Tujuh Pertandingan Terbaik Eropa di Sepanjang Tahun 2016

Cerita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Tujuh Pertandingan Terbaik Eropa di Sepanjang Tahun 2016

Sejak pertama kali dimainkan di muka bumi ini, sepakbola, seolah tak bisa lepas dari sebuah drama. Seperti sebuah film yang di dalamnya penuh akan cerita, sepakbola selalu menghadirkan linangan air mata ataupun tertawaan riang gembira.

Tahun demi tahun, cerita itu akan silih berganti. Tahun demi tahun, fenomena hujan gol tak akan pernah berhenti. Begitu juga dengan tahun ini, tak terhitung sudah berapa kali laga yang menghasilkan kejar-kejaran gol itu terjadi.

Dari ribuan pertandingan yang telah dimainkan di sepanjang tahun 2016, dengan segala pertimbangan, kami mencoba merangkumnya ke dalam artikel ini. Tidak banyak pertandingan yang kami tunjuk, hanya yang dirasa mampu menghadirkan ingatan kuat dan cukup berkesan lah yang kami akhirnya kami pilih. Berikut adalah tujuh pertandingan terbaik di tahun 2016* versi PanditFootball Indonesia:

Norwich vs Liverpool

Kejar mengejar angka terjadi di Carrow Road, markas Norwich, pada lanjutan liga Primer Inggris yang mempertemukan antara Norwich dengan tamunya Liverpool (23/1) lalu. Di 15 menit pertama setelah peluit tanda pertandingan dibunyikan, kedua tim langsung memperlihatkan permainan terbuka.

Liverpool unggul terlebih dahulu pada menit ke-18 melalui sepakan Roberto Firmino. Namun tuan rumah tidak bergeming, pada menit ke-29, Dieumerci Mbokani berhasil menyamakan kedudukan melalui skema tendangan penjuru. Norwich bahkan berbalik unggul lima menit jelang waktunya turun minum, adalah pemain debutan, Steven Naismith, yang menjadi aktornya setelah sepakan derasnya menghujam gawang Simon Mignolet. Skor 2-1 bagi keunggulan Norwich bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Norwich tidak mengendorkan serangannya dengan langsung menggebrak pertahanan Liverpool begitu jalannya pertandingan dimulai. Hanya butuh waktu 10 menit bagi Norwich untuk memperlebar jarak menjadi 3-1. Kali ini Wes Hoolahan yang berhasil memperdayai Mignolet lewat eksekusi penaltinya.

Liverpool pun langsung bereaksi. Hanya butuh satu menit bagi mereka untuk kembali memperkecil keadaan melalui sepakan Jordan Henderson yang lolos dari penjagaan pemain belakang Norwich. Liverpool akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-63 melalui Roberto Firmino yang berhasil mencetak gol keduanya di pertandingan ini.

Liverpool pun secara mengejutkan mampu berbalik unggul melalui James Milner yang berhasil memanfaatkan kesalahan Russel Martin pada menit ke-75. Drama pun terjadi di penghujung pertandingan. Pada menit ke-90, Sebastian Bassong kembali menyamakan skor menjadi imbang 4-4 melalui sepakan kerasnya dari luar kotak penalti.

Disaa pertandingan sepertinya akan berakhir dengan skor sama kuat, Adam Lallana muncul sebagai pembeda. Sepakannya yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Declan Rudd pada menit ke-95, menghadirkan mimpi buruk bagi tuan rumah Liverpool pun akhirnya membawa pulang tiga poin setelah berhasil menang dengan skor 4-5.

Portugal vs Hungaria

Partai hidup mati menjadi tajuk yang pas bagi Portugal ketika akan menjalani laga terakhirnya di Grup F Euro 2016 lalu. Hanya memperoleh dua angka hasil dari dua kali imbang, membuat nasib Portugal berada di ujung tanduk. Hal ini diperparah dengan mandulnya sang mega bintang mereka, Cristiano Ronaldo, yang gagal menceploskan satu pun bola ke gawang lawan.

