Mesut Ozil "Menghilang" pada Pertandingan Besar

Analisis

by Gunanda Hasdiansyah 35023

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Mesut Ozil "Menghilang" pada Pertandingan Besar

Penampilan gelandang Arsenal, Mesut Ozil, sedang berada dalam sorotan tajam sepanjang 2017 ini. Mantan pemain Real Madrid ini dianggap tidak mampu menampilkan performa luar biasa yang ditunjukkannya pada musim lalu.

Anggapan yang tentunya tidak salah jika melihat data-data yang tersaji tentang statistik Ozil musim ini. Jika dibandingkan dengan statistiknya musim lalu, tentu akan terlihat perbedaan mencolok sehingga wajar saja apabila muncul anggapan bahwa penampilan Ozil sedang merosot musim ini.

Kita akan coba membandingkan statistik yang dimiliki pemain berusia 28 tahun ini dengan mengambil data dari 25 pertandingan pertama Liga Primer Inggris musim lalu dan musim ini. Kenapa hanya 25 pertandingan? Agar perbandingan tersebut terasa lebih adil. Hal ini dikarenakan pada musim ini, Liga Primer Inggris baru berlangsung hingga gameweek 25.

Pada musim lalu hingga gameweek 25, Ozil hanya absen pada dua laga saja. Artinya ia bermain dalam 23 pertandingan. Berdasarkan data dari Squawka, dengan jumlah penampilan tersebut ia sudah mengkreasikan peluang sebanyak 99 kali dan 16 diantaranya berbuah menjadi asis

Bandingkan dengan musim ini, memang hingga gameweek 25, Ozil bermain bermain lebih sedikit dibandingkan dengan musim lalu yaitu dengan selisih satu laga. Hal ini dikarenakan ia sudah absen dalam tiga laga musim ini. Namun, hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap statistik yang dibukukannya.

Dalam 22 pertandingan yang telah dimainkannya di Liga Primer Inggris musim ini, Ozil baru mengkreasikan 59 peluang dan hanya empat diantaranya yang berbuah menjadi asis.

Dari statistik tersebut jelas sekali terlihat bahwa Ozil mengalami kemerosotan penampilan yang cukup tajam dibandingkan musim lalu. Buruknya statistik Ozil musim ini juga semakin diperparah dengan data penampilannya saat menghadapi kesebelasan-kesebelasan besar.

Dalam pertemuan Arsenal dengan beberapa kesebelasan besar musim ini, Ozil hanya tidak bermain ketika melawan Liverpool. Sisanya ketika Arsenal menghadapi Chelsea dua kali, Manchester United, Manchester City dan Tottenham Hotspur di Liga Primer Inggris, Ozil selalu dimainkan.

Sementara itu di Liga Champions, Ozil tampil di semua laga saat Arsenal bersua kesebelasan besar seperti Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen.

Dari total delapan penampilannya saat Arsenal berhadapan dengan beberapa kesebelasan besar tersebut, gelandang timnas Jerman ini hanya mampu mengkreasikan 14 peluang saja tanpa membukukan satu pun asis.

Ozil bisa dikatakan “menghilang” saat Arsenal bermain melawan kesebelasan besar. Hal ini tentu cukup merugikan pasukan Arsene Wenger. Mengingat Ozil merupakan pengatur serangan sekaligus nyawa permainan Arsenal di lini tengah. Yang terbaru dari kasus “menghilang” Ozil pada pertandingan besar adalah pada saat Arsenal dikalahkan dengan skor 5-1 oleh Bayern Munchen. Ia hanya mampu mengkreasikan satu peluang saja pada pertandingan tersebut.

Jika dibandingkan musim lalu, saat bermain pada pertandingan besar, dari 13 laga ia mampu mengkreasikan 32 peluang dengan lima diantaranya berbuah menjadi asis.

Menurunnya performa Ozil ini ternyata juga disadari oleh sang manajer, Arsene Wenger. Menurut Wenger, pemain berkaki kidal tersebut sedang mengalami krisis kepercayaan diri yang akhirnya membuat penampilannya memburuk.

"Saya merasa ia tidak benar-benar percaya diri secara teknis,” ujar manajer berusia 67 tahun tersebut seperti dikutip oleh Telegraph. "Itu adalah masalah karena Anda berpikir ia bisa memberikan sesuatu yang istimewa. Ia melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan. Ia perlu menemukan kepercayaan diri lagi. Ia melewatkan beberapa peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik."

Selain masalah kepercayaan diri, permasalahan kontraknya yang akan habis pada Juni 2018 juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Dalam hal ini ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, buruknya performa Ozil ini bisa diakibatkan karena dirinya memang sudah tidak betah di Arsenal dan tak ingin diperpanjang kontraknya. Ditambah lagi sempat beredar kabar bahwa ia akan kembali ke mantan kesebelasannya, Real Madrid.

Kemungkinan yang kedua adalah penampilan buruknya ini bisa saja sebagai bentuk protes dirinya agar keinginannya untuk mendapatkan kenaikan gaji dapat terpenuhi. Memang sempat muncul kabar bahwa belum diperpanjangnya kontrak Ozil adalah karena ia ingin mendapatkan kenaikan gaji.

Jadi, dari semua kemungkinan penyebab merosotnya penampilan Ozil musim ini, manakah yang paling tepat? Apakah masalah kepercayaan diri seperti kata Wenger? Atau masalah yang terkait dengan kontraknya? Tidak ada yang tahu pastinya. Namun yang jelas, Ozil sedang tidak berada dalam performa terbaiknya terutama dalam pertandingan besar.

Foto: fommunity.tumblr.com

Komentar