Analisis dan Daftar Belanja FPL 2017/18: Pemain Tengah

Fantasy Premier League

by Yudha Asmara

Yudha Asmara

Hooligans12th x PanditFootball.

Analisis dan Daftar Belanja FPL 2017/18: Pemain Tengah

Gelandang harga premium (£9.0 dan seterusnya)

Keberadaan kuartet gelandang serang di atas mungkin jauh dari potensi yang bisa dihadirkan Kevin De Bruyne (Man City, £10.0) dengan hanya menambah £2.0. Seperti yang dikatakan beberapa pakar FPL, kedatangan bek-bek sayap akan mengambil alih serangan dari sayap. Maka, De Bruyne akan punya kebebasan lebih untuk mengacak-acak pertahanan lawan dari tengah. Hal ini sudah dibuktikan dari 3 asis hasil dari laga melawan Real Madrid dan Spurs di pra-musim. Peran sebagai spesialis bola mati tentu juga menambah potensi untuk mendulang poin menyerang, termasuk melampaui capaian 21 asis musim lalu.

Jalan-jalan ke London, Eden Hazard (Chelsea, £10.5) berhasil memperbaiki performa musim 2015/16 (di mana hanya meraih 104 poin FPL) dengan 224 poin. Ini ketiga kalinya dalam empat musim terakhir Hazard mencapai poin di atas 200. Tak perlu ada pernyataan dan pertanyaan mengenai konsistensi Hazard musim ini, apalagi pemain Belgia ini juga adalah pengambil penalti utama Chelsea. Masalahnya, Hazard sekarang sedang cedera. Tapi tidak ada salahnya terus memantau pemain andalan Chelsea ini.

Ke bagian utara London, Keberadaan Alexis Sanchez (Arsenal, £12.0) di wishlist setiap manajer FPL tidak perlu penjelasan. Konsistensi dan produktifitas top skor FPL ini hanya sedikit diganggu oleh harga yang sangat mahal serta kepastian masa depannya di Arsenal. Oh, satu lagi, kehadiran Alexandre Lacazette juga akan membuat Sanchez semakin berkonsentrasi di posisi sayap (kiri), bukan di lini depan, serta potensi SerTiJab tugas pengambil penalti yang sebelumnya Cazorla serahkan ke Sanchez, bisa saja diserahkan ke Lacazette. Ini semua membuat kita harus mencari alternatif, yaitu Mezut Ozil (Arsenal, £9.5) yang musim lalu mencatat 5,1 poin per laga (Sanchez 6,9).

Masih dari London Utara, Spurs memberi kita kepusingan level ketiga dengan menyodorkan nama Bamidele Alli serta Christian Eriksen, keduanya di banderol £9.5. Sama-sama meraup poin di atas 200, Alli hanya unggul selisih 7 poin namun keduanya sama sama meraih 6,1 poin per laga. Pemain bernama punggung Dele di musim lalu ini (mungkin musim ini ia akan pakai nama “Bamidele” atau “Ba(k)mi(e)” sekalian) unggul dalam gol, sementara Eriksen mengandalkan asis dan menciptakan peluang bagi rekannya. Keunggulan lain yang dimiliki Eriksen adalah tugasnya sebagai pengambil tendangan bebas, serta potensi bonus poin yang lebih besar daripada Alli. Perlu diingat, musim lalu Hurri-Kane sempat dua kali cedera agak panjang. Jika Kane musim ini bebas cedera, bisa jadi potensi gol Alli menurun, sementara asis Eriksen malah bertambah.

Akhirnya kita sampai pada pusing level lima, karena dihadapkan oleh jajaran gelandang Liverpool. Masalahnya adalah, setidaknya musim lalu ada lima gelandang Liverpool yang subur, namun ini berarti potensi mencetak gol juga akan terbagi ke banyak pemain. Selain Wijnaldum dan Lallana yang sudah disebutkan, serta Firmino yang sudah migrasi ke jejeran penyerang, ada juga “Trio Sakit Kepala” Liverpool yang telah ganti personel dengan masuknya Salah.

Sadio Mane (Liverpool, £9.5) yang mencetak 13 gol dan 7 asis, dibanderol paling mahal walau punya perbandingan statistik yang tidak terlalu jauh berbeda dengan Philippe Coutinho (Liverpool, £9.0) yang mencetak 13 gol dan 8 asis. Di akhir musim, Mane memiliki poin akhir yang lebih kecil dari Coutinho, tapi ia punya konversi gol yang lebih efektif (22,8% berbanding 12,3%). Mane butuh peluang lebih banyak untuk mendulang poin. Sementara rendahnya konversi Coutinho bukan tanpa alasan. Coutinho nampak diberi izin untuk melakukan shooting kapan saja dan dari mana saja oleh Juergen Klopp. Total tembakannya di musim 2016/17 hampir 2 kali lipat tembakan Mane (106 berbanding 57). Tugas sebagai pengambil tendangan bebas juga turut berperan. Kepopuleran Coutinho (27,1%) nampaknya terganggu oleh makin santernya gossip Coutinho ke Barcelona.

Sementara itu, Mohammed Salah (Liverpool, £9.0) membuat 15 gol dan 13 asis di Serie A dari 2.486 menit. Ini setara dengan 88,7 menit per gol-dan-asis, jauh lebih baik daripada Coutinho (106,8) atau Mane (112), lebih murah daripada Mane juga. Salah nampak langsung nyetel dengan skema permainan Liverpool, dilihat dari 4 gol yang sudah dicetak dalam pra-musim, dua diantaranya di-asis oleh Coutinho.

***

Demikian shopping list kami untuk “Engine Room” alias lini tengah. Selamat pusing kepala dan #SalamPanahHijau!

Komentar