Ke Mana Donnarumma Akan Pindah?

Analisis

by Dex Glenniza 37245

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Ke Mana Donnarumma Akan Pindah?

Setelah jor-joran mendatangkan banyak pemain menjelang musim 2017/2018 bergulir, AC Milan terancam kehilangan salah satu penjaga gawang masa depan mereka, Gianluigi Donnarumma. Pemain Italia berusia 18 tahun ini bukan hanya penjaga gawang masa depan, tapi juga bahkan sudah diandalkan sebagai pemain utama Milan.

Akan tetapi, Donnarumma memastikan ia tidak akan memperpanjang kontraknya di Milan. Kontraknya yang sudah tinggal menyisakan satu tahun lagi bisa saja memaksa Milan menjual Donnarumma pada jendela transfer musim panas ini jika mereka tidak ingin kehilangan pemainnya secara cuma-cuma di akhir musim depan (2017/2018). Padahal sebelumnya banyak pendukung Milan yang optimis jika Donnarumma akan mengakhiri karier di Milan.

Penjaga gawang yang bertinggi badan 1,96 meter ini memang belum tentu akan pindah kesebelasan. Kalaupun ada kesebelasan yang mau mengontraknya secara gratis, mereka harus menunggunya sampai setidaknya Januari 2018 ketika ia bisa disodori kesepakatan pra-kontrak (pre-contract agreements).

Daripada harus kehilangan Donnarumma di musim panas 2017, Milan bisa saja mengulur kepindahan Donnarumma, setidaknya sampai Januari 2018 tersebut, sambil berharap ia akan mengubah keputusannya untuk menandatangani perpanjangan kontrak. Namun, hal tersebut sejujurnya sulit terjadi karena Donnarumma memiliki agen bernama Mino Raiola.

CEO Milan, Marco Fassone, mengatakan dengan jelas: "Raiola menginformasikan kepada kami jika Donnarumma sudah membuat keputusan yang pasti untuk tidak memperbarui kontrak di Milan... dan waktunya di Milan akan berakhir pada 30 Juni 2018."

Donnarumma masih berusia 18 tahun. Ia mungkin masih memiliki karier sepanjang dua dekade lagi sebagai penjaga gawang. Apalagi jika ia bisa meningkatkan penampilannya untuk menjadi yang nomor satu di tim nasional Italia. Hal ini yang membuat Donnarumma menjadi salah satu properti panas di jendela transfer musim panas 2017. Kalaupun ia pindah di waktu dekat ini, kira-kira ke mana ia akan berlabuh?

Bertahan di Milan adalah Impian Donnarumma

"Aku selalu menjadi suporter Milan dan aku harus mengatakan bahwa [mengenakan] ban kapten [Milan] adalah mimpiku," kata Donnarumma seperti yang dikutip dari Gazzetta dello Sport pada Juli 2016. Pernyataan tersebut keluar dari mulut Donnarumma sendiri. Dan jika kita percaya dengan pernyataan Donnarumma, kita pasti tahu jika kesebelasan impiannya adalah, ya, AC Milan.

Jangan salah sangka dahulu. Sejauh ini saya belum menemukan kutipan langsung dari Donnarumma soal keengganannya menandatangani perpanjangan kontrak. Sedangkan pernyataan pada Juli 2016 tersebut adalah pernyataannya langsung. Di sini kita tahu jika masalah utama mungkinpasti memang ada pada agennya, Raiola.

Sangat mudah bagi kita untuk menyalahkan agen pemain di sepakbola modern seperti ini. Tapi jujur saja, jika ada penjaga gawang yang masih berusia 18 tahun, baru menjadi pemain utama tidak lebih dari satu musim, memiliki potensi yang besar untuk menjadi yang nomor satu menggantikan Gianluigi Buffon di Italia, serta bermain untuk kesebelasan Milan yang bukan merupakan kesebelasan kecil, maka nikmat sepakbola yang mana lagi yang kamu dustakan, Gigio?

