Warisan-Warisan yang Ditinggalkan Louis van Gaal untuk Manchester United

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Warisan-Warisan yang Ditinggalkan Louis van Gaal untuk Manchester United

Kebersamaan antara Louis van Gaal dan Manchester United resmi berakhir. Setelah 24 bulan masa kerja, juru taktik asal Belanda tersebut resmi diberhentikan hanya beberapa hari setelah MU merayakan gelar juara Piala FA yang berhasil diraih setelah absen selama 12 tahun.

Pengumuman sebenarnya akan dilakukan lebih cepat. Namun, atas permintaan pribadi Van Gaal agar dirinya bisa lebih "tenang" pergi dari klub, rilis pengumuman resmi pemberhentian tersebut baru dilakukan pada Selasa (24/5) dini hari WIB. Sejak ditunjuk sebagai juru taktik United pada 19 Mei 2014, Van Gaal menyisakan banyak cerita di klub asal barat daya Inggris tersebut. Selama masa kerjanya di United, ia juga meninggalkan fondasi serta warisan yang bisa jadi akan selalu diingat. Berikut di antaranya.

Kemunculan Para Pemain Muda

Bisa jadi diorbitkannya para pemain muda United adalah warisan terbesar yang ditinggalkan Van Gaal. Pria asal Belanda tersebut bisa di bilang cukup berani untuk memainkan para pemain muda bahkan untuk laga-laga penting sekalipun. Pencetak gol kemenangan di final Piala FA, Jesse Lingard, adalah pemain muda pertama yang diberikan kesempatan untuk membuktikan diri di tim utama.

Tentu saja yang paling sensasional adalah sang bocah ajaib, Marcus Rashford. Permainannya bahkan tidak menunjukkan bahwa ia adalah pemain akademi yang baru promosi ke tim utama. Gaya bermain Rashford seakan menunjukkan bahwa ia adalah penyerang berpengalaman. Total 14 pemain muda diorbitkan Van Gaal selama masa kepelatihannya di United.

Baca juga :

Louis van Gaal Babes XI

Marcus Rashford, Memphis Depay, dan Tradisi Akademi United

Terkait pembelian pemain muda juga bisa dibilang berhasil. Anthony Martial yang pada awalnya dianggap memiliki harga transfer kelewat mahal untuk pemain seusianya, ternyata menampilkan permainan luar biasa sepanjang musim. Gol penentu kemenangan United di semifinal Piala FA melawan Everton adalah bukti bahwa kepercayaan diri Van Gaal mendatangkan Martial bukan sesuatu yang salah.

Posisi dan Keahlian Baru Seorang Pemain

Ashley Young sebagai penyerang tengah, Maraoune Fellaini sebagai second striker, Jesse Lingard dan Memphis Depay berposisi sebagai "Pemain No.10". Di atas adalah sebagian dari perubahan-perubahan posisi ekstrem yang terjadi ketika Louis Van Gaal menangani United. Van Gaal juga "mematenkan" posisi Wayne Rooney di sektor gelandang, dan Antonio Valencia sebagai bek kanan.

Hasilnya beberapa pemain memang terlihat kebingungan dan kikuk di posisi barunya. Beberapa bahkan memilih hengkang karena tidak nyaman dengan peran baru yang diberikan. Misalnya, Angel Di Maria dan Shinji Kagawa. Tapi peran dan posisi baru nyatanya bisa memaksimalkan potensi lain yang dimiliki oleh seorang pemain seperti Juan Mata yang ditempatkan sebagai sayap kanan, dan Daley Blind yang sudah mulai terbiasa bermain sebagai bek tengah.

Baca juga :

Heavy Rotation a la Louis van Gaal

Kelebihan-kelebihan yang Akan Membuat Daley Blind Menjadi Bek Tengah Hebat Seperti Ayahnya

Begini Seharusnya Cara Memainkan Scheneiderlin!

Van Gaal juga membuat para pemain mencoba beberapa keahlian baru. Phil Jones dan Daley Blind kini bisa melakukan sepak pojok, sesuatu yang tentu tidak pernah terbayangkan sebelumnya karena mereka berposisi sebagai pemain belakang. Ander Herrera juga ternyata adalah eksekutor penalti yang handal. Keahlian tersebut muncul dari gelandang asal Spanyol tersebut karena diberikan kesempatan.

