Orang-orang Kiri di Persimpangan Lapangan Bola

Cerita

by Frasetya Vady Aditya 45474 Pilihan

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Orang-orang Kiri di Persimpangan Lapangan Bola

Di Indonesia, kata "komunis" sama tabunya dengan kata "seks" bagi golongan yang tak mampu mengusir jauh paparan Orde Baru. Komunis lebih sering dikaitkan dengan "ateis" yang "benci" tuhan, dan berperan serta dalam pembunuhan tujuh pahlawan revolusi yang dibuang di Lubang Buaya.

"Komunis" adalah satu bentuk ketakutan yang kerap terlontar dari penguasa. Label seperti apa yang diberi pemerintah Orde Baru untuk melawan pemberontak? Jawabannya "melawan pancasila" dan "komunis". Setiap ada perlawanan dari partai oposisi, pembelaan yang terlontar pastilah tak jauh dari kata-kata ini: komunis bangkit kembali!

Di tengah kepungan modal yang kian tak tertahankan dalam jagat sepakbola mutakhir, orang seperti dipaksa untuk mengamini begitu saja betapa kapitalisme telah memenangkan pertaruangan ideologi. Dan dalam kemenangan itulah, sebagaimana yang dinubuatkan Francis Fukuyama, kapitalisme diandaikan sebagai akhir sejarah, karena setelah itu tak akan ada lagi kebaruan.

Kritik, rongrongan, dan bolong-bolong yang terdapat dalam ideologi kapitalisme, bagi orang seperti Fukuyama, tak akan pernah menumbangkan kapitalisme, karena kapitalisme selalu dengan cerdik memperbaiki dirinya, terus mengecoh dan menyaru, dan dengan itu selalu siap hadir kembali sebagai juggernaut, truk besar dalam kosa kata Anthony Giddens, yang mustahil dihentikan.

Sulit menduga jika ada pesepakbola yang berideologi komunis. Pertama, seberapa dalam pesepakbola mampu mencerna kerangka berpikir rumit Das Kapital yang ditulis Karl Marx. Kedua, bagi masyarakat yang hidup di era modern sekarang akan selalu ada pemikiran bahwa setan macam apa yang merasuki dirinya sehingga mau mengaku sebagai seorang komunis?

Tapi dalam setiap aspek kehidupan, selalu ada para pembangkang yang melampaui konformitas. Mereka mempraktikkan gagasan dari suatu ideologi politik yang diyakininya ke dalam berbagai matra kehidupan sehari-hari, tak terkecuali dalam sepakbola.

Kami merangkumkan empat pesepakbola yang bisa dianggap sebagai pribadi yang menentang konformitas dalam sepakbola modern. Merekalah yang bisa dianggap sebagai orang-orang kiri di lapangan hijau.

Halaman Selanjutnya: Ivan Ergich dan Socrates

Komentar