Ide akan pindahnya Donnarumma adalah ide yang kelewat keterlaluan kecuali kita sedang bermain Football Manager atau FIFA. Bagaimanapun, Donnarumma sudah bergabung di Milan sejak usia 14 tahun, dan Milan juga yang memberikannya kesempatan bermain di tim utama pada usianya yang masih 16 tahun. Pada usia-usia tersebut, kita bisa bertanya kepada diri kita, "sedang apa kita di usia saat Donnarumma menjadi pemain Milan di Serie A Italia?"

Jika memang ia adalah tipikal pemain yang baik, artinya tidak nakal, maka ia sudah berkata jujur bahwa Milan adalah kesebelasan untuknya. Ia seharusnya menjadi pemain yang membantu Milan bangkit untuk mengendus takdir sejarah mereka sebagai salah satu kesebelasan yang berjaya di Italia dan di Eropa.

Dengan narasi tersebut, menjadikan Milan sebagai batu loncatan bagi kariernya yang panjang dan (seharusnya) cerah bukan cara yang baik untuk menjadi pemain besar. Ya, saya tahu AC Milan itu lebih besar daripada Donnarumma, tapi alangkah baiknya jika AC Milan bisa lebih besar bersama Donnarumma.

Kiper utama Italia ditakdirkan bermain di Juventus

Sepakbola modern tidak bisa diprediksi, apalagi di saat jendela transfer, apalagi jika kita sudah membicarakan Raiola yang loyal... loyal terhadap uang maksud saya. Maka dari itu, kemungkinan Gigio untuk pindah terus bermunculan bahkan tanpa ada isu ini pun.

Jika ada satu kesebelasan yang lebih besar daripada Milan saat ini di Italia, kesebelasan tersebut pasti adalah Juventus. Skenario kepindahan Donnarumma ke Juventus, jika kita bisa menempatkan diri kita sebagai Donnarumma, sebenarnya cukup realistis dan menarik.

Buffon sudah menyatakan jika ia akan pensiun setelah musim depan (2017/2018), kontrak Donnarumma di Milan akan habis pada Juni 2018. Kepindahan Donnarumma ke Juventus di Juli 2018 akan menjadi sebuah kepindahan simbolis yang sempurna: ia akan menggantikan penjaga gawang nomor satu Italia di kesebelasan nomor satu di Italia dan juga di tim nasional Italia (maaf, ya, Emil Audero).

Sebagai tambahan, Giuseppe Marotta, direktur Juventus, sempat berujar pada November 2016 (dikutip dari ESPNFC): "Dalam 20 tahun terakhir, penjaga gawang timnas Italia selalu datang dari Juventus. Aku mengatakan ini untuk memastikannya: Pernah ada [Dino] Zoff, Buffon, dan... sejarah Juventus dibuat oleh gelar juara dan talenta-talenta Italia."

Jadi, mau ke Juventus nih? 🐍

A post shared by PanditFootball.com (@panditfootball) on

Belajar dari kasus Raiola dengan Paul Pogba, hal ini bisa saja terjadi kepada Donnarumma. Jalan ceritanya pun sudah dirancang sedemikian rupa oleh banyak pihak. Namun, hal ini akan sangat mengesalkan bagi para pendukung Milan jika sungguhan akan terjadi. Donnarumma akan dicap sebagai pengkhianat, snake, atau sebutan buruk lainnya.

Di satu sisi, ini buruk bagi reputasinya di Milan, tapi akan sangat baik bagi perkembangan mentalnya jika ia mampu mengatasi semua itu. Tapi kembali, kita harus ingat jika Donnarumma masih akan berusia 19 tahun jika hal tersebut terjadi di akhir musim depan. Apakah mentalnya sudah siap? Atau ia harus pindah dahulu ke luar Italia sebelum kembali untuk membela Juventus di usianya yang sudah lebih dewasa? (sambil memberi kesempatan kepada Audero)

Pindah ke luar Italia

Pindah ke sesama kesebelasan Italia, apalagi ke Juventus atau Internazionale Milan, adalah sebuah pengkhianatan besar. Tapi jangankan Juventus atau Inter, ke kesebelasan lain di Italia saja tetap bisa dicap seperti itu, apapun pilihannya. Jadi, kalaupun pindah, mungkin Donnarumma akan memilih destinasi ke luar Italia.

