Pelopor Sponsor di Seragam

Backpass

by M. Rifky Herlanda P.

M. Rifky Herlanda P.

Bola adalah pacar.

Pelopor Sponsor di Seragam

Dari maskapai penerbangan, ban, rumah judi, bir, restoran cepat saji, sampai situs porno, semuanya lengkap dan bisa saja terpampang di jersi (jersey) kesebelasan. Bahkan mungkin bisa lebih dari satu sponsor di satu jersi, seperti yang marak terjadi di Indonesia. Namun sebenarnya jersi sepakbola tidak memiliki sponsor di masa lalu.

Di Inggris, sempat beredar kabar bahwa Liverpool adalah kesebelasan (Inggris) pertama yang menandatangani kesepakatan sponsor untuk ditempelkan pertama kali di jersi mereka. Salah satu perusahaan alat elektonik dari Jepang, Hitachi, menjadi sponsor di seragam The Reds pada 1979.

Namun ternyata, kesepakatan pertama untuk memasukkan nama sebuah jenama (brand) atau sponsor di sebuah jersi sepakbola terjadi jauh dari Anfield, dan jauh dari 1979. Berlokasi di lingkungan Rockingham Road yang jauh lebih sederhana, Kettering Town memperkenalkan sponsor di seragam pada pada 24 Januari 1976.

Kettering Town menjadi kesebelasan pertama yang bermain dengan nama sponsor menempel di dada jersi, setelah menandatangani kesepakatan dengan salah satu perusahaan ban lokal, Kettering Tyres. Kala itu mereka memainkan pertandingan menghadapi Bath City di ajang Soutern League, divisi ketujuh kompetisi Inggris.

Derek Dougan, mantan pemain Wolverhampton Wenderers, yang mendapat kepercayaan untuk menjadi CEO Kettering Town adalah orang dibalik kesepakatan untuk menempelkan Kettering Tyres di jersi dari Kettering Town.

Bukannya mendapat apresiasi dari FA selaku federasi sepakbola Inggris, Kettering Town malah mendapat teguran dan FA meminta tulisan ‘Kettering Tyres’ yang ada di bagian depan untuk dihapus dari jersi mereka. Saat itu FA berpendapat bahwa jersi hanya boleh ditempeli nomor, logo, atau tulisan seperti nama kesebelasan.

Dougan tak terima begitu saja dan cukup mempertanyakan larangan dari FA tersebut. Dia mengatakan bahwa tak ada larangan tertulis dari peraturan FA sejak 1972 untuk menempelkan sponsor di sebuah jersi.

"Saya merasa tidak masuk akal bahwa para birokrat yang berpikiran sempit memiliki masalah ini," kata Dougan.

Seolah ingin mengelabui FA, Dougan mengambil keputusan untuk mengubah tulisan sponsor yang ada di jersi mereka yang awalnya ‘Kettering Tyres’ menjadi ‘Kettering T’, T disitu diibaratkan singkatan dari nama klub mereka ‘Town’. Ini memang hanya akal-akalan, tapi ini lebih tak menyalahi aturan lagi (di atas kertas).

Namun FA seolah tak mau dikelabui. Mereka malah memberikan teguran kembali kepada Kettering Town. FA pun kembali memerintahkan Kettering Town untuk menghapus tulisan di jersi mereka, dan apabila tidak menuruti teguran tersebut, Kettering Town diwajibkan membayar denda kepada FA. Karena mereka hanya sebuah kesbelasan kecil yang tidak memiliki banyak uang, Kettering Town pun mengalah.

Setelah permasalahan ini selesai atau bisa dibilang FA menang, dua kesebelasan Inggris lainnya—Bolton Wenderers dan Derby County—pada saat itu ikut mendukung apa yang dilakukan oleh Kettering Town. Menurut kedua kesebelasan itu, langkah yang dilakukan oleh Kettering Town adalah langkah luar biasa dan ini adalah awal kemajuan sepakbola Inggris.

Bolton dan Derby akhirnya ikut melobi FA untuk mencabut larangan untuk menempelkan sponsor di jersi-jersi kesebelasan di Inggris. FA pun akhirnya mencabut larangan itu pada Juni 1997. Namun memang masih ada sedikit pembatasan, yaitu soal ukuran nama sponsor pada sebuah jersi.

Ketika larangan itu dicabut, sayangnya Kettering yang merupakan kesebelasan pertama yang mempelopori menempelkan nama sponsor di jersi ternyata malah kesulitan untuk mendapatkan sponsor di musim berikutnya.

Kevin Shoemake, selaku CEO Northamptonshire FA, pernah mengatakan apresiasi untuk apa yang telah dilakukan oleh Dougan dan Kettering Town pada acara 40 tahun peringatan sejarah jersi Kettering Town.

"Sungguh luar biasa menghargai peristiwa penting dalam sejarah sepakbola di Inggris kepada sebuah kesebelasan di Northamptonshire. Sponsor kaus membantu kesebelasan-kesebelasan di Inggris untuk berkembang. Pemikiran visioner dan kerja keras dari Derek Dougan dan Kettering Town menantang aturan pada saat itu."

Tanpa adanya langkah yang dilakukan Dougan bersama Kettering Town mungkin kita tidak akan melihat Internazionale Milan yang identik dengan Pirelli, Liverpool dengan Carlsberg, atau kesebelasan-kesebelasan Indonesia dengan merek-merek makanan/minuman instan.

Komentar