Berbeda dengan Portugal, Hungaria, menjalani Euro dengan start yang mengagumkan. Menang 2-0 atas Austria, serta bermain imbang 1-1 dengan Islandia, sudah cukup bagi Hungaria untuk menatap laga ini dengan sangat percaya diri. Apalagi mereka menargetkan diri keluar sebagai juara grup.

Sejak peluit tanda pertandingan dibunyikan, Portugal langsung menampilkan permaianan dengan pola serangan yang sangat tinggi. Walau demikian, Hungaria nyatanya mampu unggul terlebih dahulu melalui sepakan Zoltan Gera pada menit ke-19. Gol ini membuat Portugal semakin tersengat, gelombang serangan pun mereka lancarkan dengan terus-terusan. Hasilnya terjadi di menit ke-42, melalui Luis Nani, Portugal, kembali membuat skor imbang 1-1 yang bertahan hingga jeda.

Pertandingan semakin berjalan seru pada babak kedua. Diawali dari tendangan bebas kapten Hungaria, Balazs Dzsudzsak, di menit ke-47. Portugal kembali membuat laga menjadi imbang melalui Cristiano Ronaldo tiga menit berselang. Dzsudzsak lagi-lagi membawa Hungaria unggul pada menit ke-55. Namun, Ronaldo pun tak mau kalah dari Dzsudzsak, tujuh menit berselang, tandukannya yang memanfaatkan umpan silang Ricardo Quaresma, mampu menghujam gawang Gabor Kiraly. Hasil 3-3 pun bertahan hingga pertandingan usai.

Dengan hasil ini, Portugal cukup beruntung dapat lolos sebagai peringkat tiga terbaik. Keberuntungan ini nyatanya terus berlanjut hingga ajang Euro 2016 selesai. Di mana mereka keluar sebagai juara setelah mampu mengandaskan tuan rumah Prancis di babak final.

Jerman vs Italia

Partai besar tersaji di babak delapan besar Euro 2016 Prancis, yang mempertemukan Jerman dan Italia. Kedua tim sama-sama diunggulkan untuk lolos ke semifinal, mengingat status keduanya sebagai tim unggulan yang diprediksi mampu menjadi juara di ajang empat tahunan ini.

Jerman terlihat langsung mendominasi permainan begitu pertandingan dimulai. Sementara Itali, lebih memilih untuk bersabar dan mengandalkan serangan balik cepat. Walau mendominasi, tetapi Jerman tak mampu menembus rapatnya barisan pertahanan Italia yang digalang oleh Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini. Skor imbang tanpa gol pun bertahan hingga waktu turun minum.

Di babak kedua, tidak ada perubahan yang terjadi di kubu Jerman maupun Italia. Kedua tim tetap memperagakan permaianan yang serupa. Jerman akhirnya mampu unggul terlebih dahulu melalui Mesut Ozil pada menit ke-64. Itali pun kini berani untuk tampil lebih menekan. Mereka pun akhirnya mendapatkan hasilnya di menit ke-78 melalui penalti Leonardo Bonucci. Penalti diberikan karena Jerome Boateng tanpa sengaja menyentuh bola dengan tangannya di kotak terlarang. Skor 1-1 pun bertahan hingga waktu 90 menit sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak tambahan, kedua tim bermain lebih berhati-hati. Tak ada peluang berarti yang dihasilkan oleh keduanya. Laga pun berakhir dengan skor tetap, sehingga harus diselesaikan melalui adu tendangan penalti.

Di babak adu penalti, drama pun terjadi. Kejar-kejaran gol tercipta di babak ini. Total 18 pemain, masing-masing sembilan dari Jerman, dan delapan dari Itali, ikut ambil bagian di babak ini. Jerman pun akhirnya mampu keluar sebagai pemenang ketika sepakan Jonas Hector gagal dibendung oleh Gianluigi Buffon.

