Ingin Menang? Jangan Buat Kesalahan!

Sains

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Ingin Menang? Jangan Buat Kesalahan!

Sepakbola adalah olahraga yang penuh dengan kesalahan. Berbeda dengan bola basket atau American Football yang menggunakan tangan, penggunaan kaki membuat pemain sepakbola akan lebih sulit untuk mengontrol bola. Karena itulah, tidak banyak gol yang tercipta dalam pertandingan sepakbola, bandingkan dengan pertandingan bola tangan, misalnya.

Dr. Rolland Loy, seorang sport scientist asal Jerman, melakukan penelitian tentang keacakan dalam permainan sepakbola. Dalam penelitian ini, Rolland meneliti 1200 pertandingan Bundesliga dan mendapatkan bahwa 60% gol tercipta akibat rancangan permainan sebuah tim. Sedangkan 40% lainnya tercipta akibat peluang yang tidak diduga.

Yang dimaksud dengan peluang yang tidak diduga adalah ketika peluang mencetak gol yang didapat sebuah tim tercipta di luar sesuatu yang mereka rencanakan. Contohnya adalah saat lawan melakukan umpan yang buruk di daerah sendiri, atau bola terpantul secara tidak sengaja dan mengarah ke salah satu penyerang yang berdiri bebas, atau kejadian-kejadian lain yang membuat orang kemudian berkata gol tersebut merupakan "keberuntungan".

Apa yang ditemukan Rolland setelah meneliti sejumlah pertandingan di Bundesliga, semakin diperkuat setelah ia meneliti lebih lanjut pada pertandingan liga-liga lain di Eropa. Dengan memperluas cakupan penelitian ini, Rolland justru mendapatkan bahwa gol yang tercipta akibat peluang yang tidak diduga tersebut justru mencapai 46%.

Selain itu, Rolland melihat soal jumlah sentuhan yang dilakukan dalam setiap pertandingan yang diteliti. Rolland mendapatkan bahwa terdapat 12405 sentuhan terhadap bola dari semua pertandingan tersebut. Dari situ, ternyata 35% dari total sentuhan adalah sentuhan yang tidak direncanakan. Yang dimaksud sentuhan tidak direncanakan adalah, bola memantul ke kaki, sapuan bola dengan arah yang asal saja, dan beberapa sentuhan lainnya.

Dari sini, Rolland kemudian berpendapat bahwa kesalahan pemain bertahan merupakan satu hal yang sangat krusial dalam sebuah pertandingan. Sebuah tim akan lebih berpeluang untuk memenangkan pertandingan, ketika mereka mampu meminimalisasi kesalahan ketimbang mampu menciptakan banyak peluang.

Maka mungkin ini juga yang menjadi alasan Chelsea menjual David Luiz ke Paris Saint Germain. Pasalnya, bek asal Brasil ini merupakan pemain dengan tingkan kesalahan saat bertahan yang cukup tinggi. Dari total aksi bertahanannya, 20,7% diantaranya berbuah sebuah kesalahan dan 2,3% diantaranya adalah sebuah kesalahan yang fatal. Hanya ada sembilan pemain bertahan di Eropa yang memiliki catatan lebih buruk dari ini.

Ini pula yang sebenarnya baru kita saksikan pada dua tim nasional Indonesia yang bertanding dalam tiga hari terakhir ini, yaitu tim nasional senior dan timnas U-23. Tim nasional senior berhasil mengalahkan Myanmar dalam pertandingan persahabatan dengan skor 2-1. Sedangkan timnas U-23 harus rela kalah 0-4 dari Korea Selatan yang membuat mereka gagal lolos ke Piala Asia U-23.

Jika melihat kedua pertandingan tersebut, tim nasional senior memang menghadapi lawan yang lebih mudah ketimbang tim nasional U-23. Namun pada kenyataannya, tim nasional senior justru bermain lebih buruk. Mereka gagal mengonversi gol dari beberapa peluang yang mereka ciptakan.

Namun pada akhir pertandingan, Indonesia akhirnya bisa meraih kemenangan lewat dua gol yang bisa dikatakan sebagai sesuatu yang diluar rencana. Gol pertama tercipta setelah tendangan melenceng Zulham Zamrun membentur kaki Raphael Maitimo. Sedangkan gol kedua tercipta akibat kecerobohan pemain bertahan Myanmar yang berujung pada tendangan keras Christian Gonzalez.

Di sisi lain, timnas U-23 yang melawan Korea Selatan terus mendapatkan tekanan sejak awal pertandingan. Namun  mereka berhasil tidak kemasukkan hingga babak pertama berakhir. Kondisi ini terus bertahan hingga akhirnya terjadi satu kesalahan di barisan pertahanan Indonesia. Kiper indonesia, M. Natshir gagal menangkap dengan sempurna umpan silang Korsel yang kemudian bolai liar mengarah ke kaki Jung Seung Hyun. Pemain Korsel ini kemudian mudah saja memasukan bola setalah Natshir tidak berada dalam posisi yang tepat.

Apa yang terjadi pada dua pertandingan ini sejalan dengan kesimpulan penelitian Rolland. Pada dasarnya sebuah tim harus sebisa mungkin menghindari kesalahan jika ingin memenangkan pertandingan.

Tim nasional Indonesia akan menjalani babak kualifikasi Piala Asia pada bulan Juni nanti. Indonesia tentu harus menghadapi lawan-lawan yang lebih berat dari Myanmar. Mungkin Benny Dollo mulai bisa memikirkan bagaimana anak asuhnya sebisa mungkin menghindari kesalahan agar peluang Indonesia lolos bisa menjadi lebih besar.

Komentar