Segeralah Berevolusi, Sturridge!

Taktik

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Segeralah Berevolusi, Sturridge!

Beda pelatih atau manajer, pasti konsep yang ia bawa ke dalam tim akan berbeda. Itu adalah hal yang pasti, karena, setiap pelatih atau manajer memiliki pemikiran yang berbeda dalam membentuk tim ideal sesuai dengan konsep yang ia percayai. Inilah yang harus dipahami oleh Daniel Sturridge.

Isu mengenai masa depan Sturridge sebenarnya sudah mengemuka sejak beberapa waktu yang lalu. Ketika awal 2016, manajer Juergen Klopp mengatakan bahwa ia senang akan kembalinya Daniel Sturridge ke dalam skuatnya. Ia bahkan sempat berujar bahwa penyerang tengahnya yang haus gol telah kembali ke dalam skuat.

Seiring berjalannya sisa musim 2015/2016, Sturridge pun acap kali menjadi pilihan utama Juergen Klopp. Ia bahkan mencetak sebiji gol dalam ajang Europa League melawan Sevilla yang berakhir kekalahan bagi The Reds. Berkat penampilannya ini pula, Sturridge berhasil masuk skuat timnas Inggris pada Piala Eropa 2016, meski pada akhirnya Inggris harus disingkirkan oleh tim debutan, Islandia.

Namun, memasuki musim baru 2016/2017, Sturridge harus menghadapi tembok besar yang ada di hadapannya, dan itu mulai terlihat saat Liverpool menghadapi Tottenham Hotspur pada Sabtu (27/8/2016) malam. Ketika Liverpool mengalami kebuntuan, sama seperti ketika menghadapi Burnley, Klopp malah memainkan Divock Origi terlebih dahulu, baru memainkan Sturridge.

Ini belum menghitung posisi Sturridge yang tidak dimainkan sebagai penyerang tengah kala Liverpool menghadapi Burnley. Sturridge yang dimainkan di sayap tampak frustrasi dan seperti sulit untuk menyesuaikan diri dengan penyerangan Liverpool yang pada musim ini mulai cair, seperti halnya saat pertandingan pembuka Liga Primer Inggris saat The Reds menghadapi Arsenal.

Mengenai Sturridge yang hanya dimainkan beberapa menit saat menghadapi Tottenham Hotspur, yang disebut oleh ESPN FC sebagai sebuah perbuatan kriminal, Klopp berujar bahwa ia masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan para pemain Liverpool yang lain, yang ia nilai sudah mengalami masa pramusim yang maksimal jika dibandingkan dengan Daniel Sturridge.

"Ia (Daniel Sturridge) adalah pemain dengan kemampuan yang luar biasa. Namun dalam pertandingan melawan Tottenham, saya melakukan ini (memainkan Sturridge di menit akhir) karena saya tahu apa yang harus saya lakukan, meski saya tahu musim lalu, saat Liverpool menghadapi Tottenham terakhir kali di Anfield, ia tampil luar biasa," ujar Klopp.

"Ia hanya tidak memiliki pramusim yang baik, berbeda dengan rekan-rekannya. Oleh karenanya ia harus bekerja keras lebih daripada pemain yang lain," tambahnya.

Namun, pekerjaan rumah bukan hanya milik Klopp saja. Sturridge pun harus mulai melakukan sesuatu untuk merebut kembali tempatnya di starting line-up. Berevolusi misalnya.

**

Dalam dua pertandingan terakhir, James Milner sering ditempatkan sebagai full-back kiri, menyusul penampilan Alberto Moreno yang kerap kali mengundang kecaman. Saat melawan Burnley, ia tampak belum mampu menyesuaikan diri karena ini adalah posisi baru baginya. Pada pertandingan melawan Spurs, ia mulai terbiasa, malah ia tampil begitu kokoh di posisi tersebut.

"Saya adalah pemain Liverpool dan saya akan melakukan apa yang diperintahkan oleh manajer. Ia memerintahkan saya bermain sebagai full-back kiri, dan saya tidak ada masalah dengan itu. Saya banyak menonton video sesudah pertandingan mengenai pemain di full-back kiri, juga menempati posisi yang sama ketika latihan ataupun pramusim kemarin," ujar Milner kepada The Guardian.

"Namun yang lebih menarik adalah, konsep yang dibawa oleh pelatih mengenai full-back kiri idamannya. Mendengarkan konsepnya itu, saya pun menjadi tertarik, dan mencoba bermain di posisi ini. Menyenangkan juga," tambahnya.

Sturridge bisa mencontoh apa yang Milner lakukan ini. Ia bisa memulai evolusi sebagai seorang penyerang dengan tidak hanya terpaku kepada posisi penyerang tengah. Ia seharusnya bisa melihat, bahwa sekarang ini penyerangan Liverpool tidak terpatok pada kemampuan seorang penyerang tengah yang mampu menyelesaikan peluang semata.

Pemain yang pernah membela Chelsea ini, selain memiliki kemampuan finishing yang baik seperti yang diujarkan oleh Klopp, sebenarnya memiliki kemampuan lari dan dribel yang juga tidak kalah hebat. Dengan kemampuan itu, seharusnya ia mampu berkolaborasi dengan para pemain di lini serang lain seperti Adam Lallana, Phillipe Coutinho, rekrutan anyar Sadio Mane, atau berkolaborasi dengan pemain yang merebut posisinya saat ini, Roberto Firmino.

Ia bisa melakukan lebih yang dilakukan oleh Firmino sekarang, mencari ruang dengan lebih baik daripada Origi, dan melengkapi kekurangan Coutinho, Lallana, ataupun Firmino perihal penyelesaian akhir. Maka ia harus segera berevolusi, seperti yang dilakukan oleh James Milner.

Ditempatkan di posisi manapun di lini serang, Sturridge harus bisa menyesuaikan diri dan mengeluarkan kemampuan terbaik. Jika ditempatkan sebagai winger, ia bisa mengeluarkan dribelnya yang cukup mumpuni. Pun jika ditempatkan sebagai penyerang tengah, ia tidak harus menjadi penyerang tengah yang konvensional, dan melakukan pergerakan untuk mengacaukan pertahanan lawan.

Lalu, setelah melakukan itu semua, Sturridge juga dapat menampilkan kelebihannya yang lain, yaitu finishing berkelas, minimal seperti apa yang ia lakukan kala melawan Sevilla.

**

Gino, tokoh dalam serial manga Giant Killing pernah berkata bahwa perubahan posisi itu tidak penting, karena yang terpenting adalah menjadi diri sendiri meskipun posisi berubah dari yang biasanya, seperti halnya seseorang yang tetap menjadi dirinya sendiri meskipun lingkungannya berubah.

Sturridge bisa berevolusi dalam artian demikian. Ia tidak perlu menanggalkan kemampuannya yang hebat dalam finishing hanya karena misalnya, berpindah dari posisi penyerang tengah menjadi penyerang sayap. Justru, evolusi yang dilakukan oleh Sturridge ini bisa saja malah akan membuat kemampuan penyerang timnas Inggris ini menjadi semakin komplit.

Jadi tidak ada salahnya bagi Sturridge untuk segera berevolusi, dan memaksimalkan kemampuan demi mendapat tempat kembali di starting line-up.

Komentar