Musik Sebagai Juru Selamat Fortuna Duesseldorf

Backpass

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Musik Sebagai Juru Selamat Fortuna Duesseldorf

Chorus dari lagu berjudul “Strom” dikumandangkan di Esprit Arena setiap kali Fortuna Düsseldorf mencetak gol. Sudah sepantasnya memang Fortuna memberi penghargaan kepada Die Toten Hosen dengan memainkan lagu mereka.

Jika “Chelsea Dagger”-nya The Fratellis dimainkan di Celtic Park karena para personel band rock Skotlandia tersebut adalah para pendukung Celtic FC, maka “Strom” sangat layak mendapat tempat di kandang Fortuna karena Die Toten Hosen tidak hanya pendukung, tapi juga menjadi penyelamat mereka.

Pada 2001 hingga 2003, logo Die Toten Hosen terpampang di seragam Fortuna. Sepanjang periode tersebut, band punk asal Düsseldorf ini menjadi sponsor utama kesebelasan yang berdiri pada 5 Mei 1895 tersebut. Dana yang dikucurkan selama dua tahun tersebut, totalnya, mencapai 1 juta mark.

Menjadi sponsor utama Fortuna, sebenarnya, bukan kali pertama Die Toten Hosen membantu keuangan klub. Pada 1989, Die Toten Hosen menyisihkan 1 mark (sebagai perbandingan, 1 euro setara dengan 1,96 mark) dari setiap tiket konser yang terjual untuk Fortuna.

Dari tiket konser Die Toten Hosen ini Fortuna mampu mendaratkan Anthony Baffoe, pemain belakang andalan Fortuna Köln. Baffoe didatangkan untuk memperkuat lini pertahanan Fortuna, yang meraih promosi ke Bundesliga 1. Pemain yang mendapat panggilan dari Tim Nasional Ghana semasa berseragam Fortuna tersebut baru meninggalkan die Flingeraner pada 1992, saat klub terdegradasi ke Bundesliga 2.

Pada 2001, Fortuna yang bermain di Liga 3 (divisi ketiga liga Jerman, divisi profesional terbawah) selamat dari degradasi ke Oberliga Nordrhein (divisi keempat, divisi semiprofesional) hanya karena dua klub lain tak dapat ambil bagian di Liga 3 akibat alasan finansial. Keuangan Fortuna sendiri pada saat itu sebenarnya tidak sehat-sehat amat—karena itulah Die Toten Hosen kembali datang untuk memberi bantuan dana.

Namun walau secara keuangan terbantu, Fortuna turun tingkat juga pada 2002. Die Toten Hosen, toh, bertahan.

“Baik di divisi ketiga atau keempat, Fortuna—seperti Altbier dan [sungai] Rhine—tidak bisa dipisahkan dari Düsseldorf,” ujar Campino (nama panggung Andreas Frege), sebagaimana dikutip dari Frankfurter Allgemeine Zeitung.

“Kami harap kami bisa memberi kontribusi kepada Fortuna semampu kami, dan semoga [Fortuna] bisa naik [divisi] lagi,” ujar sang vokalis Die Toten Hosen, masih dikutip dari sumber yang sama.

Dengan menjadi penyuntik dana utama saja, Die Toten Hosen sebenarnya sudah berkontribusi sangat besar. Tapi tentu saja kontribusi mereka tidak berhenti di bantuan dana langsung. Kombinasi warna merah-putih seragam kandang Fortuna musim 2002/03 dan hitam-putih logo Die Toten Hosen menghasilkan jersey yang sangat digemari.

Sepanjang musim 2002/03, sekitar 10 ribu jersey terjual; darinya, Fortuna mendapat keuntungan 60 ribu euro. (Seragam kandang musim 2002/03 bahkan masih terus populer sampai belasan tahun kemudian. Pada 2017, Rheinische Post meminta seribu orang memilih jersey favorit mereka di antara 34 jersey Fortuna, dan jersey kandang musim 2002/03 menduduki peringkat pertama.)

Per musim 2003/04, logo Die Toten Hosen sudah tidak lagi terpampang di dada seragam pemain-pemain Fortuna. Itu terjadi seiring kedatangan Thomas Berthold sebagai direktur olahraga baru Fortuna (aktif menjabat per 1 Juli 2013). Berkat Berthold, posisi Die Toten Hosen digantikan oleh sponsor yang lebih besar: Puma.

“Setidaknya lewat jersey, masa keemasan Fortuna yang lama bangkit kembali,” ujar Campino mengenai digantikannya Die Toten Hosen oleh Puma, sebagaimana dikutip dari Kölner Stadt-Anzeiger.

Walau demikian, kedatangan Puma tidak serta merta memutus hubungan Die Toten Hosen dengan Fortuna. Dengan masuknya Puma sebagai sponsor utama, Die Toten Hosen mengalihkan fokus mereka. Kepada Fortuna, mereka menyumbang 50 ribu euro per tahun selama dua tahun untuk pembinaan tim muda.

“Bantuan Die Toten Hosen sangat besar,” ujar Berthold, sebagaimana dikutip dari Kölner Stadt-Anzeiger. “Masuknya perusahaan yang sangat berkembang seperti Puma adalah sinyal yang sangat baik untuk klub.”

Ucapan Berthold sendiri terbukti benar. Di klasemen akhir Oberliga Nordrhein musim 2003/04, Fortuna menduduki peringkat kedua dan meraih promosi ke Liga 3.

Dari situ Fortuna terus dan terus naik. Pada 28 April lalu, lewat kemenangan dramatis 2-1 atas Dynamo Dresden di pekan ke-32 (dari 34 pekan) Bundesliga 2, Fortuna mengamankan tiket promosi otomatis ke Bundesliga 1 musim depan.

Komentar