Ada banyak negara yang bisa menjadi destinasi bagi Gigio, seperti Spanyol, Inggris, Prancis, Jerman, sampai mungkin Amerika Serikat. Sementara itu Tiongkok kemungkinan besar tidak masuk karena Liga Super Tiongkok tidak membolehkan penjaga gawang selain orang Tiongkok untuk bermain di liga mereka.

Dari pilihan-pilihan di atas, untuk perkembangan kariernya dan mengingat ia menjadi salah satu penjaga gawang yang paling dipertimbangkan untuk dibawa oleh timnas Italia ke Piala Dunia 2018 (jika lolos), maka sebaiknya ia memilih kesebelasan di mana ia bisa menjadi pemain yang sering bermain.

Jika kesebelasan tersebut bukan Milan, maka ia bisa saja pindah asalkan penjaga gawang utama di kesebelasan tujuannya diperkirakan bisa ia geser. Melihat kemungkinan tersebut, ada dua kesebelasan yang mungkin mempertimbangkan membeli Donnarumma, yaitu Real Madrid dan Manchester United.

Kabar kepindahan David De Gea ke Real Madrid selalu menjadi buah bibir di setiap jendela transfer. Begitu juga Real Madrid seolah secara tidak langsung selalu menunjukkan ketidakpercayaanya kepada sosok Keylor Navas (atau Kiko Casilla) sebagai penjaga gawang utama mereka.

Jika De Gea pindah ke Real Madrid, maka keputusan Donnarumma untuk pindah ke United akan sangat menarik, sekalipun ada anggapan jika Jose Mourinho tidak menyukai pemain muda, tapi Donnarumma adalah talenta spesial. Sebaliknya, jika Real Madrid gagal mendatangkan De Gea, kepindahan Donnarumma ke ibu kota Spanyol tersebut juga akan menjadi kepindahan yang menarik.

Melihat Raiola sebagai agennya, maka kemungkinan Donnarumma hanya ingin pindah jika tawaran gajinya tinggi. United dan Real masuk ke kriteria itu. Begitu juga Paris Saint-Germain. Sementara untuk kesebelasan lain, jika kita mengesampingkan faktor keuangan, Liverpool mungkin bisa menjadi destinasi yang juga menarik.

***

Sejujurnya, Donnarumma sebaiknya tidak pindah ke mana-mana. Milan adalah pilihan impiannya. Tapi dengan Raiola, bertahan di satu kesebelasan sepertinya tidak menjadi opsi yang realistis. "Jika Messi adalah klienku, aku akan membuatnya berganti kesebelasan setidaknya empat kali," kata Raiola dikutip dari Express pada Januari 2015. Ia sangat jujur pada pernyataannya tersebut.

Jadi dengan Raiola, kita mungkin akan melihat Donnarumma berganti kesebelasan di musim panas ini, musim dingin nanti, atau musim panas depan. Ini hanya soal waktu.

Jika Gigio ingin "menyenangkan" semua orang, ia pasti tidak akan memilih Juventus meskipun sangat menarik dengan rencana pensiunnya Buffon. Sehingga mungkin ia akan pindah ke luar Italia. United, Real Madrid, PSG, atau MLS selalu menjadi opsi yang menarik bagi (dompet) Raiola.

Meskipun demikian, dari semua hal di atas, kita harus ingat jika Donnarumma sendiri belum berkata apa-apa soal kepindahannya ini. Kita hanya senang mengkreasi skenario-skenario di kepala kita. Itulah sepakbola modern. Apapun keputusannya nanti, yang penting Bapak (Raiola) senang.

Komentar