Mainz vs Hoffenheim

Bundesliga Jerman musim ini, sudah menghasilkan hujan gol pada pekan ke-2. Bermain di Opel Arena, Mainz, menjamu tamunya TSG Hoffenheim pada tanggal 11 September 2016 lalu. Pertandingan baru berjalan tiga menit, tuan rumah sudah unggul melalui tandukan Pablo De Blasis yang memanfaatkan tendangan penjuru.

Pada menit ke-23, Pablo De Blasis kembali menjadi momok menakutkan bagi Hoffenheim setelah sepakannya berhasil membawa Mainz unggul menjadi 2-0. Hanya dua menit berselang, petaka kembali terjadi bagi Hoffenheim. Kali ini, Jhon Cordoba yang berhasil membawa Mainz memperlebar jarak menjadi 3-1. Hoffenheim sempat memperkecil keadaan melalui Sandro Wagner pada menit ke-39. Akan tetapi, Levin Oztunali kembali membawa Mainz menjauh pada menit ke-43. Skor 4-1 pun bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Mainz tetap tampil menekan. Namun ketika waktu akan memasuki menit 70’an, Mainz, yang merasa sudah tak akan terkejar, mengendurkan serangannya. Hal ini pun mampu dimanfaatkan oleh Hoffenheim untuk tampil balik menekan, terlebih Mainz telah kehilangan salah satu pemainnya akibat mendapatkan kartu merah.

Pada akhirnya, Hoffenheim mampu memperkecil keadaan di menit ke-71 melalui sundulan Mark Uth. Tidak puas dengan satu gol yang diciptakannya, Mark Uth, semakin menipiskan jarak hanya satu menit berselang. Hoffenheim pun terus mengurung pertahanan tuan rumah. Adam Szalai akhirnya mampu membawa Hoffenheim menyamakan skor menjadi 4-4 setelah berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Mainz. Skor akhir 4-4 pun bertahan hingga pertandingan usai.

Malaga vs Deportivo La Coruna

Deportivo La Coruna melawat ke Estadio Rosaleda, markas Malaga (26/11), dengan kepercayaan diri penuh. Mereka pun langsung menggebrak pertahanan Malaga ketika pertandingan baru dimulai. deportivo pun akhirnya unggul terlebih dahulu pada menit ke empat melalui penalti yang dieksekusi Celso Borges.

Tidak mau dipermalukan dikandangnya sendiri, Malaga pun bangkit. Pada menit ke-20, wasit lagi-lagi menunjuk titik putih, namun kali ini bukan untuk Deportivo, melainkan bagi Malaga. Michel Santos pun berhasil mengekseskusinya. Pada menit ke-39, Malaga berbalik unggul setelah tendangan bebas Sandro Ramirez meluncur cantik ke gawang Deportivo. Skor 2-1 pun bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Malaga langsung menekan pertahanan Deportivo. Michel Santos pun lagi-lagi membawa Malaga unggul pada menit ke-55. Namun Malaga sempat lengah, hal ini pun berhasil dimanffatkan oleh Deportivo untuk mengejar ketertinggalan. Usaha mereka pun berhasil, pada menit ke-72 dan 81, Florin Andone dan Borges, berhasil membuat skor menjadi sama kuat 3-3.

Tetapi Malaga pantang menyerah untuk mendapat poin sempurna di kandangnya. Mereka pun beruntung karena pada menit ke-91, Javi Ontiveros berhasil membawa Malaga unggul 4-3 dan berhasil mengunci kemenangan.

Bournemouth vs Liverpool

Sebelumnya mungkin tidak akan ada yang menyangka jika Bournemouth mampu menceploskan empat gol ke gawang Liverpool, yang sedang berada di performa apiknya musim ini. Namun itulah yang terjadi, bermain di markasnya sendiri, Vitality Stadium (4/12), Bournemouth sempat keteteran oleh permainan cepat yang diperagakan oleh anak asuh Juergen Klopp.

