Pentingnya Kevin De Bruyne untuk Manchester City

Cerita

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

Pentingnya Kevin De Bruyne untuk Manchester City

Kevin De Bruyne menjelma sosok penting di lini tengah Manchester City dalam lima musim terakhir. Pemain kelahiran Drongen, Belgia, tersebut seringkali dicap sebagai gelandang komplet dan jiwa permainan Citizens racikan Pep Guardiola.

Dalam program Mola TV bertajuk “Hot Topic: The Importance of Kevin De Bruyne”, legenda Arsenal, Lee Dixon, memberikan argumen tentang betapa pentingnya gelandang yang saat ini berusia 29 tahun tersebut.

“Dia merupakan gelandang komplet yang sempurna. Bagaimana cara dia mengendalikan permainan, menginspirasi rekan-rekannya. Mungkin, dia adalah gelandang terkreatif di dunia sepak bola saat ini. Sesimpel itu,” jelas Dixon.

“Banyak striker yang bermimpi bermain bersamanya. Cara dia melakukan umpan terobosan ke kotak penalti, caranya melepaskan umpan silang, semuanya berkelas. Dia menjadi pemimpin yang ikonik dengan cara yang lain. Dia merupakan pemain paling penting City dan hal yang brilian bagi Premier League sendiri,” imbuh Dixon.

Pada Premier League 2019/20, De Bruyne jadi sosok yang tak tergantikan. Menit bermainnya (2.791 menit) hanya kalah dari Ederson Moraes (3.071 menit). Selain mencetak 20 asis, terbanyak di liga, jumlah 13 golnya pun hanya kalah dari para penyerang, Gabriel Jesus (14), Raheem Sterling (20), dan Sergio Aguero (16).

Di Premier League, De Bruyne tidak bersinar di klub pertamanya, Chelsea. Manajer The Blues saat itu, Jose Mourinho, tidak memberikan menit bermain yang cukup bagi De Bruyne untuk menunjukkan kualitas aslinya.

Mourinho kemudian meminjamkannya ke Werder Bremen di Bundesliga. Bersama Bremen, De Bruyne hanya absen sekali di ajang Bundesliga dan mampu mencetak 10 gol serta 9 asis. Meskipun sempat kembali ke Chelsea, De Bruyne akhirnya dijual ke Wolfsburg pada musim 2013/14 dengan mahar sebesar 22 juta euro.

Link tayangan Hot Topic: Kevin De Bruyne

Kesuksesan De Bruyne dimulai di Wolfsburg. Pada musim 2014/15, De Bruyne mampu membantu Wolfsburg finis di urutan kedua, di bawah Bayern Munchen. Dia turut membantu Wolfsburg meraih DFB Pokal 2014/15 dan DFL Supercup 2015. Total, ia mencetak 16 gol dan 28 asis dari 51 penampilan di semua ajang.

Performa gemilang bersama Wolfsburg memancing atensi Manchester City. Klub asal Manchester itu kemudian menjadikannya pemain termahal kedua di Liga Inggris saat itu dengan transfer senilai 75 juta euro.

Semenjak berseragam biru langit, pemain bertinggi badan 181 cm ini telah membuat 222 penampilan, 57 gol, serta 89 asis. Lain itu, De Bruyne dua kali mempersembahkan trofi Premier League (2017/18 & 2018/19) kepada publik Stadion Etihad. Total delapan trofi sudah dipersembahkan De Bruyne kepada City.

Potensi terbaik De Bruyne muncul berkat polesan tangan dingin Pep Guardiola. De Bruyne berkata kepada The Players` Tribune, Pep Guardiola merupakan salah satu faktor penting terhadap performanya di Manchester City. Menurut De Bruyne, ambisi Pep mengubah mentalitas bermainnya.

“Pertemuan pertama saya dengan Pep, dia duduk dan berkata kepada saya, ’Kevin, dengarkan. Anda dapat dengan mudah masuk ke jajaran lima pemain terbaik di dunia. Dengan mudahnya.’ Saya terkejut. Tetapi ketika Pep mengatakannya dengan penuh keyakinan, itu mengubah seluruh mentalitas saya,” terang De Bruyne.

Puncak performa individualnya terjadi pada musim 2019/20. De Bruyne menjadi pemain terbaik Premier League dan PFA Player of The Year musim lalu dengan catatan 20 asis dan 13 gol. 20 asis tersebut menyamai rekor asis terbanyak selama satu musim Premier League yang dipegang oleh Thierry Henry pada 2002/03.

Tayangan Hot Topic: Kevin De Bruyne dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar