Kiper Muda AC Milan itu Kalahkan Gianluigi Buffon dan Kakaknya Sendiri

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi 45909

Ardy Nurhadi Shufi

Juru Taktik Amatir
ardynshufi@gmail.com

Kiper Muda AC Milan itu Kalahkan Gianluigi Buffon dan Kakaknya Sendiri

AC Milan berhasil meraih poin penuh pada lanjutan Serie A giornata ke-9 (25/10). Bermain sebagai tuan rumah, kesebelasan berjuluk Rossoneri tersebut berhasil menjungkalkan Sassuolo dengan skor 2-1. Selain berhasil mengakhiri tiga laga tanpa menang, kemenangan ini pun menjadi pencapaian tersendiri bagi kiper muda Milan, Gianluigi Donnarumma.

Gianluigi merupakan bagian dari perjudian pelatih Milan, Sinisa Mihajlovic, pada laga ini. Miha dengan yakin mencadangkan kiper utama mereka, Diego Lopez, untuk memberikan kesempatan Gianluigi yang masih berusia 16 tahun untuk bermain sejak menit pertama.

Penampilannya itu lantas mencatatkan sejarah baru bagi sepakbola Italia. Menurut laman Sportfan, usianya yang masih 16 tahun delapan bulan enam hari, menjadikannya sebagai kiper termuda yang bermain sejak menit pertama di Serie A. Penampilannya ini memecahkan rekor sebelumnya, 17 tahun, yang dipegang kiper Juventus dan timnas Italia, Gianluigi Buffon.

Baca juga: Buffon: Jangan Mau jadi Kiper!


Meskipun begitu, Gianluigi tak menjadi kiper termuda sejarah Serie A Italia. Karena rekor ini dipegang oleh Gianluca Pacchiarotti yang bermain sebagai kiper pengganti selama 10 menit saat membela Pescara 35 tahun yang lalu ketika dikalahkan Perugia dengan usia 16 tahun enam bulan 16 hari. Di Milan pun ia tak memecahkan rekor Giuseppe Sacchi, yang pada 73 tahun lalu menjalani debutnya ketika masih berumur 16 tahun tujuh bulan 24 hari.

Gianluigi sendiri seolah memang dipersiapkan untuk bersaing dengan skuat utama pada musim ini oleh Mihajlovic. Pada pra-musim lalu, ia tampil saat Milan menghadapi Real Madrid di ajang International Championship Cup. Bahkan pada laga ini, ia menahan tendangan penalti Toni Kroos.

Kembali pada laga debut Gianluigi bersama Milan dalam ajang resmi, sang lawan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-30. Diusirnya kiper Sassuolo, Andrea Consigli, membuat Milan menguasai jalannya pertandingan yang menyebabkan Sassuolo hanya empat kali mengancam gawang Gianluigi.

Dari empat percobaan tersebut, satu di antaranya menjadi aksi penyelamatan Gianluigi pada laga debutnya ini. Sisanya, pemain kelahiran 25 Februari 1999 ini hanya mencatatkan satu tinjuan dan tiga kali menguasai bola (claims).

Satu-satunya ‘noda’ dalam debutnya itu adalah tendangan bebas penyerang masa depan Italia (dan Juventus?), Domenico Berardi, yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-53. Berardi sendiri memang merupakan pemain yang menjadi momok bagi Milan di mana ia sejauh ini telah mencetak delapan gol dari lima penampilannya melawan Milan.

Meskipun begitu, kemenangan tetap diraih Milan setelah Luiz Adriano mencetak gol kemenangan empat menit jelang bubar. Debut pemuda asal kota Castellammare di Stabia ini pun berakhir dengan kemenangan bagi Milan.

Lebih Baik dari Sang Kakak

Gianluigi sebenarnya merupakan adik dari Antonio Donnarumma, kiper yang saat ini membela Genoa. Sang kakak, Antonio, pun merupakan pemain lulusan akademi Milan. Ia bergabung dari Juve Stabia ke Milan pada usia 15 tahun.

Namun Antonio gagal menembus skuat utama Milan ketika dipromosikan ke kesebelasan utama pada 2008, saat berusia 18 tahun. Di musim pertamanya bersama skuat utama ia harus bersaing dengan Nelson Dida, Christian Abbiati, dan Zeljko Kalac. Pada musim kedua, ia harus bersaing dengan Dida, Abbiati, Flavio Roma, dan Marco Storari. Selama dua musim, ia hanya lima kali masuk dalam daftar cadangan Milan tanpa satu kalipun bermain.

Setelah menjalani masa peminjaman di kesebelasan Serie B (Piacenza dan Gubbio) selama dua musim, Antonio dianggap belum layak bermain dengan skuat Milan. Kemudian ia dijual ke Genoa dengan nilai transfer 1,8 juta euro plus Johad Ferretti.

Pindah ke Genoa, ia sempat dipinjamkan ke Bari setelah gagal bersaing dengan Alexander Tzorvas dan Sebastian Frey. Sekembalinya dari Bari, ia harus bersaing dengan kiper masa depan timnas Italia, Mattia Perin dan sejauh ini hanya menjadi pilihan kedua.

Kekalahan prestasi sang kakak dari sang adik pun bukan hanya dari jumlah penampilannya di Milan, di level timnas pun Gianluigi lebih baik. Jika Antonio tak pernah sekalipun mendapatkan panggilan timnas, Gianlugi sejauh ini secara reguler mendapatkan panggilan dari timnas junior Italia sejak usia 15 tahun. Bahkan meski masih berusia 16 tahun, ia sudah mencatatkan 10 kali penampilan bersama timnas U17.

Lantas apakah Gianluigi akan bisa bertahan dengan persaingan dalam skuat Milan? Atau pada akhirnya harus terpinggirkan seperti yang dialami oleh sang kakak? Seperti apapun karier Gianluigi di masa depan, tampaknya karier Gianluigi akan lebih baik dai sang kakak.

foto: gettyimages.com.

Komentar