Deifikasi Kepada Sosok David Beckham: Dahulu, Kini, dan Nanti

Cerita

by Teguh Rama

Teguh Rama

Penulis. Menggemari sepakbola dari sisi budaya tribun. Dapat dihubungi melalui surel teguhsutasman@gmail.com

Deifikasi Kepada Sosok David Beckham: Dahulu, Kini, dan Nanti

Siapa yang tak setuju jika David Beckham masuk kedalam salah satu pesepakbola yang anda idolakan atau (setidaknya) pernah gemari?. Baik itu penggemar Manchester United, bahkan bagi penggemar klub yang menjadi rival sekalipun. Rasanya sulit menampik pesona dari seorang David Beckham.

Sosok kelahiran 2 Mei 1975 ini ke bisa dibilang ikon dari segala aspek di dalam dan di luar sepakbola. Kemampuannya di dalam lapangan hijau, dirasa cukup untuk memenuhi segala syarat untuk menjadi seorang idola. Pun dengan andilnya di luar lapangan, kiranya hingga dirinya memutuskan untuk gantung sepatu pada 2013 silam, ayah dari 4 orang anak ini selalu memiliki andil yang besar.

Sebagai pemain yang beroperasi di sisi lapangan, Beckham memang bukan pemain yang cepat. Tidak cukup cepat untuk melewati 3 hingga empat pemain seperti yang dilakukan Ryan Giggs. Namun, tampaknya seorang David Beckham tidak perlu capek-capek melewati empat pemain hingga ke kotak penalti, kalau ia bisa secara akurat melepaskan umpan kedalam kotak penalti. Dengan gaya yang khas Beckham, tentunya.

VIDEO: Kumpulan aksi-aksi terbaik David Beckham





Terlepas dari beberapa catatan buruk yang sempat ia torehkan baik bersama timnas Inggris atau bersama klub. Pesona Beckham seakan mampu menghapus semuanya stigma buruk tersebut.

Tetap Menjaga Performa di Usia Senja

Beckham juga merupakan salah satu dari sekian pemain yang tetap menjaga performa, bahkan masih terus berkembang seirnig bertambahnya usia. Terutama, sejak Beckham memutuskan untuk bermain di kompetisi MLS bersama LA Galaxy, ia kerap menjaga kebugaran dengan ikut berlatih dengan klub-klub top eropa, seperti Arsenal, Tottenham Hotspur, bahkan pernah bermain dua kali masa pinjaman ke AC Milan.

Dirinya yang kerapkali bermain sebagai gelandang tengah, bukan di sayap seperti di Manchester United, membuat pendapat bahwa seorang Beckham tidak bisa bermain di posisi lain selain di sayap, menjadi tidak terbukti.

Seorang Carlo Ancelotti yang pernah menjadi pelaihnya kala memperkuat AC Milan, memuji kemampuan seorang Beckham di usianya yang tidak lagi muda.

"Di lapangan, Beckham melihat segala sesuatu sebelum [dilihat] orang lain," ujar Ancelotti dikutip Telegraph. "Visinya bermain lebih baik sekarang daripada saat waktu di Manchester [United] dan dalam hal itu, ia tidak ada [alasan] bagi Kaka untuk iri kepadanya.”

"Dia lebih lambat namun lebih kuat taktis dan teknis. Dia sangat cerdas dan bekerja banyak," ungkapnya kala itu.



Imej Diluar Lapangan

Banyak yang berpendapat kalau penampilan David Beckham yang berkelas dan banyak menyita perhatian timbul sejak dirinya berpacaran dengan personil Spice Girls, Victoria Adams. Namun, anggapan tersebut agaknya menjadi salah, karena sejak dirinya masuk ke akademi Manchester, Beckham sudah menyita perhatian para rekan-rekannya terlebih dahulu.

Sinar seorang David Beckham sebagai ikon sepakbola bisa dibilang tumbuh alami. Dalam film ‘Class of 92’ yang menceritakan tentang kisah beberapa pilar Manchester United tersebut, tergambar jelas dari pengakuan beberapa rekan Becks seperti Ryan Giggs, atau Neville bersaudara bahwa sejak bergabung dengan akademi Manchester United, Beckham memang selalu menjadi pesolek. Contohnya, bagaimana Beckham selalu menyisir rapi rambutnya sebelum bermain, hingga menggunakan sepatu keluaran Adidas yang sedang tren. Bahkan, kala itu Ryan Giggs termasuk yang sering mencemooh perilaku Beckham muda.

Berbicara betapa kerennya Beckham, coba hitung berapa kali seorang David Beckham menjadi trendsetter gaya rambut pria-pria?Dari belah tengah, hingga yang terakhir, classic pampadour yang masih tren hingga saat ini.











Kini kerennya Beckham dari segi penampilan ditunjang dengan hobinya untuk mengendarai sepeda motor klasik, seperti Triumph Bonneville atau Harley Davidson tipe Knucklehead keluaran tahun 1920. Hobi yang dimulai ketika berteman dengan selebriti Hollywood seperti Brad Pitt serta Keanu Reeves. Terakhir, Beckham melecut kuda besinya hingga ke hutan Amazon di Brazil.

"Saya selalu menjadi penggemar sepeda motor," kata Beckham dikutip Vanity Fair.

"Sepanjang karir saya, saya tidak pernah diizinkan untuk naik sepeda motor, tetapi menjelang akhir karir saya, saya diizinkan untuk menungganginya, sehingga ini benar-benar menjadi passion saya," tuturnya.

Beckham pun dikenal sebagai sosok yang memiliki keluarga yang harmonis. Ia bersama Victoria memiliki 4 orang anak, yakni Brooklyn, Romeo, Cruz, dan Harper. Pernikahannya dengan Victoria selama 17 tahun, jarang diterpa isu miring. Sosok ‘kebapakan’ Beckham pun dibuktikan dengan sering terlihatnya ia mendampingi anak-anaknya hanya untuk mengantarkan sekolah.


Beckham dan Pengaruh di Dunia Akademis

Pengaruh kuat David Beckham pun membawa namanya hingga masuk kedalam beberapa studi di tingkat perguruan tinggi. Misalnya, Staffordshire University yang sempat menawarkan studi ‘Beckhamology’ yang berisi tentang bagaimana dampak seorang David Beckham berpengaruh terhadap sepakbola modern. Begitu pula dengan fakultas Sosiologi di Chinese University of Hongkong, yang mempelajari tentang dampak Beckham terhadap komersialisasi sepakbola.

Bahkan, mahasiswa dari University of Leicester pernah meneliti persamaan fisika dari tendangan yang biasa dilepaskan oleh David Beckham.


***





Kini, setelah berhenti merumput, Beckham tetap selalu saja memberikan dampak yang selalu membuat orang berdeak kagum. Becks memutuskan untuk memiliki tujuan yang besar di sepakbola dengan membangun sebuah klub sepakbola di Miami, Florida, Amerika Serikat. Klub ini direncanakan akan berlaga sekitar tahun depan, saat pembangunan stadionnya rampung.






Berprestasi di lapangan, memiliki style yang menawan, memiliki keluarga yang harmonis, dan masih memiliki tujuan besar di hari tuanya. Apalagi yang kurang keren dari David Beckham?


Foto: Metro, GQ

Komentar