Portugal di Piala Eropa 2020: Upaya Mempertahankan Piala dengan Skuad Penuh Bintang

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim Pilihan

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Portugal di Piala Eropa 2020: Upaya Mempertahankan Piala dengan Skuad Penuh Bintang

Fernando Santos agaknya akan menghadapi dilema seleksi dalam banyak kesempatan di Piala Eropa 2020 mendatang. Betapa tidak, lima tahun setelah berhasil juara Piala Eropa 2016, ia menjalani turnamen dengan skuad yang di atas kertas jauh lebih baik. Mulai dari veteran Cristiano Ronaldo hingga bintang baru seperti Ruben Dias yang membuat Selecao das Quinas memiliki segudang pemain mentereng.

Dilansir dari Transfermarkt, Portugal memiliki skuad dengan nilai pasar termahal kelima di Piala Eropa 2020. Skuad pilihan Santos didominasi pemain yang merumput di liga asing. Hanya ada enam pemain dari Primeira Liga, tiga di antaranya berasal dari sang juara, Sporting CP.

Kebanyakan pemain pun memasuki usia prima. Sebanyak 16 pemain berusia antara 24-29 tahun, di antaranya adalah Ruben Dias, Bruno Fernandes, serta Raphael Guerreiro. Portugal pun membawa empat pemain muda yang menjanjikan, mulai Renato Sanches hingga wonderkid Sporting CP, Nuno Mendes.

Para pemain veteran juga masih jadi bagian penting dari skuad asuhan Santos. Pemain kunci mereka tetap Cristiano Ronaldo, pemilik caps terbanyak sekaligus top skor sepanjang masa Portugal. Selain dia, Selecao das Quinas masih diperkuat Pepe, Jose Fonte, Joao Moutinho, serta Rui Patricio.

Apabila meninjau profil skuad, Portugal punya modal bagus untuk bisa hidup di “grup neraka”. Mereka akan bersaing dengan dua tim favorit, Perancis dan Jerman demi tiket fase gugur dari Grup F.

Kendati memulai turnamen di grup sulit, Fernando Santos yakin skuadnya mampu lolos dan bersaing untuk trofi. “Saya memiliki keyakinan besar terhadap para pemain saya dan saya punya keyakinan bahwa Portugal adalah kandidat juara,” kata pelatih berusia 66 tahun itu kepada Associated Press.

Surplus Lini Depan dan Lini Tengah

Di edisi kali ini, Portugal memiliki kedalaman skuad yang sangat baik, terutama di lini tengah dan lini depan. Satu-satunya pos dengan kedalaman tipis hanyalah bek tengah. Santos hanya membawa tiga pemain di posisi itu. Namun, ini bisa diatasi mengingat Danilo Pereira bisa bermain sebagai bek tengah dan tampil baik di pos tersebut bersama Paris Saint-Germain.

Pilihan melimpah ada di lini serang. Lini serang Portugal penuh kualitas. Tiga penyerang tercatat mencetak lebih dari 20 gol di liga masing-masing, yakni Ronaldo (Serie A), Andre Silva (Bundesliga), dan Pedro Goncalves (Primeira Liga).

Kebanyakan penyerang Portugal pun merupakan penyerang sayap. Kecuali Andre Silva, semua penyerang Portugal pada mulanya adalah winger. Namun, para pemain seperti Cristiano Ronaldo dan Diogo Jota juga dapat bermain sebagai penyerang tengah.



Satu tempat di lini serang tentu akan diisi oleh Ronaldo. Lalu, siapa yang akan menemani striker Juventus ini? Pos penyerang kiri sepertinya akan diperebutkan oleh Diogo Jota dan Joao Felix. Sedangkan di sisi kanan, Bernardo Silva dapat menjadi pilihan utama.

Bernardo bukanlah penyerang, melainkan playmaker yang kehadirannya di sisi sayap dapat memperkaya variasi serangan Portugal. Tak seperti Jota atau Ronaldo yang cenderung menyerang kotak penalti, Silva cenderung turun dan menjembatani serangan. Pada 2020/21, ia menorehkan kontribusi aksi berbuah tembakan (3,49 per pertandingan) yang cukup tinggi di Manchester City. Kombinasinya dengan full-back ofensif macam Joao Cancelo dan gelandang serang sekaliber Bruno Fernandes bisa memberi masalah serius ke tim lawan.

