Skenario Terindah untuk Leicester City

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Skenario Terindah untuk Leicester City

Ambisi Leicester City mendapatkan trofi Liga Primer Inggris tinggal selangkah lagi. Dan kesempatan mereka untuk menjadi pemenang Liga Primer Inggris terbuka Minggu (1/5) petang WIB, saat Leicester melawan Manchester United di Old Trafford.

Dengan sisa tiga pertandingan di musim ini, Leicester hanya perlu meraih tiga poin dari poin maksimal sembilan poin. Kemenangan di laga menghadapi Man United akan membuat Leicester memiliki 79 poin, unggul 10 poin dengan Tottenham Hotspur yang berada di peringkat kedua dengan 69 angka, yang akan bermain Selasa (3/5) dini hari WIB melawan Chelsea.

Manajer Leicester, Claudio Ranieri, sendiri berkeinginan untuk menutup persaingan juara Liga Primer Inggris di laga ini. Ia berkata bahwa penutup indah film-film Amerika akan menjadi gambaran yang sempurna bagi perjuangan anak asuhannya di musim ini.

“Pertandingan ini akan menjadi sejarah dan kami tahu itu,” ujar Ranieri kepada BBC. “Sangat menarik jika kami menutup laga ini (melawan Manchester United) seperti halnya penutup indah film-film Amerika, di mana selalu berakhir happy ending.”

Melihat peluang yang sudah di depan mata, Leicester otomatis akan mengejar ambisi tersebut di laga ini. Pasalnya, dengan menjadi juara di Old Trafford, pencapaian-pencapaian The Foxes yang sudah mereka buat di musim ini – terus berada di posisi pertama dan salah satu kunci permainan mereka musim ini, Riyad Mahrez, saat berhasil menggondol gelar pemain terbaik versi PFA – akan begitu indah.

Dengan keberhasilan menjadi juara Liga Primer Inggris di Old Trafford sudah barang tentu akan menjadi hal yang benar-benar mengagumkan untuk Leicester. Selain merupakan kandang Manchester United, stadion yang disebut oleh Sir Bobby Charlton sebagai “Theatre of Dreams” ini juga dikenal memiliki sejarah panjang dalam sepakbola Inggris. Terakhir kali tim selain Manchester United menjadi juara Old Trafford adalah Arsenal pada musim 2001/02.

Selain itu, keberhasilan menjuarai Liga Primer di Old Trafford akan begitu sempurna bagi Leicester. Pasalnya, United masih layak memegang julukan klub terbaik di Inggris – dilihat dari keberhasilannya menjuarai Liga Primer Inggris 20 kali – meskipun penampilan mereka kini sedang menurun.

Tidak hanya itu, mengunci gelar juara Liga Primer Trafford juga akan menjadi ajang pembuktian bagi Danny Simpson dan Danny Drinkwater. Pasalnya, kedua pemain Leicester ini sempat merasakan bagaimana empuknya bench pemain Old Trafford.

Selain keduanya, nama Kasper Schmeichel juga akan terlibat dalam emosi yang luar biasa di laga ini. Masa lalunya saat melihat sang ayah, Peter Schmeichel, menjuarai Liga Primer bersama United, diyakini akan membuatnya merasakan emosi yang sama dengan Peter.

Keberhasilan menjadi juara Liga Primer di Old Trafford, akan membuat euforia pendukung Leicester, yang sudah terasa mulai saat ini, akan semakin gila. Seperti yang diketahui, saat ini pendukung The Foxes sudah mulai menyiapkan pesta keberhasilan menjuarai Liga Primer Inggris, yang tampaknya belum pernah mereka bayangkan.

Beragam hal menyangkut “rencana“ keberhasilan Leicester menjuarai Liga Primer mulai terlihat di seluruh Kota Leicester, East Midlands. Beragam graffiti yang menunjukkan rubah, lambang klub, hingga Ranieri sudah mulai terlihat di sepanjang jalan. Belum lagi penjualan berbagai aksesoris klub seperti kaos, slayer, dan balon penanda keberhasilan Leicester juara juga sudah banyak dipajang.

Euforia tersebut diyakini akan semakin semarak saat Leicester menghadapi Everton di laga terakhir mereka di kandang musim ini. Ya, meskipun laga melawan Everton bukan laga terakhir mereka di Liga Primer, tapi tetap saja pertandingan ini akan menjadi salah satu pertandingan yang tidak akan bisa mereka lupakan sepanjang sejarah tim.

Sedangkan lawan terakhir yang harus dihadapi oleh Leicester untuk menutup musim ini dengan indah adalah Chelsea. Laga ini tentu akan menjadi pembuktian bagi Ranieri, yang sempat memiliki catatan mengarsiteki The Blues, kepada Roman Abramovich, bahwa ia juga bisa memberikan gelar juara di Inggris.

Selain ajang pembuktian Ranieri, laga ini juga akan menjadi spesial lantaran Chelsea yang memegang gelar juara tahun lalu. Ini artinya, sang juara baru menutup musim ini dengan menghadapi sang juara bertahan, bahkan berpesta di Stamford Bridge, kandang Chelsea.

Jika skenario untuk Leicester di atas terwujud, tentu ini akan menjadi musim yang benar-benar menarik bagi Leicester. Meski demikian, segala kemungkinan masih bisa terjadi dan tidak menutup kemungkinan Tottenham, yang kini tengah duduk di posisi kedua, malah berhasil menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini.

Komentar