Mungkin Akan Ada Lebih Banyak Gelembung di Olympic Stadium

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Mungkin Akan Ada Lebih Banyak Gelembung di Olympic Stadium

Pindah ke rumah baru adalah hal yang lumrah dilakukan. Ada banyak alasan yang mendasari seseorang untuk pindah dari rumah yang lama ke rumah yang baru. Dalam buku Manusia Setengah Salmon (juga dalam versi filmnya), ibu Raditya Dika pernah berujar bahwa, “kalau kita mau pindah ke rumah baru, kita juga harus siap meninggalkan yang lama”.

Melakukan perpindahan, atau hijrah, sekarang juga sedang dilakukan oleh West Ham United. Mulai musim 2016/2017, mereka tidak lagi berkandang di stadion kebanggaan mereka yang sudah mereka tempati sejak 1904, Boleyn Ground (Upton Park). The Hammers akan pindah ke kandang yang baru, Olympic Stadium, yang berkapasitas lebih banyak, yakni 60.000 penonton.

Sedih? Sudah tentu. Bahkan, musim lalu, saat pertandingan kandang terakhir West Ham di Boleyn Ground digelar, yaitu melawan Manchester United dalam ajang Liga Primer Inggris, stadion terisi penuh sesak oleh orang-orang yang ingin menyaksikan West Ham bertanding di Boleyn Ground untuk yang terakhir kalinya. Stadion berjejal oleh manusia, dan Boleyn Ground yang berkapasitas 35.000 itu pun terisi penuh.

Sekarang, Boleyn Ground tinggal kenangan. West Ham sudah mulai beranjak meninggalkan stadion tempat nama-nama seperti Geoff Hurst, Frank Lampard, Rio Ferdinand, serta nama-nama terkenal seperti Paolo Di Canio serta Carlos Tevez pernah bermain. Mereka mulai pindah ke Olympic Stadium untuk musim depan.

Namun, seperti halnya Raditya Dika yang sempat sulit untuk move on setelah pindah ke rumah baru, West Ham pun tampaknya mengalami hal yang sama. Mereka merasakan sesuatu yang hilang, suasana yang berbeda dengan apa yang mereka alami di Upton Park. Hal ini dikemukakan langsung oleh sang manajer, Slaven Bilic.

“Sangat sulit untuk membayangkan kandang yang lain (selain Boleyn Ground) untuk West Ham. Bertanding di sana, sangat terasa atmosfer keuntungan sebagai tuan rumah. Bertanding di sini (Olympic Stadium), saya seperti tidak merasa bertanding di kandang sendiri,” ujar Bilic seperti dilansir The Guardian.

Bilic merasa bahwa atmosfer yang ia dapat selama memimpin West Ham di Upton Park dan sekarang di stadion yang baru akan terasa berbeda. Jarak antara tribun ke lapangan yang lebih jauh di Olympic Stadium, tidak seperti di Boleyn Ground, akan membuat suara dukungan mungkin akan terasa lebih jauh.

“Anda tidak akan merasakan atmosfer seperti di Signal Iduna Park (kandang Dortmund) jika Anda bermain di Parc des Princes atau Stade de France. Begitupun yang kami alami sekarang. Mungkin musim depan atmosfernya akan berbeda,” ungkapnya.

Tapi, Bilic tampaknya akan membuat para pemainnya, sekaligus juga dirinya, move on dari Boleyn Ground meski itu sulit untuk dilakukan. Ia percaya, gemuruh di stadion akan dapat dihidupkan jika para pemain tampil dengan baik.

“Saya pernah merasakan atmosfer Wembley pada 2007 lalu. Kala Inggris berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, saya merasa bahwa suporter begitu dekat. Itulah yang harus kami lakukan. Penampilan pemain dengan sendirinya akan membentuk atmosfer di stadion,” tambahnya.

Pindah ke stadion baru juga sudah pernah dialami oleh klub lain, seperti Arsenal, Southampton, ataupun Manchester City. Toh, mereka pun sempat susah move on (terutama Arsenal), sebelum akhirnya mereka mampu menyesuaikan diri dengan stadion baru yang mereka tempati sampai sekarang ini.

West Ham pun dapat melakukan hal yang sama. Meski mungkin awalnya sulit, seperti yang Bilic ungkapkan karena sudah terlalu banyak kenangan terjadi di Boleyn Ground, mereka dapat memulai dengan memikirkan hal-hal positif yang mengiringi kepindahan mereka ke Olympic Stadium.

Mereka dapat memanfaatkan kapasitas yang lebih banyak dari Olympic Stadium untuk menampung lebih banyak penonton, yang mungkin tidak tertampung kala The Hammers masih berkandang di Boleyn Ground. Jika penonton yang hadir lebih banyak, maka atmosfer yang dihadirkan pun akan lebih semarak serta jauh lebih heboh dari sebelumnya.

Hal itu dapat dilihat pada Jum’at (5/8) dini hari nanti dalam leg kedua babak ketiga kualifikasi Europa League. The Hammers akan menghadapi NK Domzale setelah pada leg pertama, mereka kalah 2-1. Semoga saja, suara penonton yang menyanyikan lagu I’m Forever Blowing Bubbles akan lebih keras terdengar, dan satu hal lagi; gelembung yang diterbangkan di sana akan jauh lebih banyak dari sebelumnya.

foto: Wikimedia

Komentar