Nasib Sial Supardi di Piala AFF

Cerita

by Eki Nurdiansyah

Eki Nurdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Nasib Sial Supardi di Piala AFF

Penampilan apik Supardi Nasir musim ini bersama Persib Bandung berhasil membuat dirinya masuk dalam skuat Indonesia untuk bertarung dalam ajang Piala AFF 2014. Meskipun sempat terancam dicoret karena masih dibekap cedera, namun pelatih Alfred Riedl tetap memasukan namanya ke dalam 23 pemain yang dibawa ke Vietnam.  Bersama Zulkifli Syukur, ia akan berbagi peran untuk mengisi pos kanan pertahanan timnas Indonesia.

Namun Supardi bukanlah pilihan utama Riedl untuk timnas Indonesia di Piala AFF kali ini, ia harus menjadi yang kedua setelah Riedl lebih mempercayakan pos pertahanan kanan Indonesia pada Zulkifli Syukur. Di dua pertandingan awal, Supardi pun hanya duduk manis di bangku cadangan kala Indonesia berhadapan dengan Vietnam dan Filipina.

Kesempatan pun datang kemarin malam, namun Supardi tidak memainkan peran yang seperti biasanya. Ia harus bermain di sisi bagian lain pertahanan Indonesia, yakni sisi kiri. Ya, Riedl memasangkan Supardi di sisi kiri untuk menggantikan peran Rizky Pora yang terkena kartu merah saat melawan Filipina.

Supardi pun menjalani pertandingan pertamanya di Piala AFF 2014. Namun sial tak dapat dihindarkan, saat Indonesia sedang membutuhkan begitu banyak gol ke gawang Laos demi menjaga asa tetap lolos, Supardi justru memperberat langkah teman-temannya, ia diberi kartu merah usai melanggar pemain Laos di kotak terlarang.

Menjalani debut di AFF 2014, hanya bermain 27 menit, kartu merah dan menghadiahi lawan penalti. Malam yang indah bagi Supardi.

Namun sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Supardi melakukan ‘blunder’ bagi Indonesia.  Tujuh tahun kebelakang, tepatnya saat gelaran Piala AFF 2007. Supardi melakukan kesalahan yang sangat fatal. Menciptakan gol bunuh diri saat menjalani debut di timnas senior Indonesia. Saat itu Indonesia bermain imbang menghadapi Vietnam, gol bunuh diri Supardi berhasil dibalas Saktiawan Sinaga di menit akhir pertandingan untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Mungkin bagi seluruh pemain Indonesia, bermain di Piala AFF akan begitu mereka kenang sebagai sebuah pengalaman yang indah. Karena mereka bisa membela Tim Nasional berlaga di level Asia Tenggara. Namun mungkin hal itu tidak berlaku bagi Supardi : menjalani debut di 2007 dengan sebuah gol bunuh diri serta hanya bermain 27 menit dan diberi kartu merah di pertandingan pertama yang ia jalani di Piala AFF 2014.

Dan sebagai pelengkap catatan Supardi diatas adalah fakta bahwa ketika Supardi bermain bagi timnas Indonesia di Piala AFF, timnas selalu gagal di fase grup, tidak bisa melangkah ke babak selanjutnya. Di 2007, Indonesia gagal karena kalah jumlah defisit gol dari Singapura dan Vietnam. Di 2014, Indonesia gagal total akibat kekalahan menyakitkan 0-4 dari Filipina.

Memang usia Supardi sudah tidak muda lagi. Namun ia masih memiliki kesempatan untuk membayar ‘kesialannya’ kala berlaga di Piala AFF. Tahun 2016, ia akan memasuki usia 33 tahun, sebuah usia yang termasuk sudah tidak produktif bagi seorang pemain sepakbola. Namun bila Supardi terus berusaha dan menunjukkan permainan yang konsisten kala bermain di klub, bukan tidak mungkin aka nada kesempatan untuknya kembali membela Indonesia.

Bila nantinya Supardi tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, mungkin ia akan begitu amat menyesal, yang bisa ia lakukan hanya berharap tidak akan ada pemain-pemain lain yang melakukan kesalahan yang ia perbuat dan bisa membawa Indonesia berjaya di Asia Tenggara.

Komentar