Enam Tahun Hubungan Harmonis Iniesta dan Pendukung Espanyol

Cerita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Enam Tahun Hubungan Harmonis Iniesta dan Pendukung Espanyol

Derbi Barceloni yang mempertandingkan FC Barcelona dan RCD Espanyol di Camp Nou Rabu (19/12/16) dini hari WIB, lagi-lagi dimenangkan oleh Barcelona. Kali ini dengan skor telak 4-1. Gol kemenangan Barcelona dicetak oleh Luis Suarez dua kali, Jordi Alba, dan Lionel Messi. Sedangkan satu-satunya gol hiburan bagi Espanyol berhasil diciptakan oleh David Lopez.

Dengan hasil ini, itu artinya Barcelona tidak pernah terkalahkan oleh Espanyol dalam 16 pertemuan terakhirnya di La Liga sejak musim 2008-09. Sedangkan head-to-head secara keseluruhan, dari 163 kali pertemuan kedua tim, Barcelona menang 93 kali, Espanyol menang 34 kali, dan 36 kali berakhir dengan hasil imbang.

Derby yang juga bertajuk Derby Catalan ini mungkin menjadi salah satu derby yang kurang mendapatkan perhatian dari para pencinta sepakbola. Alasannya sangat masuk akal, kejomplangan yang terjadi di antara keduanya membuat pertandingan ini menjadi kurang menarik untuk disaksikan. Barcelona terlalu superior, sedangkan Espanyol berada di level inferior.

Daily Mail bahkan menempatkan duel Barcelona-Espanyol di peringkat ke-44 dari 50 besar peringkat derby terpanas di dunia. Walau demikian, bagi fans Barcelona, juga fans Espanyol, derby tetaplah derby, akan ada selalu saling ejek, bahkan kericuhan bagi keduanya, kala menyuarakan dukungan bagi tim masing-masing agar dapat memenangi gengsi sebagai penguasa di tanah Catalunya.

Dan sudah menjadi hal yang lazim bagi seorang pemain untuk mendapatkan intimidasi dari para pendukung lawan di laga yang bertajuk derby, terlebih para pemain tersebut dikategorikan sebagai pemain bintang yang dapat membahayakan tim pujaannya. Hal ini pun berlaku bagi sebagian besar para pemain Barcelona seperti Lionel Messi, Neymar, Luis Suarez, yang selalu mendapatkan sorakan atau ejekan dari para Periquitos, sebutan suporter Espanyol.

Neymar bahkan dikabarkan pernah mendapatkan ejekan rasis dari para pendukung Espanyol kala Barcelona bertandang ke Estadio Cornella-El Prat musim lalu. Neymar sendiri sebetulnya tidak mendengar ejekan bernada rasis yang dilontarkan oleh para pendukung Espanyol di laga tersebut. Andres Iniesta-lah yang justru melaporkan adanya ejekan tidak etis dari para pendukung Espanyol tersebut.

Selepas laga yang berkesudahan dengan skor imbang tanpa gol itu, kepada reporter, Iniesta membeberkan jika dirinya mendengar kata-kata tersebut ketika Barcelona mendapatkan tendangan penjuru di babak pertama. Iniesta pun menyebut tindakan itu sebagai sesuatu yang menjijikan.

Akan tetapi hal ini langsung dibantah oleh Presiden klub Espanyol, Joan Collet. Collet bahkan menyebut Iniesta sebagai seorang pembohong.

“Saya berada di sana, sama seperti 30 ribu orang lainnya, dan tidak terjadi apa pun. Semua ini bermula dari satu teriakan, tetapi tak bisa dibuktikan. Ini semua bohong,” ungkap Collet seperti yang dikutip Goal.

“Tensi laga saat itu tinggi dan tak banyak insiden tercipta. Sikap fans juga santun. Pertandingan itu salah satu yang membanggakan dan membuat kami yakin akan masa depan.”

Kejadian ini pun ditakutkan akan membuat hubungan Iniesta dengan pihak Espanyol (baik klub dan suporter) merenggang. Karena sebagaimana yang diketahui, Iniesta merupakan satu-satunya pemain Barcelona yang selalu dihormati oleh publik Espanyol.

Hubungan baik antara Iniesta dan Espanyol terjalin pasca Spanyol memenangi gelar Piala Dunia 2010 lalu. Iniesta yang menjadi satu-satunya pencetak gol di laga final melawan Belanda, membuat publik Espanyol begitu tersentuh dan sangat bersimpati terhadapnya. Di laga yang begitu akbar ini, Iniesta ternyata masih menyempatkan untuk mengingat salah satu sahabatnya yang bernama Dani Jarque. Jarque sendiri merupakan mantan kapten Espanyol yang meninggal dunia akbiat serangan jantung pada tahun 2009 ketika Espanyol menjalani pemusatan latihan pra-musim di Italia.

Simpati itu bermula ketika waktu menunjukkan menit ke-116 di waktu extra time, menerima umpan terobosan dari Cesc Fabregas, Iniesta berhasil melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang yang gawang yang tak mampu dihalau oleh Maarten Stekelenburg. Iniesta pun merayakan golnya tersebut dengan berlari ke sudut lapang sembari melepaskan kostum yang dikenakannya.

Namun siapa sangka, di balik kostum bertandingnya itu, Iniesta mengenakan kaos yang bertuliskan “Dani Jarque Siempre Con Nosotros” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Dani Jarque akan selalu bersama kami”. Semenjak inilah hubungan Iniesta dan publik Espanyol terjalin baik, Iniesta pun bahkan selalu diberikan standing ovation oleh para pendukung Espanyol tiap kali kedua tim itu bersua.

Pada pertandingan tadi malam, kekhawatiran mengenai renggangnya hubungan antara Iniesta dan publik Espanyol nyatanya tidak terjadi. Iniesta tetap mendapat sambutan hangat dari para pendukung Espanyol yang melawat ke Camp Nou. Itu artinya, enam tahun sudah para pendukung Espanyol juga begitu mencintai Iniesta.

Iniesta sendiri bermain apik di laga derby yang ke-28-nya ini dengan mencatatkan satu asis terhadap Luis Suarez, tiga dribel sukses, dua takel, empat kali membuat peluang, serta 58 kali operan sukses.

Komentar