Meningkatkan Kompetitif Liga dengan Cara Tak Biasa a la Skotlandia

Backpass

by Ardy Nurhadi Shufi 44809

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Meningkatkan Kompetitif Liga dengan Cara Tak Biasa a la Skotlandia

Pertama-tama saya ingin mengucapkan dulu selamat ulang tahun untuk federasi sepakbola Skotlandia, SFA. SFA terbentuk pada 13 Maret 1873. Mereka merupakan federasi sepakbola tertua kedua setelah federasi Inggris. Di sana, sepakbola sendiri sudah dimainkan sejak 1860-an.

Akan tetapi meski merupakan salah satu dedengkot sepakbola, Skotlandia sendiri kurang begitu berhasil. Karenanya tak menarik jika saya membahas prestasi mereka di sini. Yang menarik adalah bagaimana liga divisi teratas mereka, Scottish Premiership, dijalankan dengan cara yang unik, berbeda dengan liga di negara lain pada umumnya. Bayangkan, hanya 12 kesebelasan yang berkompetisi, tapi setiap musimnya setiap kesebelasan akan menjalani 38 pertandingan. Unik, kan?

Format divisi teratas Skotlandia memang terus mengalami berbagai macam perubahan untuk menemukan kompetitifnya. Seperti yang diketahui, dua kesebelasan Old Firm Derby, Celtic dan Rangers, begitu mendominasi liga. Duopoli liga sudah terjadi sejak 1985, bahkan jauh sebelum itu. Berbagai upaya pun dilakukan untuk membuat liga Skotlandia menjadi lebih kompetitif, hingga sempat muncul wacana Celtic dan Rangers akan turut ambil bagian jika Atlantic League terlaksana.

Salah satu terobosan terbaru untuk meningkatkan kualitas liga adalah dengan adanya format 38 pertandingan ini, yang dimulai sejak 2013. Jumlah 38 pertandingan ini didapat melalui dua fase. Fase pertama, masing-masing kesebelasan akan saling berhadapan sebanyak tiga kali, bisa satu kali kandang dan dua kali tandang atau sebaliknya. Federasi sendiri sejak awal musim memprediksi peringkat masing-masing kesebelasan untuk menentukan jumlah kandang dan tandang yang dilakukan masing-masing kesebelasan berdasarkan performa pada musim sebelumnya.

Fase kedua dimulai setelah masing-masing kesebelasan memainkan 33 pertandingan. Sejak pekan ke-34, klasemen akan dibagi ke dalam dua bagian, yaitu enam peringkat teratas dan enam peringkat terbawah. Nah, dari pekan ke-34 hingga pekan ke-38, setiap kesebelasan hanya akan menghadapi kesebelasan yang tergabung ke dalam bagiannya (hanya menghadapi lima kesebelasan), jadi kesebelasan peringkat enam teratas tidak akan lagi menghadapi salah satu kesebelasan di enam peringkat terbawah.

Awalnya, ke-12 kesebelasan ini bertanding sebanyak 44 kali dalam semusim, masing-masing kesebelasan empat kali menghadapi kesebelasan yang sama. Namun aturan yang diberlakukan sejak 2007 tersebut dianggap membuat jalannya liga terlalu panjang. Terobosan baru lainnya sejak 2013, selain menjadi 38 pertandingan dalam satu musim, juga dilakukan ketika ada kesebelasan yang ternyata tampil di luar prediksi federasi, kesebelasan tersebut akan menjalani tiga laga kandang dan satu tandang menghadapi satu kesebelasan yang sama.

Meskipun begitu, Celtic masih merajai Liga Skotlandia meski aturan telah berubah seperti ini. Apalagi sejak 2012 Celtic kehilangan rivalnya, Rangers, yang harus dihukum ke divisi empat Liga Skotlandia karena masalah administrasi klub. Namun dengan tradisi sepakbola yang kuat di Rangers, dengan cepat mereka kembali ke divisi teratas Liga Skotlandia, kembali pada musim 2016/2017.

Liga Skotlandia juga terinspirasi dari saudara Britania-nya, Inggris, yang menciptakan Premier League pada awal 90-an, untuk meningkatkan kualitas liga. Hanya kesebelasan-kesebelasan papan atas, juga yang memenuhi syarat untuk berkompetisi (club licensing), yang bisa berlaga di tangga kompetisi Skotlandia yang kini memiliki enam level.

Salah satu langkah lain untuk meningkatkan kualitas liga juga dilakukan dengan menciptakan Scottish Football League, sama seperti EFL-nya Inggris. Football League ini yang menaungi empat divisi teratas Liga Skotlandia serta Scottish League Cup dan Scottish Challenge Cup.

Hanya saja, salah satu faktor kurang berhasilnya Skotlandia sebagai tim nasional karena kurang adanya perhatian khusus pada pembinaan usia muda. Sejak 1998, federasi hanya fokus pada format kompetisi tim-tim senior. Kompetisi usia muda hanya sebatas liga U-18 pada 1998 hingga 2003, U-19 pada 2003 hingga 2013, dan U20 sejak 2013. Pada 2014, dibentuk SPFL Development League, liga untuk U-20 namun masing-masing tim diizinkan menggunakan hingga lima pemain di atas 20 tahun.

Saat ini, federasi Skotlandia memang masih berusaha mencari format ideal untuk kompetisi teratas sekaligus mencari cara agar kompetisi teratas mereka bisa sekomersil Liga Primer-nya Inggris. Namun dengan kurang perhatiannya pada pembinaan usia muda, pada akhirnya tim nasional Skotlandia pun belum bisa berbicara banyak di kancah internasional.

foto: behance.net

Komentar