Kisah Wenger dan Para Pemain Mudanya di Old Trafford

Cerita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Kisah Wenger dan Para Pemain Mudanya di Old Trafford

Arsenal menelan kekalahan saat bertandang ke markas Manchester United, Minggu (29/4). Di pertandingan Liga Primer Inggris pekan ke-36 tersebut, The Gunners kalah dari Manchester United dengan skor 2-1. Gol United diciptakan oleh Paul Pogba pada menit ke-16, sebelum akhirnya Arsenal membalasnya lewat gol Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-51. Ketika pertandingan dirasa akan berakhir imbang, Maraoune Fellaini membawa United meraih kemenangan lewat gol yang diciptakannya pada masa injury time babak kedua.

Kendati kalah, tidak ada ekspresi kekecewaan berlebih dari manajer Arsenal, Arsene Wenger. Pria berusia 68 tahun tersebut sudah cukup merasa bahagia dengan memberi kesempatan pemain-pemain mudanya bertanding di sebuah pertandingan besar.

“Kita terlihat letih di dua puluh menit terakhir. Tapi, sangat menyenangkan melihat pemain-pemain muda kita memiliki keberanian untuk bermain di tengah atmosfer pertandingan seperti ini,” ujar Wenger usai pertandingan kepada The Guardian.

Arsenal memang turun dengan skuat yang mayoritas diisi pemain muda. Tercatat ada tujuh pemain berusia di bawah 25 tahun yang diturunkan oleh Wenger di pertandingan kemarin, di antaranya adalah: Hector Bellerin (23), Konstantinos Mavropanos (20), Calum Chambers (23), Sead Kolsinac (24), Alex Iwobi (21), Ainsley Maitland-Niles (20), dan Reiss Nelson (18). Empat sisanya, walau berusia di atas 25 tahun, namun tidak ada yang sampai menyentuh usia 30 tahun.

Barangkali, ada yang sempat beranggapan bahwa Wenger menurunkan pemain muda di pertandingan kemarin, karena ingin mengistirahatkan pemain-pemain inti agar bisa fokus di Europa League. Mengingat di ajang Liga Primer, Arsenal sudah tidak memiliki banyak harapan bahkan untuk sekadar naik ke "habitat utama" mereka yang sudah lama mereka tinggalkan: peringkat keempat.

Akan tetapi, anggapan tersebut kurang memiliki dasar yang kuat karena hampir semua pemain inti Arsenal, seperti Nacho Monreal, Laurent Koscielny, Shkodran Mustafi, Mesut Ozil, hingga Alexandre Lacazette, tidak ditampilkan. Bandingkan saat Liverpool mengistirahatkan beberapa pemainnya sebelum semifinal Liga Champions melawan AS Roma.

Ketika itu, Liverpool melawan West Bromwich Albion. Mereka memang mengistirahatkan pemain-pemain inti mereka dari mulai Dejan Lovren, Roberto Firmino, hingga Alex Oxlade-Chamberlain. Namun, mereka masih menurunkan banyak pemain utama seperti Loris Kairus, Jordan Henderson, Virgil van Dijk, James Milner, Sadio Mane, hingga Mohamed Salah sebagai starter.

Dengan demikian, agaknya menjadi jelas bahwa Arsene Wenger menurunkan pemain-pemain muda karena memang ingin memberi mereka kesempatan untuk tampil. Bukan karena untuk mengistirahatkan pemain-pemain inti.

Para Pemain Muda Wenger Ketika Kalah 8-2

Menurut catatan Opta, rata-rata usia skuat Arsenal yang diturunkan oleh Wenger kemarin adalah 24 tahun 67 hari, yang mana itu merupakan starting line-up termuda yang pernah diturunkan Arsenal sejak terakhir kali melakukannya pada Agustus 2011—dengan rata-rata usia skuat 24 tahun 65 hari.

Menariknya, pada 2011, Arsenal menurunkan skuat termudanya itu juga saat mereka bertandang ke Old Trafford melawan Manchester United (24/8/2011). Dan, ketika itu Arsenal juga menelan kekalahan dari United—bahkan telak, dengan skor 8-2.

Yang membedakan adalah, pada pertandingan kemarin, usia rata-rata pemain United yang diturunkan Mourinho, lebih senior dari Arsenal—hanya ada dua pemain United yang berusia di bawah 25, yakni Victor Lindelof dan Romelu Lukaku. Sementara pada 2011, duel MU kontra Arsenal sama-sama mempertemukan pemain muda.

