Lacazette Membuat Griezmann Bermakna

Cerita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Lacazette Membuat Griezmann Bermakna

AS Roma, di babak perempatfinal Liga Champions lalu, telah menunjukkan betapa berharganya sebuah gol tandang di turnamen yang menerapkan sistem dua leg. Gol tandang, berapa pun jumlahnya itu, sangat ampuh dalam menjaga asa sebuah tim. Lewat sebuah gol tandang, segala kemungkinan masih terbuka dan harapan harus tetap dipelihara.

Dan di pertandingan semifinal leg pertama Europa League yang mempertemukan Arsenal kontra Atletico Madrid pada Jumat (22/4) dini hari, satu gol yang dijaringkan Antoine Griezmann pada menit ke-81, akan menjadi sangat berarti bagi anak asuh Diego Simone. Gol tersebut akan sangat banyak membantu Los Rojiblancos untuk menyongsong leg kedua di Madrid nanti.

Gol Griezmann yang dicetak di Emirates Stadium itu juga akan membuat kepercayaan diri skuat Atletico Madrid kembali terdongkrak, karena sebelumnya mereka cukup dibuat khawatir dengan kondisi lini depan yang sedang nir produktif. Sebelum bertanding melawan Arsenal, Atletico pada lima laga terakhirnya hanya mampu menang satu kali. Penyebab dari rentetan hasil buruk tersebut adalah lini depan; absennya Diego Costa karena cedera membuat mereka hanya bisa mengandalkan Griezmann sebagai juru gedor.

***

Menjadi tumpuan harapan Atletico di lini depan, tentu merupakan beban tersendiri yang harus dihadapi Griezmann. Sebelum peluit sepak mula melawan Arsenal dibunyikan wasit Clement Turpin, gelagat terbebani itu tampak muncul di diri Griezmann. Di tengah lapangan ia tampak berkacak pinggang, namun tidak tampak sedikit pun air muka optimistik yang menyertainya. Sesekali ia menyapu pandangan ke kanan dan kiri, persis seperti seseorang yang sedang cemas, gugup, dan tidak tenang.

Griezmann tampaknya sadar betul, pertandingan melawan Arsenal ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Anak-anak London Utara—juga para suporternya—sedang dilingkupi oleh semangat tinggi yang memuncak sampai ubun-ubun. Mereka ingin mempersembahkan yang terbaik di hari-hari terakhir kebersamaan mereka dengan manajer yang telah membesut Arsenal selama lebih dari 21 tahun lamanya, Arsene Wenger.

Apa yang dikhawatirkan Griezmann memang betul-betul terjadi. Arsenal langsung menggencarkan serangan-serangan sporadis sejak menit awal pertandingan. Belum sepuluh menit laga berjalan, Alexandre Lacazette, sahabat dekatnya itu, menjadi orang pertama yang mengancam gawang Atletico yang dikawal Jan Oblak. Menerima umpan lambung dari sisi kiri, Lacazette berhasil mananduk bola yang langsung mengarah ke gawang Oblak. Namun Oblak masih mampu menepis bola sundulan Lacazette.

Di pertandingan itu, sosok Lacazette sepertinya telah menjadi sedikit menyebalkan bagi Griezmann. Setelah gawangnya diancam lewat sundulan, kali ini Lacazette membuat rekan satu tim Griezmann, Sime Vrsaljko, diusir wasit dari lapangan. Menit ke-9, mata wasit menangkap Vrsaljko menghentikan laju lari Lacazette dengan sebuah injakan. Tanpa tedeng aling-aling, wasit langsung mengganjarnya dengan kartu kuning kedua—yang pertama pada menit ke-2, atas tekel terhadap Jack Wilshere.

Semua perlakuan Lacazette menjadi semakin tak menyenangkan bagi Griezmann, ketika pada menit ke-60, Lacazette mampu mengonversi umpan Jack Wilshere dari sisi kiri, menjadi sebuah gol dengan sundulannya. Perayaan gol yang dilakukan Lacazette atas gol tersebut awalnya biasa-biasa saja. Ia hanya mengangkat-angkat kedua tangannya dengan ekspresi yang datar. Sampai sini, saya masih bisa menduga bahwa Lacazette tak ingin semakin menyakiti hati sahabatnya di seberang sana.

Namun seketika Lacazette berlari ke arah Wilshere sambil dengan menggebu-gebu ia menunjuk-nunjuk kepalanya. Para pemain Arsenal berlari mengejarnya. Lacazette larut dalam perayaan; Griezmann larut dalam kepahitan.

Unggul dalam kedudukan, ditambah unggul jumlah pemain. Ketika pertandingan sepertinya akan menjadi milik Arsenal, Griezmann, seorang yang sedari awal laga dihantam oleh kepahitan demi kepahitan, seketika seperti menemukan dirinya terlahir kembali saat di menit ke-81, ia berhasil mengoyak jala Arsenal dan membuat kedudukan menjadi sama kuat.

Kini semua raut beban tampak sirna dari wajahnya. Griezmann berlari ke sisi lapangan merayakan golnya. Berkat gol Griezmann, Atletico berhasil membekali diri mereka dengans atu gol tandang yang sangat berharga itu.

***

Fernando Torres pernah berkata, bahwa bagaimana pun hasil yang diraih Atletico, akan selalu terasa bermakna karena suporter mereka dengan senang hati akan menerimanya. Tentunya kredo ini juga berlaku untuk hasil pertandingan melawan Arsenal dini hari tadi.

Namun di pertandingan itu, hasil bukan hanya terasa bermakna bagi Atletico, melainkan juga bagi Griezmann. Dan sosok yang telah membuat hasil pertandingan tersebut menjadi sangat bermakna bagi Griezmann, adalah sahabatnya sendiri, Lacazette.

Komentar