Liverpool pun unggul terlebih dahulu melalui sontekan Saido Mane yang memanfaatkan umpan terukur Emre Can pada menit ke-20. Dua menit berselang, Divock Origi mampu membawa Liverpool menggandakan keunggulan melalui skema serangan balik. Skor 2-0 bagi keunggulan tim tamu pun bertahan hingga babak pertama selesai.

Di babak kedua, Bournemouth menjadi untuk bangkit. Mereka pun menemui hasilnya di menit ke-56 melalui penalti yang dicetak oleh Callum Wilson. Akan tetapi, Emre Can sempat menjaukan angka kembali memalui golnya yang dicetak pada menit ke-64. Liverpool pun semakin nyaman memainkan bola dan memilih untuk lebih mengendorkan serangan.

Pilihan Liverpool untuk tidak terus menekan pertahanan Bournemouth nyatanya salah. Hal ini pun berhasil dimanfaatkan Bournemouth untuk bangkit. Pada menit ke-76, Ryan Fraser berhasil memperkecil keadaan menjadi 3-2. Dan tidak butuh waktu lama bagi Bournemouth untuk menyamakan keadaan. Hanya dua menit berselang, Steve Cook berhasil mengubah angka menjadi 3-3.

Liverpool pun panik, sementara Bournemouth semakin nyaman mengatur ritme permainan. Akhirnya drama pun terjadi di ujung pertandingan. Adalah Nathan Ake yang berhasil membawa Bournemouth untuk berbalik unggul setelah memanfaatkan tangkapan bola yang tidak sempurna dari Loris Karius. Liverpool pun tertunduk lesu, sementara para pemain Bournemouth terlihat begitu girang dengan keberhasilannya meraih poin sempurna.

Fiorentina vs Napoli

Pertandingan Serie-A pekan ke-18 menghadirkan banjir gol. Total 20 gol tercipta dari 12 tim yang berlaga pada (23/12) lalu. Dari seluruh tim yang bertanding, laga antara Fiorentina dan Napoli menjadi yang paling banyak menyedot perhatian. Pertandingan yang dilangsungkan di Artemio Franchi, markas Fiorentina, ini menghasilkan masing-masing tiga gol bagi kedua tim.

Napoli menyongsong laga ini dengan penuh percaya diri, hasil dari bekal kemenangan yang diraih atas Torino pada pekan sebelumnya. Pun dengan Fiorentina, mereka ingin memutus rekor buruk tujuh kali pertemuan tanpa pernah menang melawan Napoli di kandang.

Permainan keras langsung ditunjukkan kedua tim pasca wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai. Baru empat menit berjalan, wasit sudah harus merogoh kartu kuning dan memberikannya kepada Raul Albiol dan Nikola Kalinic. Napoli akhirnya unggul terlebih dahulu melalui tendangan spektakuler yang dilepaskan oleh Lorenzo Insigne pada menit ke-24. Skor 1-0 pun bertahan hingga jeda turun minum.

Di babak kedua, Fiorentina langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal. Mereka pun akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 1-1 melalui tendangan bebas Federico Bernadeschi pada menit ke-51. Napoli pun langsung bereaksi dengan kembali memimpin keadaan pada menit ke-68 melalui Dries Mertens. Namun Fiorentina tak mau kalah, hanya satu menit berselang mereka kembali berhasil menyamakan skor menjadi 2-2, yang lagi-lagi diciptakan oleh Bernadeschi.

Fiorentina bahkan berbalik unggul pada menit ke-82 melalui Mauro Zarate. Hingga akhirnya drama pun terjadi di penghujung laga. Mertens yang mencoba berakselerasi, dijatuhkan oleh Carlos Salcedo di kotak terlarang. Wasit pun langsung menunjuk titik putih, dan eksekusi penalti Manolo Gabbiadini akhirnya membuyarkan kemenangan Fiorentina yang sudah di depan mata.

Foto: This is Anfield, Bundesliga, sportwatchi, Mirror, Goal, sportinglife, sscnapoli, malagacf

Komentar