Luis Suárez, Penyerang Terbaik di Dunia Saat Ini (?)

Editorial

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Luis Suárez, Penyerang Terbaik di Dunia Saat Ini (?)

Siapa penyerang terbaik di dunia? Jika merujuk pada jawaban peraih empat gelar Ballon d’Or, Lionel Messi, penyerang terbaik di dunia adalah Luis Suarez.

“Aku beruntung. Aku telah bermain bersama banyak pemain hebat selama ini. Aku punya hubungan yang hebat dengan Ronaldinho. Aku bermain bersama Samuel Eto’o, dengan Thierry Henry, dengan Pedro, David Villa, Alexis (Sanchez),” kata Messi seperti dikutip Daily Mail.

Messi pun melanjutkan bahwa Neymar dan Suarez tengah dalam puncak permainanya. Musim lalu, sebagai musim pertama mereka tandem di lini serang, bisa menjadi bukti betapa ketiganya bermain begitu padu.

Aku pernah bicara soal kualitas Neymar, sentuhan dan kebugarannya, dia bisa menjadi yang terbaik di dunia, pun halnya dengan Suarez,” tutur Messi usai Barcelona menjuarai La Liga musim lalu, “Sentuhan, visi, pergerakan, serta dalam naluri dalam permainan mereka amat mengaggumkan. Kami menawarkan sesuatu yang berbeda dan itu membuat kami lebih baik satu sama lain.”

Luis Suarez jelas bukan nama baru. Mungkin, kalau ada satu nama yang membikin penggemar Liverpool kangen, salah satunya adalah Suarez. Di Liga Primer Inggris, Suarez mampu mencetak 69 gol dalam 110 pertandingan.

Cepat Beradaptasi

Suarez adalah tipe pemain yang mau dan selalu belajar. Ia selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan tempatnya bermain. Catatan golnya semenjak di Ajax Amsterdam dan Liverpool selalu meningkat dari musim ke musim.

Di Ajax misalnya, saat pertama kali bergabung pada musim 2007/2008, ia mencetak 17 gol. Ia lalu mencetak 22 gol dan 35 gol pada dua musim selanjutnya. Kepindahannya ke Liverpool pada pertengahan musim 2010/2011, sempat menghadirkan pertanyaan akan kemampuannya. Pasalnya, saat bermain di Liverpool, ia hanya mencetak empat gol dari 13 kali penampilannya. Bandingkan dengan musim terakhirnya di Ajax di mana ia mencetak tujuh gol dari 13 kali penampilan.

Alasan utamanya adalah perbedaan gaya bermain antara di Belanda dengan di Inggris. Ungkapan kalau bermain di Liga Primer Inggris membutuhkan fisik ekstra, ternyata bukan isapan jempol belaka. Mulai dari situ, Suarez giat berlatih fisik untuk meningkatkan massa otot tubuhnya. Tentu, Anda bisa membandingkan tubuh Suarez saat di Ajax dengan di Liverpool. Hal paling jelas bisa terlihat pada pundak dan lengannya. Di Liverpool, pundak Suarez terlihat lebih tegap sementara lengannya menjadi lebih berisi.

Perubahan pun bisa terlihat dari gaya bermain Suarez selama di Inggris. Buat penggemar Liverpool, Suarez adalah penyerang yang komplet. Ia bisa beroperasi di kotak penalti sebagai penyelesai umpan. Ia pun bisa berdiri di depan kotak penalti sebagai tembok. Beroperasi di sayap pun tidak masalah karena ia punya kecepatan. Namun, satu hal yang paling menonjol adalah dari bagaimana ia menjaga bola saat lawan menghadang. Suarez menggunakan seluruh bagian tubuhnya untuk menghalangi lawan merebut bola.

Pada (setengah) musim pertamanya bersama Liverpool, Suarez memang cuma mencetak empat gol. Lalu, pada musim berikutnya ia mencetak 11 gol dari 31 pertandingan. Jumlah ini memang tidak begitu impresif bagi seorang penyerang.

Suarez sudah mulai bisa beradaptasi dengan Liga Primer Inggris sejak musim 2012/2013 di mana ia berhasil menyarangkan 23 gol dari 33 penampilan. Capaian tersebut kian meningkat seiring dengan menanjaknya prestasi The Reds. Pada musim 2013/2014, Liverpool mencapai fase di mana mereka paling dekat ke tangga juara. Hal ini pun diakomodasi dengan kian tajamnya Suarez yang mencetak 31 gol dari 33 penampilan!

Hasil tersebut tak lepas dari agresifnya Daniel Sturridge serta Raheem Sterling. Suarez pun bisa dimainkan sebagai penyerang tengah, ataupun penyerang yang bermain melebar dalam formasi dua penyerang.

