Nasib Pedro Hingga Sejarah Tendangan Salto

Infografis

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Nasib Pedro Hingga Sejarah Tendangan Salto

Pedro Rodriguez Ledesma kini hanyalah salah satu penghangat bangku cadangan Barcelona. Miris, namun begitulah adanya. Bukan karena cedera ataupun buruk ketika ia bermain, akan tetapi lebih kepada korban taktikal yang diusung sang pelatih Blaugrana, Luis Enrique, untuk memaksimalkan trio MSN (Messi, Suarez, Neymar) sebagai mesin dan otak dari permainan Barca musim ini. Maka tak heran jika Pedro Rodriguez akhir-akhir ini hanya bermain di sisa waktu 15 sampai 10 menit babak kedua sebagai pemain pengganti saja.

Pedro saat melakukan salto. (Sumber: FCBarcelona)
Pedro saat melakukan salto. (Sumber: FCBarcelona)

Masuk menggantikan Rafinha di menit 81 babak kedua, Pedro yang baru tiga menit berada di dalam lapangan akhirnya membuat seisi Camp Nou bersorak dengan gol spektakulernya lewat tendangan salto. Tendangan akrobatik tersebut smematahkan peluang Sociedad yang ingin menyamakan kedudukan setelah tertinggal 1-0 oleh tuan rumah. 2-0 kedudukan berakhir dan Barcelona berhasil menjauhi rival abadinya, Real Madrid, yang beberapa jam setelahnya harus tertahan oleh Valencia di Santiago Bernabeu.

Minimnya menit bermain yang didapat Pedro tentu beralasan. Luis Enrique ingin memanfaatkan kematangan dan peak performance yang sedang di capai oleh trio MSN di sisa musim ini. Pelatih Barcelona tersebut tak mau berspekulasi dengan merotasi terus-terusan yang berdampak menggangu kekompakan trio MSN. Maka tak heran jika Pedro selalu masuk di babak kedua, bukan untuk menggantikan salah-satu dari trio MSN, melainkan menjadi pengganti pemain lainnya, seperti Rafinha. Hal itu pun menjadi indikasi juga, bahwa sang pelatih bergantung kepada peran trio MSN tersebut.

Jika melihat persaingan yang ketat di lini depan, tak heran jika akhirnya nanti Pedro akan hengkang di musim depan untuk mencari kesebelasan yang memberinya jaminan menit bermain yang lebih banyak daripada di musim ini.

Sejarah Singkat Tendangan Salto

Ketika melepaskan tendangan salto yang berbuah gol spektakuler, Pedro, secara otomatis masuk dalam jajaran pemain spesial yang berhasil menciptakan gol tersebut. Rivaldo, Ronaldinho dan Luis Suarez tercatat pernah melakukan hal serupa ketika berseragam biru-marun, warna kebesaran Barcelona. Belum lagi para pemain dunia seperti Ibrahimovic, Rooney, van Basten dan beberapa pemain lainnya, pun pernah melakukan hal serupa.

Namun, siapa sebenarnya yang menemukan, atau siapa yang pertama kali melakukan tendangan salto ini?

Banyak perdebatan tentang siapa yang pertama kali melakukan tendangan salto ini karena beberapa negara mengklaim atas hal ini. Di negara Peru, mereka mengklaim bahwa Callo-lah yang pertama kali melakukannya. Di Inggris pun demikian, mereka juga mengklaim bahwa para pelaut mereka lah yang melakukannya di abad 19 lalu. Selain itu, Carlo Parola diakui di negaranya, Italia, atas tendangan tersebut. Namun, Ramon Unzaga Asla lebih populer karena tercatat melakukannya berulang kali saat ia melanglang-buana ke Chile.

Ramon Unzaga Asla yang sebenarnya lahir di wilayah Basque, Spanyol ini hijrah ke benua Amerika bagian selatan dan menetap di Chile. Ketika ia membela tim nasional Chile di Copa America 1916 dan 1920, ia kerap kali mempraktekan tendangan tersebut dan beberapa jurnalis Argentina menyebutnya "La Chilena" yang sebetulnya secara harfiah adalah "Tendangan si orang Chile". Namun kini kata Chilena sudah umum digunakan sebagai istilah dalam bahasa Spanyol sebagai aksi akrobatik tendangan salto.

Bahasa Spanyol adalah salah satu bahasa yang banyak digunakan apalagi di kawasan Amerika latin. Supaya lebih memahami bahasa ini, kami juga pernah memuat artikel tentang glosari sepakbola dalam bahasa Spanyol.

Lantas siapa yang terlebih dahulu? Yang pasti perdebatan siapa yang terdahulu melakukannya tidak terlalu penting bagi Pedro. Sebab iya hanya membutuhkan banyaknya kesempatan yang diberikan Enrique. Tentu saja demi masa depannya di dunia sepakbola. Buka untuk menjadi pengklaim tendangan salto.

Sebagai ilustrasi, kami juga menyajikan proses terjadinya gol Pedro Rodriguez dan sedikit tips singkat untuk melakukan teknik tendangan ini dalam sajian infografis:

Klik dua kali untuk memperbesar gambar
Klik dua kali untuk memperbesar gambar

Diolah dari berbagai sumber

Komentar