Di Piala Eropa, menarik untuk menanti pilihan Santos di pos penyerang kiri. Diogo Jota, kendati terganggu cedera, menjalani musim debut yang impresif bersama Liverpool. Eks Wolverhampton ini menorehkan rerata gol per pertandingan tertinggi di skuad The Reds di ajang Premier League.

Sementara Joao Felix, meskipun masih kesulitan pada musim keduanya di Atletico Madrid, juga tetap menjadi harapan Fernando Santos. Di UEFA Nations League 2020/21, Felix selalu tampil dalam enam pertandingan. Pemain berusia 21 tahun ini pun selalu diturunkan dari bangku cadangan di kualifikasi Piala Dunia 2022.

Selain itu, para penyerang lain juga memiliki kualitas yang sulit dihiraukan pelatih. Goncalo Guedes merupakan winger cepat yang dapat diandalkan untuk menembus lini belakang. Demikian pula dengan Rafa Silva.

Kiprah Pedro “Pote” Goncalves di turnamen kali ini pun menarik disimak. Ia gagal menembus tim inti Wolverhampton. Pemain berusia 22 tahun itu kemudian pindah ke Famalicao dan mencetak lima gol serta enam asis di Primeira Liga 2019/20. Awal musim ini, ia pindah ke Sporting CP dan menjelma penyerang prolifik. Ia menjadi top skor liga pada 2020/21 dengan 23 gol. Pote berperan penting dalam keberhasilan Sporting meraih gelar liga pertama sejak 2002.

Selain lini serang, lini tengah Portugal pun mengalami surplus pemain berkualitas. Satu tempat sepertinya akan diisi oleh Bruno Fernandes. Untuk menemani gelandang Manchester United tersebut, Santos mesti memilih salah dua di antara Joao Moutinho, Danilo Pereira, William Carvalho, Ruben Neves, Sergio Oliveira, Joao Palhinha, hingga Renato Sanches.

Danilo Periera kemungkinan akan diandalkan di pos no. 6. Namun, William Carvalho dan Joao Palhinha juga memberi klaim serius. Nama terakhir tampil apik bersama Sporting CP pada 2020/21. Selain tiga gelandang ini, Ruben Neves juga bisa mengisi posisi tersebut.

Selain itu, Joao Moutinho masih menjadi sosok reliabel beberapa tahun belakangan. Sergio Oliviera juga merupakan opsi kuat mengingat penampilan impresifnya saat mengantar FC Porto ke perempat final Liga Champions. Sedangkan Renato Sanches juga mulai bangkit sejak pindah ke LOSC Lille pada 2019/20 silam.

Portugal memiliki banyak opsi di lini serang maupun lini tengah. Hal ini membuat Fernando Santos bisa melakukan rotasi tanpa perlu mengkhawatirkan penurunan kualitas tim. Selecao das Quinas bersiap menghadapi grup melelahkan dan pengelolaan menit bermain yang efektif diperlukan untuk melaju jauh.

Jerman dan Perancis (juga Hungaria) telah menanti. Dibanding keduanya, Portugal relatif baru di peta kekuatan sepakbola Eropa. Mereka lolos pertama kali ke Piala Eropa baru pada 1986. Selecao das Quinas pun baru konsisten bersaing di papan atas memasuki paruh kedua 1990-an.

Portugal tak pernah absen dari Piala Eropa sejak edisi 1996. Sejak 2004, mereka hanya sekali gagal menembus babak semifinal. Pencapaian terbaik Timnas Portugal diraih pada edisi 2016 lalu saat mereka juara di Perancis.

Kini, Cristiano Ronaldo berupaya mempertahankan trofi Henry Delaunay. Kendati memiliki skuad mumpuni, misi tersebut tentu sulit. Sepanjang sejarahnya, hanya Spanyol (pada 2008 dan 2012) yang berhasil mempertahankan gelar juara Piala Eropa. Mampukah anak asuh Fernando Santos menyamai capaian ini?

Komentar