FC Koeln: Merayakan Tradisi dengan Jersei

Cerita

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

FC Koeln: Merayakan Tradisi dengan Jersei

Rakyat Jerman terkenal disiplin dan tidak humoris. Namun setidaknya, setahun sekali mereka akan menjadi gila ketika merayakan festival atau karnaval tahunan. Jika menyebut tradisi festival atau karnaval paling meriah di Jerman, Koeln Karneval tentu tidak akan luput dari incaran para pelancong yang ingin merasakan atmosfer meriah di kota pinggiran sungai Rhein tersebut.

Namun, tahun ini, Koeln Karneval yang biasa dilangsungkan pada 11 November pukul 11.11 pagi waktu setempat, terpaksa ditunda hingga bulan Februari tahun depan lantaran pandemi COVID-19. Sebelum-sebelumnya, betapapun kelabu warna langit, ribuan orang akan tumpah ruah di jalan-jalan kota Koeln untuk bersenang-senang bersama.

Sejak 2013, beberapa dari peserta Koeln Karneval yang turun ke jalan tidak jarang kedapatan mengenakan jersei klub lokal, FC Koeln. FC Koeln selalu merilis seragam khusus tiap bulan Oktober untuk menyambut perayaan Karneval. Meski di tengah pandemi, Koeln tetap merilis jersei khusus tersebut, tahun ini pada bulan November.

Terasa emosional, FC Koeln merilis seragam tersebut dengan sebuah video seorang badut yang berjalan terkatung-katung di tengah kosongnya jalanan kota, menghampiri tiap bar untuk minum-minum berharap ada keramaian dan kesenangan.

“Bayangkan jika Anda kehilangan senyuman. Tahun ini, tidak akan ada bunga. Tidak ada tarian,” bunyi sang "badut terakhir" sebagai narator video tersebut yang terlihat putus asa mencari kesenangan.

“Masa-masa baik akan kembali. Tapi tahun ini, Anda adalah satu: Badut terakhir! Dan sekarang Anda tersenyum. Jantungmu yang berwarna-warni berdetak hingga akhir. Kita merayakan Karneval sendirian, bersama,” lanjutnya ketika mendapat kotak hadiah berisi jersei tersebut yang sontak membuatnya bahagia.

Sekilas, dari kejauhan, seragam besutan apparel Ulhsport tersebut memiliki corak kotak-kotak berwarna merah dan putih, khas Lappen (kain tambal-tambalan). Apabila dilihat lebih dekat, ada 11 Koelsch, simbol-simbol populer kota Koeln dan Karneval itu sendiri. Mulai dari Kaetzchen (topi badut), Dom (Katedral Koeln), Stadion Muengersdorfer, hingga si Hennes (kambing jantan yang menjadi maskot klub).

Ini merupakan jersei Karneval ketujuh milik Koeln. Paket pembelian jersei juga menyertakan goody bag dengan desain identik. Ada pula varian warna biru dan emas sebagai seragam kiper. Kendati produksi jersei-jersei Karneval sempat berganti-ganti apparel, FC Koeln selalu menunjuk Dennis Steimel sebagai desainer.

“Regulasi sepakbola Jerman tidak terlalu ketat jika menyangkut pembuatan seragam khusus, tiap tahun kami diberi kebebasan untuk mengaplikasikan imajinasi kami. Lambang kota selalu berada di tengah dada,” sebut Steimel.

“Anda tidak dapat menyangkal ada karakter kultur tertentu menyangkut desain ini, yang terpenting seragam tahun ini laris. Tetapi memang sulit menempatkan semua simbol ikatan yang dimiliki warga dengan FC Koeln. Ini unik, menyangkut Jefohl (perasaan),” tandasnya.

Satu seragam ini dijual dengan harga 87,72 euro. Tetapi, seperti kebanyakan klub-klub Jerman yang tidak melupakan komunitas suporter, 1,11 euro hasil penjualan per jersei akan dimasukkan ke anggaran amal. Menurut pengakuan Direktur FC Koeln, Alexander Wehrle, pada hari pertama saja 3.000 jersei sudah terjual.

“Kami tahu bahwa banyak pihak yang lebih terpukul oleh pandemi daripada [komunitas] sepakbola. Terutama di skena kebudayaan. Dan dengan sumbangan kami, kami ingin memberikan contoh kecil tentang solidaritas," kata Wehrle.

FC Koeln bukanlah satu-satunya klub di Bundesliga yang mendistribusikan jersei khusus untuk menyambut dan merayakan tradisi karnaval. Lebih jauh ke hulu sungai Rhine, di kota Mainz, Karneval menjadi Fastnacht tetapi konsepnya tetap sama. Sejak 2016, Mainz 05 telah meluncurkan seragam khusus Fastnacht setiap Januari.

Tradisi Lama

Karnaval di kota Koeln hampir setua kota itu sendiri. Apabila Yunani Kuno merayakan pergantian musim semi dengan menggelar pesta untuk menghormati Dionisos dengan minum anggur dan bernyanyi; bangsa Germania berpesta pora di musim gugur untuk mengusir roh jahat di musim dingin.

Walaupun ajaran Kristen masuk ke Jerman, orang-orang beragama masih ingin menggelar sebuah perayaan heboh menyambut puasa pra-Paskah. Istilah Fastnacht (malam jelang puasa) serta Karneval — dipinjam dari kata bahasa Latin, carne vale, secara harfiah berarti `selamat tinggal daging`.

Meski berhubungan dengan akar religi, jangan harap karnaval di kota-kota pinggiran sungai Rhein (Koeln, Duesseldorf, atau Mainz) bakal diisi acara-acara keagamaan. Seperti halnya arti diksi karnaval yang kita pahami, orang-orang tumpah di jalanan dengan berjoget, minum alkohol, berkostum nyentrik, dan tentunya dengan tabuhan musik.

Momen sukacita juga tidak jarang dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk melakukan olok-olokan kepada pemerintah. Parodi politis diusung segelintir penikmat karnaval, khususnya di Koeln, berawal ketika pendudukan Perancis di Rheinland pada 1794. Sesaat setelah pendudukan Perancis, pada era kepemimpinan kaum Prussia (Borussia), peraturan untuk menyelenggarakan karnaval diperketat.

Tetapi, aturan-aturan tersebut tidak dapat menghentikan penduduk asli Koeln untuk berpesta. Biasanya, penduduk setempat akan memakai kostum berupa topeng dan pakaian-pakaian mewah bergaya Venezia untuk mengejek gaya aristokrat (orang-orang Prussia) dan orang-orang kaya.

Seiring berjalannya waktu, Koeln Karneval berjalan lebih terorganisasi dengan baik. Memiliki badan pengelola dan berjalan lebih meriah tiap tahunnya dan kadung menjadi tradisi turun-temurun di tiap generasi, mengikat, dan seperti wajib dirayakan. Pada akhirnya, setiap karnaval mesti berakhir. Rosenmontagszug (Senin Mawar) adalah hari pawai terbesar sebelum Karneval diakhiri pada Aschermittwoch (Rabu Abu).

FC Koeln berlaga di Bundesliga 1 2020/21. Seluruh pertandingan die Geissboecke dapat Anda saksikan di Mola TV. Klik di sini untuk menyaksikan seluruh tayangan langsung pertandingan Koln, juga tayangan ulang dan highlights pertandingan-pertandingannya.

Komentar