Ketika itu Arsenal menurunkan Wojciech Szczesny yang masih berusia 21 tahun di posisi penjaga gawang. Tiga dari empat pemain belakang mereka yakni Johan Djourou, Armand Traore, dan Carl Jenkinson juga masih berusia di bawah 25—bahkan Jenkinson masih berusia 19 tahun ketika itu.

United sama halnya. Di lini belakang mereka menurunkan David De Gea yang ketika itu masih berusia 20 tahun. Tiga dari empat bek di belakang, yakni Chris Smalling, Phil Jones, dan Jonny Evans, juga masih berusia di bawah 25 tahun. Hanya Patrice Evra yang ketika itu sudah berusia 30 tahun.

Di lini tengah Arsenal, Aaron Ramsey dan Francis Coquelin yang masing-masing masih berusia 20 tahun, berhadapan dengan tiga anak muda United yakni Luis Nani, Tom Cleverley, dan Anderson yang ketiganya masih berusia di bawah 25 tahun.

Sementara di lini depan, Theo Walcott yang masih berusia 21 tahun berhadapan dengan juru gedor United yakni Danny Welbeck (saat ini adalah pemain Arsenal, tapi saat itu ia berseragam United) yang masih berusia 20 tahun.

Dengan demikian, menganggap biang kekalahan telak Arsenal dari United di tahun 2011 lalu adalah karena kurangnya pengalaman dari para pemain Arsenal, adalah sebuah anggapan yang agaknya kurang tepat. Karena United pun tampil dengan pemain-pemain muda yang masih minim pengalaman. Anggapan tersebut lebih tepat digunakan untuk pertandingan kemarin, ketika skuat yang diturunkan United rata-rata usianya lebih senior dari skuat Arsenal.

***

Di ajang Liga Primer sendiri, terakhir kali Arsenal berhasil meraih kemenangan di Old Trafford terjadi pada September 2006. Kala itu, gol tunggal Emmanuel Adebayor pada menit ke-86 berhasil membuat The Gunners pulang ke London dengan membawa tiga poin penuh.

Ketika meraih kemenangan itu, Arsenal tidak turun dengan skuat yang diisi oleh mayoritas pemain muda. Hanya Emmanuel Eboue, Johan Djurou, dan Emmanuel Adebayor yang pada saat itu masih berusia di bawah 25 tahun.

Terlepas dari semuanya, satu hal yang pasti adalah bahwa Arsenal sejauh ini belum bisa meraih kemenangan di Old Trafford, ketika mereka turun bertanding dengan skuat yang diisi oleh mayoritas pemain muda. Old Trafford, dengan demikian, masih menjadi tempat yang kurang bersahabat bagi pemain-pemain muda Arsenal.

Sudah mengetahui hal itu, adalah keputusan sangat berani dari Wenger untuk memainkan pemain muda pada pertandingan akhir pekan lalu. Perlu dicatat, itu adalah pertandingan terakhir Wenger di Old Trafford. Man United juga merupakan rival terbesar (dari segi kesuksesan) Arsenal selama Wenger menjabat sebagai manajer, dengan Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho sebagai lawan utamanya.

Mengingatkan kembali, Arsenal mungkin bermaksud menyimpan tenaga untuk semifinal Liga Europa tengah pekan ini demi bisa mencapai final dan menjadi juara, sekaligus lolos ke Liga Champions musim depan lewat "jalur belakang", seperti yang Mourinho lakukan musim lalu bersama Man United.

Namun, mengingatkan juga, Liverpool saja tidak segitunya ketika harus menyimpan tenaga mereka ketika mempersiapkan perempat final Liga Champions melawan Manchester City (Man City juga tetap serius melawan Man United padahal mereka harus mengejar ketinggalan agregat gol di tengah pekan depannya melawan Liverpool) dan semifinal Liga Champions akhir pekan lalu.

Keputusan berani ini menunjukkan beberapa poin: Wenger percaya pemain muda, Wenger tak tahu tempat dan waktu untuk memainkan pemain muda, Wenger sudah tak peduli dengan pertandingan melawan Man United di akhir kariernya bersama Arsenal, atau kombinasi di antara poin-poin tersebut.

Komentar