Tujuan Akhir (?): Barcelona

Pada akhirnya, Suarez dilepas ke Barcelona dengan angka yang fantastis: 75 juta pounds! Barcelona saat itu dianggap melakukan pembelian gagal. Pasalnya, Suarez melakukan kontroversi di Piala Dunia 2014 dengan menggigit Giorgio Chiellini. Suarez pun dihukum FIFA dengan larangan bertanding sembilan pertandingan internasional—termasuk Copa America 2015, serta dilarang beraktivitas di sepakbola selama empat bulan, termasuk masuk ke stadion.

Hal ini, jika dihitung untung-rugi, jelas amat merugikan buat Barcelona. Di sisi lain, angka 75 juta pounds pun jadi terlihat kelewat mahal buat Suarez. Komentar negatif pun bermunculan terutama saat melihat Suarez berlatih bersama tim cadangan, termasuk saat Barcelona menghadapi tim Indonesia U-19. Tubuh Suarez terlihat begitu gempal. Larinya pun terlihat begitu berat.

Sempat ada kekhawatiran kalau Suarez bakal menjadi flop di Barcelona. Terlebih pertandingan pertamanya dilalui dengan kekalahan 1-3 dari Real Madrid dalam laga yang berjuluk El Clasico pada Oktober 2014. Selain itu, gol pertamanya untuk Barcelona baru dicetak sebulan kemudian di ajang Liga Champions. Sementara itu, di liga, Suarez baru mencetak gol pada akhir Desember 2014.

Namun, Suarez berubah 180 derajat pada 2015. Salah satu gol pentingnya adalah gol kemenangan saat mengandaskan Real Madrid 2-1 pada Maret 2015. Sejak saat itu, Suarez, meskipun tidak mencetak gol, memiliki peran penting dalam setiap kemenangan Barcelona.

Kemampuan Suarez sejatinya baru teruji pada musim ini.  Salah satu keberhasilan Barcelona meraih treble pada musim lalu tidak lepas dari kehadiran trio Suarez-Messi-Neymar. Pada musim ini, Barcelona dihadapkan pada kenyataaan bahwa Messi tidak bisa bermain sejak 26 September karena cedera.

Namun, hal tersebut tak memengaruhi capaian Barcelona yang bermain konsisten dan kini berada di peringkat teratas La Liga. Hingga 20 November 2015, Barca hanya kalah sekali dari sembilan pertandingan mereka di semua ajang.

Hal ini pun diamini gelandang Barcelona, Sergio Busquets. Menurut penyerang berkebangsaan Spanyol tersebut, para penggawa Barca terpacu untuk lebih baik lagi meskipun tanpa kehadiran Messi.

“Menyenangkan bisa melihat kami mampu menang tanpa Messi. Kami bermain dengan baik dan memenangkan pertandingan,” ucap Busquets dikutip dari Daily Mail, “Messi adalah pemain terbaik di dunia dan bintang kami. Amat menyenangkan bermain bersama Messi, Neymar, dan Suarez, hanya karena kualitas mereka, tetapi bagaimana mereka membantu tim saat bertahan.”

Suarez memang mengagumkan. Dari 14 pertandingan yang ia lakoni musim ini, penyerang berkebangsaan Uruguay tersebut telah mencetak 13 gol. Jumlah tersebut menjadikannya penyerang kedua tersebur di La Liga musim ini setelah Neymar yang mencetak 14 gol.

Performa Suarez itu pula yang membuat Messi dan Neymar menginginkan Suarez ada di daftar Ballon d’Or bersama mereka.

“Berada di nominasi Ballon d’Or amat berarti,” kata Neymar dikutip dari Daily Mail, “Suarez harusnya ada di sana juga, tapi Messi tetap menjadi favorit. Dia adalah yang nomor satu buatku.”

Hal senada juga diungkapkan Lionel Messi usai menghadiri acara La Liga Awards. “Aku amat senang bila berada di podium Ballon d’Or bersama dengan Neymar dan Luis. Luis layak mendapatkannya, tapi Cristiano juga bermain amat baik,” kata Messi.

Suarez sepertinya akan terus bersinar dengan Barcelona karena ia memiliki tandem yang tepat. Di Liverpool ia punya Daniel Sturridge yang senang berbagi bola. Hal ini juga yang dirasakan Suarez di Barcelona di mana ia bisa mendapatkan bola dan melepaskannya dalam tempo yang begitu cepat.

“Rahasia MSN? Persahabatan dan kerendahan hati. Leo dan Luis adalah sahabat sejati. Aku harap aku bisa bermain bersama mereka untuk waktu yang lama. Tidak ada ego di sini,” ungkap Neymar.

Suarez adalah penyerang yang mudah beradaptasi. Meski membutuhkan waktu, tetapi ia mampu membayarnya dengan baik. Tentu Suarez tidak perlu lama beradaptasi jika pulang ke Inggris, ke kesebelasan dengan kostum berwarna merah ala The Red...... Devils.

 foto: reuters.com

Komentar