Lee Chung Yong yang Dulu Bukanlah yang Sekarang

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Lee Chung Yong yang Dulu Bukanlah yang Sekarang

Lee Chung Yong yang dulu bukanlah yang sekarang; dulu bersinar kini mengerang kesakitan. Penulis bertaruh Anda membaca kalimat diatas sembari bernyanyi di dalam hati. Sudah, jangan diulang-ulang!

Selepas pensiunnya Park Ji Sung dari sepakbola profesional pada pertengahan 2014, tidak ada lagi pesepakbola Korea Selatan yang namanya benar-benar melambung. Ki Sung Yueng, meskipun memberi kontribusi buat Swansea City, tapi tak cukup membuatnya benar-benar dikenal. Sementara itu, Son Heung Min yang ditransfer dari Bayer Leverkusen pada musim ini, masih belum menjadi bagian integral dari permainan Tottenham Hotspur.

Nasib serupa juga dialami Lee Chung Yong. Bahkan, mungkin sedikit dari Anda yang pernah mendengar namanya, karena selama ini dia cuma memperkuat tiga kesebelasan: FC Seoul, Bolton Wanderers, dan Crystal Palace. Ketimbang Sung Yueng dan Heung Min, nasib Chung Yong tidak lebih baik. Meski lebih dahulu bermain di Inggris, namun ia menghabiskan dua setengah musim di Divisi Championship.

Satu hal yang membuatnya unik adalah dibanding ketiga pemain tersebut, cuma Chung Yong yang ditransfer dari Liga Korea ke Premier League. Ji Sung didatangkan Manchester United dari PSV Eindhoven; Son Heung Min dari Bayer Leverkusen ke Tottenham Hotspur, sementara Sung Yeung dari FC Celtic.

Pria yang Setia


Sebagaimana halnya Park Ji Sung yang begitu setia membela Manchester United selama enam musim berseragam Setan Merah, Chung Yong juga melakukannya bersama Bolton Wanderers. Di kesebelasan yang berdiri sejak 1874 ini, Chung Yong bertahan hingga lima setengah musim. Padahal, peluangnya bermain untuk kesebelasan lain terbuka lebar.

Pada musim pertamanya di Premier League, Chung Yong sudah terpilih sebagai “Bolton Player of the Year”, “Players Player of the Year”, dan “Best Newcomer Awards”. Piala Dunia 2010 pun seperti menjadi panggung pertunjukkan kualitasnya. Masih berusia 22 tahun, Chung Yong sudah dipercaya menempati sisi lapangan mendampingi Ji Sung dan Park Chu Young di lini serang. Ia pun tak tergantikan sepanjang empat pertandingan yang dilakoni Korea Selatan di Afrika Selatan.

Usai Piala Dunia, Liverpool dikabarkan meminati pemain kelahiran 1988 ini. Dengan segala sejarah dan kualitas yang dimiliki skuat Liverpool, semestinya mudah bagi Chung Yong untuk memantapkan keputusan. Terlebih saat itu Bolton tidak sedang bagus-bagus amat. Mereka bahkan berpotensi untuk terdegradasi.

Namun, Chung Yong tetap kukuh membela Bolton. Ia menyatakan keinginannya untuk terus bermain buat The Wanderers, meski Liverpool bisa menjadi batu loncatan untuknya agar mendapatkan karier yang lebih baik.

Pilihan untuk tinggal di Bolton membuatnya diuji. Pada awal musim 2011, Chung Yong menderita cedera parah yang memaksanya beristirahat hingga sembilan bulan. Karena perlunya masa penyembuhan setelah cedera, Manajer Bolton kala itu, Owen Coyle, tak akan memaksakan Chung Yong di tim utama, meski timnya saat itu tengah dalam pertarungan di zona degradasi.

Karena kebutuhan tim, Chung Yong akhirnya kembali dimainkan saat menghadapi West Bromwich Albion. Ia masuk menggantikan Martin Petrov. Seluruh penjuru Stadion Reebok (Kini Macron Stadium) pun memberinya standing ovation.

Nasib Bolton ditentukan dalam pertandingan terakhir menghadapi Stoke City. Bolton wajib menang karena Queens Park Rangers meraih hasil seri. Sayangnya, Bolton tak mampu berbuat banyak. Bertandang ke Stadion Britania, Bolton cuma meraih hasil seri. Chung Yong yang masuk pada menit ke-81 pun tak bisa berbuat banyak. Perjalanan 11 musim Bolton di Premier League pun berakhir.

Terdegradasinya Bolton tak membuat Chung Yong ingin segera hengkang. Ia justru memperpanjang kontrak hingga akhir musim 2014/2015. Chung Yong paham kalau ia harus bermain di klub yang tepat. Cedera yang ia dapat membuatnya belum bisa menunjukkan performa yang maksimal dan bisa menjadi batu sandungan jika pindah ke kesebelasan lain.

Kemampuan Chung Yong mulai kembali pada musim 2013/2014. Ia bermain dalam 32 laga selama 2972 menit dan mencetak tiga gol serta enam assist. Pada musim 2014/2015, ia selalu menjadi pilihan utama Bolton dengan bermain 22 kali dan mencetak tiga gol serta tiga assist.