Gol United yang terjadi di final Piala FA juga merupakan hasil dari perubahan posisi serta keahlian baru yang diterapkan Van Gaal kepada timnya. Rooney menggiring bola dan merangsek masuk ke jantung pertahanan pada kejadian gol pertama adalah alasan mengapa ia ditempatkan sebagai gelandang. Rooney punya determinasi dan kekuatan. Terkait gol kemenangan juga serupa. Andai Valencia tidak "dipatenkan" sebagai bek kanan, dan andai Jesse Lingard tidak pernah bermain sebagai "Pemain No.10" yang bisa muncul secara tiba-tiba dari lini kedua, bisa saja gol kemenangan tersebut tidak pernah terjadi.

Piala FA

Piala FA adalah bentuk paling nyata. Artefak dari era Van Gaal di Manchester United adalah Piala FA yang dimenangi pada 21 Mei lalu. Menjadi spesial karena raihan Piala FA kali ini membuat United menyamai Arsenal sebagai pemegang gelar terbanyak dengan 12 piala. Terlebih lagi kesuksesan tersebut menjadi yang pertama setelah hampir 12 tahun selalu gagal memenangkan kompetisi sepakbola tertua di planet bumi tersebut. Makna keberhasilan juara Piala FA ini juga menjadi sangat mendalam. Ini adalah trofi perdana pasca era Sir Alex, dan juga membuat Wayne Rooney serta Michael Carrick sudah memenangi seluruh gelar domestik di tanah Inggris.

Penggemar yang Lebih Bersyukur

Bisa jadi ini sebenarnya adalah sesuatu yang paling berharga yang Van Gaal tinggalkan untuk United. Terutama untuk para penggemar kesebelasan yang bermarkas di Old Trafford tersebut.

Tidak akan dapat mensyukuri akan sesuatu apabila tidak pernah merasakan kehilangan. Penggemar United benar-benar terbuai dan dimanjakan ketika era Sir Alex. Tim selalu meraih trofi setidaknya satu dalam setiap musim, menjadi pesaing gelar juara Liga Primer Inggris, dan kepastian bermain di Liga Champions dalam setiap musimnya.

Mereka yang biasanya mengolok-olok, kini mengalami keadaan yang berbalik. Setelah terbiasa berada di posisi puncak, kini penggemar United bahkan keringat dingin dan banyak berdoa agar timnya sekadar bisa finis di peringkat yang baik di akhir musim dan mendapatkan tiket untuk tampil di Eropa.

(Seharusnya) Para penggemar United kini sudah bisa lebih "bersyukur" terkait kejayaan yang dialami klubnya di masa lalu. Menatap masa depan dan menikmati segala sesuatu yang terjadi di hari-hari mendatang dengan lebih rendah hati.

Dan Hal-hal Lain

Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, pria Belanda juga meninggalkan banyak hal lain dari masa kerja 24 bulan nya di tanah Inggris. Komentar-komentar "tidak biasa" yang dibuat Van Gaal pasca pertandingan tentu akan menjadi sesuatu yang dikenang. Bagaimana ia membuat pernyataan-pernyataan nyeleneh yang bukan saja membingungkan para wartawan yang meliput bahkan mungkin untuk dirinya sendiri.

Kemudian ketika ia tidak mengingat nama pemainnya sendiri dan "salah" memanggil Chris Smalling sebagai "Mike". Tentu fenomena-fenomena yang terjadi di pinggir lapangan mulai dari dirinya terjatuh sampai menggunakan kacamata hitam tentu membuat sosok Van Gaal memiliki tempat tersendiri di hati siapa saja yang akan mengenangnya.

Louis Van Gaal dan ‘filosofi permainan menyerang’ serta kejadian-kejadian lain, rekor yang dibuat, sesuatu yang baik dan buruk. Segala sesuatunya akan membuat Louis Van Gaal mengakhiri waktunya di United seperti yang ia inginkan. Yaitu, Mencatatkan sejarah.

Hartelijk Dank, Louis Van Gaal

foto : skysports

ed: fva

Komentar