Satu Hari, Empat Pertandingan, 25 Gol

Backpass

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Satu Hari, Empat Pertandingan, 25 Gol

Setelah Uruguay, Italia, Perancis, dan Brasil, Swiss terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia. Swiss menjamu para peserta lain di edisi 1954.

Piala Dunia edisi kelima ini diikuti 16 kesebelasan. Juara bertahan Uruguay dan tuan rumah Swiss lolos otomatis sementara 14 sisanya melewati kualifikasi.

Keenam belas peserta dibagi ke dalam empat grup. Masing-masing grup berisi empat kesebelasan. Yang menarik, aturan Piala Dunia 1954 mengharuskan setiap grup diisi oleh dua kesebelasan unggulan dan dua kesebelasan non-unggulan.

FIFA telah menentukan kesebelasan mana saja yang berhak menyandang status unggulan bahkan sebelum kualifikasi digelar. Austria, Brasil, Inggris, Perancis, Hungaria, Italia, Uruguay, dan Spanyol masuk daftar kesebelasan unggulan. Akan tetapi di babak kualifikasi secara mengejutkan Turki mampu mengalahkan Spanyol. La Furia Roja gagal lolos ke Piala Dunia 1954 dan predikat unggulan Spanyol otomatis berpindah ke Turki.

Hal menarik lainnya adalah sistem yang digunakan: setiap grup akan menggelar empat pertandingan dan setiap pertandingannya hanya akan mempertemukan kesebelasan unggulan dan kesebelasan non-unggulan. Sistem ini sangat berbeda dengan sistem round-robin yang biasa dipakai di fase grup, di mana setiap peserta akan saling berhadapan dengan satu sama lain. Pada edisi sebelum dan sesudah Piala Dunia 1954 sistem ini tidak berlaku; Piala Dunia 1950 dan 1958 menggunakan sistem round-robin.

Di hari pertama Piala Dunia 1954 (16 Juni 1954) empat pertandingan digelar. Di antara keempat laga hari pembuka itu, pertandingan antara Brasil dan Meksiko di Grup 1 menjadi partai yang paling banyak menghasilkan gol. Total lima gol tercipta di pertandingan yang digelar di Jenewa tersebut.

Hasil itu seakan menjadi pertanda bahwa pertandingan-pertandingan lain di hari berikutnya juga akan menghasilkan banyak gol. Anggapan itu terbukti benar pada 20 Juni 1954. Empat pertandingan hari itu menghasilkan 25 gol. Rekor tersebut belum terpecahkan hingga saat ini.

Grup-grup yang menggelar pertandingan pada hari itu adalah Grup 2 dan Grup 4. Grup 2 mempertemukan Jerman Barat dengan Hungaria dan Turki dengan Korea Selatan. Grup 4 menggelar pertandingan Italia melawan Belgia dan Inggris kontra Swiss.

Di antara 44 pemain yang turun bertanding hari itu, Sandor Kocsis menjadi pencetak gol tercepat. Baru tiga menit laga berjalan, pemain Tim Nasional Hungaria tersebut sudah mampu membobol gawang Jerman Barat. Suat Mamat dari Turki kemudian menjadi pencetak gol kedua tercepat hari itu, berkat gol yang dijaringkannya ke gawang Korea Selatan di menit ke-10.

Urutan ketiga menjadi milik Egisto Pandolfini, yang mencetak gol penalti untuk Italia di menit ke-41. Gol Dennis Wilshaw di menit ke-69 menutup pesta hari itu.

Perlu diingat bahwa sepak mula Hungaria melawan Jerman Barat lebih awal dari tiga pertandingan lainnya, yaitu pada pukul 16:50 waktu setempat. Turki melawan Korea Selatan dan Italia melawan Belgia sama-sama dimulai pada 17:00, sementara Inggris melawan Swiss pada 17:10.

Keempat pertandingan tersebut kemudian berakhir seperti ini: Hungaria menang atas Jerman dengan skor 8-3; Turki mengalahkan Korea Selatan dengan skor 7-0; Italia menang atas Belgia dengan skor 4-1; dan Inggris unggul dari Swiss dengan skor 2-0.

Dari delapan kesebelasan yang menyuguhkan pertandingan dengan banyak gol itu, setengahnya berhasil maju ke perempat final. Mereka adalah Jerman Barat, Swiss, Hungaria, dan Inggris. Jerman Barat dan Hungaria melaju terus sampai ke final.

Di final, Jerman Barat yang bukan kesebelasan unggulan secara mengejutkan mengalahkan Hungaria 3-2. Berkat kemenangan itu Jerman Barat meraih gelar juara dunia pertama mereka.

Komentar