Namun, pada penghujung bursa transfer musim dingin, Chung Yong membuat keputusan yang membuat penggemar Bolton terkejut. Ia menerima tawaran Crystal Palace yang kala itu baru dibesut Alan Pardew.

Baca juga: Filantropi Park Ji-Sung yang Menginspirasi

Chung Yong yang Meredup

Cedera yang menghantui karier Chung Yong (foto: caughtoffside.com)

Penulis awalnya mendukung keputusan Chung Yong yang pindah ke Palace, apalagi ada Alan Pardew di sana. Penulis terpukau melihat permainan Lee pada awal musim lalu di Divisi Championship. Setelah menyaksikan pertandingan, penulis pun mengubek-ubek highlight setiap pertandingan Bolton. Dari situ penulis menilai kalau peran Chung Yong amatlah vital buat tim. Jumlah golnya memang tidak banyak, tapi jumlah key passess-terbilang lumayan dengan 1,8 kali setiap pertandingan.

Saat bertanding, sebagaimana umumnya pemain Korea Selatan, Chung Yong lebih sering mengirim umpan ketimbang berusaha mencetak gol. Kecepatan serta umpannya yang akurat menjadi asupan yang tepat buat penyerang yang memiliki kecepatan maupun yang memiliki kekuatan dalam menjaga bola.

Di Palace saat itu, Pardew punya Yaya Sanogo, Fraizer Campbell, Wilfried Zaha, dan Dwight Gayle, yang masuk dalam kriteria umpan Chung Yong, tertama Gayle. Namun, kenyataan tak seindah khayalan karena Chung Yong justru cuma bermain selama 91 menit bersama Palace pada musim 2014/2015 silam. Catatan yang amat buruk, karena Chung Yong tengah memperbaiki performanya.

Dengan talenta dan usianya yang beru menginjak 27 tahun, Chung Yong mestinya terus bermain secara reguler untuk berada di puncak performa. Dengan kian jarangnya ia masuk di tim utama, semakin sulit pula bagi Chung Yong untuk sekadar menyamai peran Sung yeung atau Heung Min bagi kesebelasannya masing-masing, meskipun hal tersebut dipengaruhi oleh cedera yang dialami Chung Yong.

Cedera memperparah keadaan. Media Korea Selatan, Yonhap, pada 4 November lalu, memberitakan kalau Chung Yong kembali mengalami cedera pada sesi latihan. Hal ini membuat kansnya untuk membela Korsel di babak kualifikasi Piala Dunia pekan ini kian suram. Dikutip dari situs resmi Crytsal Palace, Chung Yong cedera engkel saat menghadapi tim U-21 Bristol City.

Musim ini, Chung Yong cuma bermain selama 27 menit buat Palace. Tentu menjadi sebuah kesedihan, bukan cuma buat dia, tetapi juga buat fans Bolton yang merelakannya pergi. Apalagi buat penggemar yang kembali membaca surat terbuka Chung Yong saat ia pergi. Karena cuma mereka yang tahu bagaimana  kesetiaan Chung Yong di Bolton, dan bagaimana dia bekerja keras untuk memulihkan cedera dan memberikan yang terbaik buat tim. Di saat ia berjanji untuk bekerja keras di tim lain, ia justru tak mendapat banyak kesempatan untuk tampil. Padahal, kepergian Chung Yong ke Crystal Palace didukung fans yang menginginkannya untuk memiliki karier yang lebih baik di tim Premier League.

Kira-kira begini penggalan surat terbuka Chung Yong yang dimuat di situs resmi Bolton:

“Aku tak akan lupa 15 Agustus 2009 saat aku masuk ke lapangan saat debut dan fans begitu bergemuruh dan itu luar biasa. Mereka tidak tahu tentangku karena aku berasal dari luar negeri, tetapi mereka ingin melihat bagaimana aku bermain. Aku selalu memberi yang terbaik buat Bolton karena saat di lapangan aku bisa merasakan gairan para penggemar yang membuatmu bersemangat.”

“Setelah itu penggemar selalu mendukung dan percaya padaku. Aku ingin berterima kasih pada penggemar Bolton Wanderers. Kini, aku juga adalah fans Bolton Wanderers sepanjang hidupku. Aku hanya ingin mengatakan pada fans untuk terus mendukung tim di setiap pertandingan. Terima kasih untuk semua kenangannya, Bolton.”

***

Chung Yong adalah pria yang setia. Meski ia berkarir sebagai pesepakbola yang punya banyak harta, tapi Chung Yong tak pernah macam-macam. Ia menikahi kekasihnya yang sudah ia pacari sejak masih SMA pada 2014 silam. Sepanjang itu pula, Chung Yong menjalin hubungan jarak jauh. Ia bahkan menyatakan kalau kekasihnya itu memberinya energi tambahan saat bertanding.

Kini, ia hanya perlu meninggalkan kesetiaannya pada cedera yang terus mengganggu kariernya di sepakbola.

foto:  koreatimesus.com

Komentar