Mengingat Kunjungan Terakhir Ronaldo ke Old Trafford

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Mengingat Kunjungan Terakhir Ronaldo ke Old Trafford

Juventus bertandang ke markas Manchester United pada lanjutan Liga Champions UEFA 2018/19 matchday ketiga. Cristiano Ronaldo menjadi sorotan karena ia kembali ke Old Trafford, walau kini sebagai musuh. Publik Old Trafford memang punya koneksi yang erat dengan Ronaldo karena penyerang Timnas Portugal itu tumbuh dan mencapai karier terbaiknya lewat enam musim berseragam Setan Merah.

Bukan kali ini (24/10) saja Ronaldo menjajaki rumput Old Trafford sebagai lawan. Pada 2013, saat masih membela Real Madrid, ia juga pernah bertarung untuk mengalahkan United. Bahkan saat itu Ronaldo menjadi pencetak gol kemenangan Madrid, setelah gol bunuh diri Sergio Ramos dibalas Luka Modric.

Bertamunya Ronaldo ke Old Trafford kali ini membuatnya agak terasa asing. United saat ini bukan lagi United yang ia bela. Tidak ada satu pun rekan setim Ronaldo di skuat United saat ini. Pun, United tidak lagi dilatih Sir Alex Ferguson.

Pada 2013, datangnya Ronaldo ke Old Trafford memang benar-benar terasa nostalgia untuknya. Saat itu merupakan musim terakhir Ferguson di United. Dari 14 pemain yang dimainkan Ferguson pada laga itu (termasuk pemain pengganti), hanya lima pemain [ralat: empat pemain] yang bukan rekan setimnya —David De Gea, Ashley Young, Antonio Valencia dan Robin van Persie. Sisanya —Luis Nani, Rafael da Silva, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Patrice Evra, Michael Carrick, Tom Cleverley, Ryan Giggs, Danny Welbeck dan Wayne Rooney— merupakan pemain-pemain yang pernah berjuang bersama Ronaldo untuk memenangkan United.

Ronaldo dua kali menghadapi United karena keduanya bertemu pada babak 16 besar Liga Champions 2012/13. Di kedua laga tersebut Ronaldo mencetak masing-masing satu gol. Tapi saat bermain di Old Trafford, Ronaldo sebenarnya tampil tidak sebaik biasanya, terlihat dengan beberapa kali salah oper, karena perasaan nostalgia menyelimuti tubuhnya selama pertandingan. Saat ia mencetak gol, ia tak merayakan golnya karena memang menganggap Old Trafford tetaplah tempat spesial di hatinya.

"Untuk pertama kalinya dalam karierku, aku dikalahkan oleh atmosfer lapangan," ucap Ronaldo seusai pertandingan, seperti yang dikutip Mirror. "Aku merasa tidak nyaman. Terlalu banyak yang aku rasakan, sejak aplaus sepak mula."

United sebenarnya memegang kendali permainan. Peluang demi peluang diciptakan, namun selalu mentah di hadapan penjaga gawang Real Madrid saat itu, Diego Lopez. Situasi berbalik ketika Luis Nani mendapatkan kartu merah karena kakinya melayang tinggi menghujam dada Alvaro Arbeloa pada menit ke-56. Dua gol Madrid dicetak pada menit ke-66 dan 69. Hasil tersebut membuat United tersingkir karena kalah agregat 2-3 (leg pertama imbang 1-1).

"Aku minta maaf untuk Manchester United, aku melakukan tugasku, aku berbahagia untuk seluruh tim. Aku tidak merayakan gol karena respek, respek untuk cinta yang diberikan padaku selama beberapa tahun aku di sini. Perasaan itu takkan bisa terlupakan."

"Benar bahwa selama pertandingan aku merasakan hal aneh. Akan sama juga jika suatu hari nanti aku menghadapi Real Madrid. Manchester rumah keduaku, tapi yang terpenting adalah aku sudah pindah ke Madrid."

"Kedua pertandingan penuh dengan emosi, khususnya malam ini [di Old Trafford], ini sangat luar biasa. Suporter [United] membuatku agak malu sampai-sampai aku tidak bermain seperti biasanya. Tapi pada akhirnya aku bisa menolong timku dengan mencetak satu gol di kandang dan tandang. Aku senang karena Madrid melaju tapi di sisi lain aku agak sedih karena United pun pantas lolos juga. Tapi itulah sepakbola," kata Ronaldo pada wawancara lain.

Sekarang Ronaldo ke United tanpa ada satu pun pemain United saat ini yang pernah bermain bersamanya. Uniknya, United saat ini dilatih Jose Mourinho, pelatih Real Madrid yang bersama Ronaldo menyingkirkan United dari Liga Champions lima tahun silam.

Komentar