemungkinan masih akan tahan lama, melihat jadwal mereka ke depan yang sangat baik, ditambah dengan sudah amannya status bermain mereka tanpa harus terganggu Piala FA dan Piala Liga.

Selama belum ada yang membawa buldoser.

West Ham Pasca-Payet

Bagi siapapun yang ingin melupakan mantannya, dapat berguru pada West Ham.

Siapa sangka, setelah ditinggal pemain yang – sampai hari ini, memimpin tabel pencipta peluang (74 kali) di liga, selama dua pekan terakhir, West Ham justru berhasil bangkit. Dua kemenangan dibungkus dan dibawa pulang oleh mereka.

Ketiadaan pemain asal Prancis yang tidak bisa kami sebutkan namanya tersebut membuat West Ham dapat mengoptimalkan pemain-pemain seperti Andy Carroll (6.2), Manuel Lanzini (6.3), dan Michail Antonio (6.9). Ketiganya berhasil terlibat membuat gol/asis dalam dua pertandingan terakhir. Membuat mereka kini menjadi pemain-pemain yang mulai diperhitungkan para manajer kembali.

Khusus Antonio, memiliki pemain ini bisa menjadi pilihan menarik, karena pada pekan lalu, Antonio dimainkan sebagai penyerang, berduet dengan Carroll di lini depan.

Sementara di lini belakang, walau belum benar-benar solid, Darren Randolph (4.4) di bawah mistar gawang juga dapat dipertimbangkan menjadi salah satu kiper murah di tim FPL para manajer, sejak menggusur Adrian (4.7) ke bangku cadangan. Kehadiran Jose Fonte (5.3) bisa menghadirkan kekuatan baru untuk melengkapi transformasi West Ham. Fonte tampaknya sudah mulai dimainkan pada GW23, karena Angelo Ogbonna (4.8) didiagnosis absen hingga akhir musim akibat cedera yang dideritanya.

Kendatipun demikian, jadwal belum terlalu mendukung bagi West Ham. Dalam lima pertandingan ke depan, mereka akan menghadapi kesebelasan-kesebelasan yang berpotensi merepotkan, seperti Man City (Kandang), Southampton (Tandang), West Brom (T), dan Chelsea (K).

Daya Tarik Bek West Brom, Tapi Untuk Menyerang

Ada sebuah kesebelasan yang berasal dari West Bromwich, dikenal kokoh sejak ditangani Tony Pulis, pelatih yang mengutamakan pertahanan kuat dan mengandalkan pemain-pemain berbadan besar. Karena itu, nama-nama seperti Ben Foster (4.7), Craig Dawson (4.8), atau Gareth McAuley (4.9) cukup populer menghiasi tim-tim FPL musim ini.

Tapi tidak begitu ceritanya, mereka hanya mengoleksi 4 clean sheet sepanjang musim. Perolehan ini merupakan peringkat kelima terendah di liga. Dalam beberapa pertandingan yang terbilang potensial, West Brom gagal memenuhi harapan untuk meraih clean sheet.

Tapi, bek-bek mereka masih tetap populer. Ada apa ini?

Produktivitas McAuley dan juga Chris Brunt (5.0) menjadi jawabannya. Kedua pemain ini menjadi bintang di FPL pada pekan lalu, masing-masing berakhir dengan 12 dan 13 poin. Jika dihitung, McAuley sudah mengemas 4 gol dan 2 asis, sedangkan Brunt membuat 3 gol dan 3 asis.

McAuley menjadi sosok menakutkan di depan kotak penalti lawan dalam situasi bola mati, 3 dari 4 gol yang dibuatnya berasal dari sundulan. Sedangkan Brunt sangat terbantu oleh statusnya sebagai penendang bola mati West Brom, juga beberapa kali dipasang sebagai gelandang, posisi yang memang lebih fasih dijalaninya sepanjang berkarir sebagai pemain.

Rentetan jadwal baik yang akan dihadapi West Brom membuat nama-nama yang sudah disebutkan berpotensi naik harga, mungkin sampai beberapa pekan ke depan.

Alli Mendayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Pada pekan lalu, kami sudah menyampaikan polemik untuk memilih aset dari Tottenham. Dari kiper sampai penyerang, semuanya menunjukkan diri sebagai opsi yang layak dipilih, sedangkan kita hanya dapat mengambil tiga tempat saja.

Dele Alli (8.8) ternyata menawarkan solusi untuk memangkas kebingungan tersebut. Gelandang ini berulang kali masuk ke kotak penalti menjadi penyerang kedua bersama Harry Kane (11.1). Pekan lalu, lagi-lagi Alli mencetak gol, melalui sundulan setelah menerima umpan dari Kyle Walker (6.2). Perolehan ini melengkapi jumlah golnya menjadi 8 dalam enam pertandingan terakhir.

Mudahnya, sekarang Alli sudah dapat kita anggap sebagai penyerang. Dengan membelinya, kita bisa langsung menjawab permasalahan untuk membeli gelandang atau penyerang Tottenham terlebih dahulu, karena Alli bisa mengisi keduanya.

Dalam empat pertandingan ke depan, Tottenham akan menghadapi Sundeland (T), Middlesbrough (K), Liverpool (T), dan Stoke (K). Kucuran gol bisa mengalir deras dalam jadwal-jadwal seperti ini.

Yoshida Sebagai Palang Pintu Baru

Berhasil menjawab kepercayaan kami sebagai pemain cadangan dari Tim Pilihan GW21 dengan meraih clean sheet, Maya Yoshida (4.2) kini memiliki harga yang terlalu murah untuk diabaikan.

Kepergian Fonte ke West Ham tampak tidak berpengaruh secara signifikan bagi lini pertahanan Southampton. Dalam dua pekan terakhir di liga, sejak ditinggal Fonte, Southampton hanya sekali kebobolan dan menerima 5 tembakan saja di kotak penalti. Angka terakhir adalah catatan terendah di liga dalam periode tersebut.

Sampai hari ini, tidak ada tanda-tanda Southampton akan membeli bek baru, sehingga Yoshida tampak menjadi opsi yang praktis, aman, dan nyaman… untuk mengarungi jadwal baik yang akan dihadapi Southampton. Pun kita akan melihat perannya semakin krusial saat ini, dengan kabar cedera yang sedang menimpa Virgil van Dijk (5.8).

Lagi-Lagi Sanchez, Kurang Baik Apa Nasib?

Harus kebobolan di menit akhir melalui tendangan penalti dan mengubah hasil pertandingan adalah hal yang tentu membuat frustrasi sebuah kesebelasan. Coba kita tanyakan pada Arsenal Burnley pada pertandingan hari Minggu (22/01) lalu.

Seolah pertandingan akan berakhir imbang, tapi ternyata tidak.

Melihat situasi yang terjadi, memang terlihat jelas bahwa nasib sudah mengarahkan Alexis Sanchez (11.9) akan mencetak gol pada pertandingan tersebut. 86 menit dijalani Olivier Giroud (8.7), 88 menit dijalani Mesut Ozil (9.5), tetapi tidak ada penalti yang dihadiahkan saat keduanya bermain.

Sanchez dan 17.9% manajer FPL yang memberinya ban kaptenlah yang mendapat berkah ketika penalti terjadi di menit 98 (!). Raihan ini sempat mengukuhkan Sanchez sebagai top skor liga selama beberapa jam, dan semakin menegaskan pencapaiannya yang tidak tergantikan di Arsenal pada musim ini.

Selalu mencetak gol/asis dalam 9 dari 10 pertandingan terakhir merupakan pencapaian yang luar biasa, angka kepemilikannya terus meningkat dan sangat mungkin harganya akan menembus 12.0 menjelang GW23 ini, dan tampaknya jumlah pemberi ban kapten untuknya saat melawan Watford (K) akan lebih banyak lagi dibanding GW22.

Costa yang Memulai, Costa yang Mengakhiri

Pada rangkuman pekan lalu, diskusi mengenai penyerang mana yang harus dibawa untuk mendampingi Zlatan Ibrahimovic (11.7) menjadi terbuka lebar, kabar yang berhembus di sekitar Diego Costa (10.3) adalah alasannya.

Penjualannya membuka jalan untuk Kane, Romelu Lukaku (9.6), dan Olivier Giroud (8.7), hingga nama-nama yang lebih murah seperti Jermain Defoe (7.9) dan Crouch.

Namun setelah pekan ini berakhir, terlihat bahwa sebagian manajer FPL telah menemukan jawabannya… pada sosok Costa itu sendiri.

Kemunculannya kembali dalam skuat Chelsea pekan lalu dihiasi dengan gol krusialnya menjelang akhir babak pertama. Dengan perayaan gol yang diilustrasikan pada cover artikel ini, Costa seolah ingin membungkam kritik tentang kabar aneh yang beredar dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini dibarengi dengan menurunnya penampilan Eden Hazard (10.4). Semua manajer yang memilikinya, bahkan memberinya ban kapten harus menelan pil pahit. Rute untuk menurunkan Hazard dari panggung pun sudah bermunculan, seiring terus membaiknya penampilan duo Alli dan Eriksen, torehan gol Roberto Firmino (8.4), dan bahkan kemunculan opsi murah seperti Tom Davies.

Mengeluarkan Hazard dari tim untuk mendapatkan Costa adalah solusi yang tampak masuk akal. Ada beberapa manajer yang masih terbentur dengan aturan tiga pemain dalam satu tim, karena menyimpan Nathan Ake (4.1) di bangku cadangan. Ada juga yang memang membutuhkan biaya untuk mengakomodasi langkah tersebut.

Komentar