Permutasi Posisi Sergi Roberto Sebagai Solusi Krisis Bek Barça

Taktik

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Permutasi Posisi Sergi Roberto Sebagai Solusi Krisis Bek Barça

Mempertanyakan posisi bermain Sergi Roberto yang mulai sering menjadi bek kanan Barcelona adalah menu utama bagi para Barcelonistas –julukan para suporter Barcelona- dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini cukup mafhum karena saya dan mereka para penggemar Barcelona hanya mengenal seorang Sergi Roberto yang biasa beroperasi di lini tengah, bukan di posisi bek sayap.

Bahkan sebelum ia sering ditempatkan sebagai gelandang tengah a la box-to-box oleh Luis Enrique musim lalu, sejatinya Sergi Roberto adalah seorang pengatur serangan ketika ia membela kesebelasan Barca B. Sedangkan bek kanan Barcelona B saat itu adalah Martin Montoya yang kini dipinjamkan oleh Barcelona menuju Inter Milan.

Masalahnya, kini Martin Montoya telah pergi. Dan dalam dua pertandingan liga terakhir, posisi bek kanan “dadakan “ diemban oleh Sergi Roberto yang notabene-nya adalah sahabat dari “sang bek kanan murni” yang kini menyingkir ke Inter Milan. Anomali-kah ini?

Tidak ada yang janggal sebetulnya. Aleix Vidal direkrut sebagai persiapan dari Dani Alves yang mulai menua. Douglas pun musim lalu didatangkan sebagai pelapis dari Dani Alves. Namun sialnya, mereka bertiga harus absen pada awal musim ini. Dani Alves dan Douglas karena cedera, sedangkan Aleix Vidal terbentur masalah administrasi karena Barca masih dalam masa hukuman FIFA.

Perihal pergeseran posisi ini, Luis Enrique menempatkan Sergi Roberto menjadi bek kanan terhitung sejak pra-musim lalu. Kondisinya, saat itu Dani Alves yang masih menjalani liburan pasca Copa America 2015 dan Douglas terbaring cedera. Tak ada pilihan lain di posisi bek kanan. Inilah salah satu kronologis penempatan Sergi Roberto di bek kanan Barca.

Sergi Roberto tak bermain canggung. Seperti layaknya anak muda yang ingin mengambil hati pelatihnya,  ia bermain dengan maksimal dengan memanfaatkan kesempatan langkanya ini. Maklum saja, musim lalu Sergi Roberto adalah pilihan nomor sekian di lini tengah setelah Andres Iniesta, Xavi, Sergio Busquets, Ivan Rakitic, dan Rafinha.

Sergi Roberto

Note: Dani Alves tidak dimasukkan ke dalam perbandingan karena ketimpangan menit bermain. Statistik Douglas, Montoya dan Sergi (MF) adalah raihannya di musim lalu.

Jika melihat uraian statistik dalam infografis di atas, Sergi Roberto sebagai bek kanan musim ini sebetulnya sejauh ini bermain sangat baik jika dibandingkan dengan Douglas dan Montoya (sebagai bek kanan musim lalu). Perbandingan menit bermain yang tidak terlalu timpang juga menjadi alasan dari perbandingan ketiga pemain ini.

Aksi ofensif dan defensif Sergi Roberto sebetulnya juga lebih berimbang dan lebih baik dari dua rekannya tersebut. Sergi Roberto lebih aktif melalakukan tekel dan sapuan. Bahkan, Sergi juga sering melakukan take-ons untuk melewati lawannya ketika menyisir sisi kanan Barca. Tak pelak, aksi gemilangnya ini menuai pujian dari pelatihnya sendiri.

“Sergi Roberto adalah pemain cerdas yang mampu bermain di berbagai posisi. (Setelah melihat penampilannya tadi) mungkin anda semua berpikir Sergi Roberto sudah sangat lama bermain di posisi tersebut” ungkap Luis Enrique pasca pertandingan melawan Malaga.

Untitled-1

Gaya bermain bek kanan Barcelona yang tidak statis dan cenderung merangsek ke lini tengah juga membantu Sergi Roberto dalam beroperasi di sektor tersebut. Jika memperhatikan gambar 1, terlihat Sergi Roberto membantu proses pressing dan build-up Barcelona dari lini belakang.

Beda lagi jika menilik gambar 2 yang lebih cenderung adalah tugas utama dari para bek sayap Barcelona yaitu membangun serangan dari sisi. Sergi Roberto yang berlari menyisir sisi kanan guna menjangkau umpan diagonal yang diarahkan oleh pemain tengah Barca ke sisi sayap kanan yang ditinggalkan Lionel Messi. Pada kesempatan tersebut, Sergi berhasil masuk ke kotak penalti untukmelakukan tendangan ke arah gawang lawan.

Sergi Roberto yang musim lalu bermain hanya 12 kali dengan rincian 513 menit, nyatanya tak lebih baik dari Sergi Roberto musim ini yang mendadak menjadi bek kanan. Mungkin, satu-satunya yang bisa dibanggakan adalah perihal persentase operannya yang lebih baik (95% > 88%) dibanding saat ini. Namun, hal tersebut sangat masuk akal karena saat beroperasi di lini tengah, Sergi Roberto banyak bermain dengan operan-operan simpel tanpa resiko baik menuju lini depan Barca atau kepada rekannya sesama lini tengah musim lalu.

Maka, jika dibolehkan mengambil kesimpulan sedini mungkin, saya berpendapat bahwa Sergi Roberto memiliki kecocokan dengan posisi barunya di bek kanan karena Luis Enrique mampu mengembangkan potensi terpendamnya. Bahkan, jika Sergi memiliki kecepatan yang baik, bukan tak mungkin ia akan benar-benar "menghijrahkan dirinya" dari posisi pemain tengah menjadi posisi bek kanan seperti saat ini.

Namun, bagaimanapun, Sergi hanya mencoba memanfaatkan sebaik mungkin memanfaatkan kesempatan yang ada di depan matanya. Musim 2015-16 baru saja dimulai, kita tak tahu kejutan apalagi yang akan dihadirkan oleh Luis Enrique untuk Sergi Roberto dan skuat Barca lainnya musim ini. Semoga saja eksperimen Luis Enrique ini berjalan dengan sukses.

Foto: Getty Images

Komentar