Pesan Antonio untuk Gianluigi, Cerita Donnarumma Bersaudara

Cerita

by Sandy Firdaus 54236

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Pesan Antonio untuk Gianluigi, Cerita Donnarumma Bersaudara

Beberapa waktu yang lalu, kita disuguhkan dengan sebuah pertarungan antara Florentin Pogba dan Paul Pogba dalam pertandingan Liga Europa. Kakak-beradik itu akhirnya menjadi pesepakbola yang cukup dikenal, walau mereka harus menempuh jalan berbeda untuk mencapainya. Namun lain hal dengan yang dialami oleh Gianluigi Donnarumma dan Antonio Donnarumma.

Dua kakak-beradik Donnarumma ini, tidak seperti kakak-adik kebanyakan di Eropa, memiliki karier yang jauh berbeda. Tidak seperti kakak-beradik yang lain (Pogba, Xhaka, dan Neville misalnya yang kariernya tidak terlalu berbeda jauh), karier dari kakak-beradik Donnarumma ini terbilang cukup jomplang.

Hal inilah yang mungkin, bisa dijadikan pelajaran tersendiri oleh Donnarumma yang lebih muda (Gianluigi).

Sama-Sama Mulai dari Milan, Sebenarnya

Melihat kembali awal karier dari Donnarumma bersaudara ini, mereka sebenarnya memulai karier sepakbola mereka di klub yang sama. AC Milan menjadi klub awal pijakan pemain kelahiran 25 Februari 1999 ini bersaudara ini sebelum kelak menjadi pemain profesional di kemudian hari.

Masuk akademi Milan sejak masih berusia remaja dan merasakan bermain dalam berbagai tingkatan usia, tak serta merta membuat karier keduanya menjadi sama. Jika Gianluigi berhasil menembus tim utama pada 2015, Antonio malah memiliki jalan karier yang berbeda. Selepas dari akademi, ia malah membela Piacenza dari Serie B.

Inilah awal dari karier Donnarumma bersaudara yang sekarang terlihat jomplang. Dalam usianya yang masih muda, sang adik (Gianluigi) sudah menjadi penjaga gawang utama AC Milan bahkan sempat beberapa kali mendapatkan panggilan dari timnas Italia. Kemampuannya begitu diakui oleh lawan-lawannya. Buffon, penjaga gawang legendaris Italia, juga mengakui kemampuan Gianluigi.

Hal berbeda justru dialami oleh Antonio. Selesai menimba ilmu di akademi Milan, ia langsung membela Piacenza di Serie B. Selepas Piacenza, ia pindah ke Gubbio, Genoa, Bari, dan sekarang ia berada di Yunani, membela klub Asteras Tripoli. Kariernya yang banyak ia habiskan di Serie B inilah yang membuatnya jarang mendapatkan lirikan dari timnas Italia. Selama berkarier sebagai penjaga gawang, Antonio bahkan tak pernah sekalipun mendapatkan panggilan timnas.

Walau sama-sama memulai dari Milan, Antonio bisa dibilang sulit menunjukkan kemampuannya di depan khalayak. Ia sebenarnya penjaga gawang yang bagus, tapi mungkin ia tidak lebih bagus dari penjaga gawang yang lain.

Pelajaran yang Bisa Diambil Oleh Gianluigi dari Antonio

Usia Gianluigi sendiri, per 2017 ini, belum genap memasuki 20 tahun. Ia masih berusia 18 tahun. Dalam usia yang masih terhitung sangat muda ini, masih banyak hal yang bisa ia capai dan bisa ia pelajari dari sekelilingnya. Usia-usia Gianluigi sekarang memang usia yang cocok untuk belajar, karena pengalaman yang didapat pada usia 17-18 tahun-an akan terperam dalam ingatan untuk waktu yang cukup lama.

Tak perlu jauh-jauh belajar dari penjaga gawang klub lain. Ia bisa belajar dari Antonio, kakaknya sendiri. Ketika Donnarumma berulang tahun yang ke-18, Antonio mengujarkan bahwa ia harus tetap keras kepala (dalam artian yang positif) seperti sekarang. Selain itu ia juga berharap semoga Gianluigi memiliki karier yang lebih baik dari dirinya, menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di Italia.

"Ketika berada di dalam situasi yang tidak menyenangkan, ia tidak banyak memikirkan hal tersebut dan lebih memilih untuk menyelesaikannya. Ia juga adalah orang yang kerap menghadapi masalah yang terjadi dengan senyuman, walau masalah itu terkadang cukup berat untuk ia tangani. Dengan kepribadiannya yang seperti itu, ia pun lebih tenang dalam menjalani hidup. Saya ingin Gianluigi (Donnarumma) tetap seperti itu," ujar Antonio seperti dilansir MilanLive.it

"Saya dan keluarga mengharapkan karier yang baik untuknya di masa depan. Sekarang ia sudah menjadi penjaga gawang utama Milan, dan itu membuat kami bahagia. Dengan apa-apa yang ia tunjukkan sekarang, saya yakin di masa depan ia akan tetap mengejutkan semua orang. Takdir memang hanya Tuhan yang tahu, namun jika ia terus berjuang seperti sekarang, saya yakin ia akan tetap membuat semua orang senang akan penampilannya," tutup sang kakak.

***

Seperti yang dikatakan oleh Antonio, takdir memang hanya Tuhan yang tahu. Tapi jika tidak mengusahakan yang terbaik dalam hidup, maka hal-hal yang baik pun akan menjauh dari kehidupan secara perlahan. Gianluigi masih muda, dan ia masih memiliki banyak waktu untuk mengusahakan hal yang baik dalam hidupnya.

Jika kelak ia menemui jalan buntu, maka Antonio akan berada di sampingnya. Antonio akan memberikan petuah dan semangat supaya Gianluigi tetap memberikan yang terbaik selama hidup.

foto: @ACMilan_Brasil

Komentar