Kesempurnaan Awal Musim Inter Keberuntungan?

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Kesempurnaan Awal Musim Inter Keberuntungan?

Media Corriere dello Sport dan Mediaset mengabarkan jika Internazionale Milan mengalami krisis keuangan yang didapatkan pada satu tahun terakhir. Tapi Erick Thohir sang Presiden membantahnya. Pengusaha asal Indonesia itu pun lantas menepis jika kekalahan dari Fiorentina dengan skor 4-1 pada Senin (28/9) dini hari lalu bisa menjadi awal krisis kesebelasannya.

Fiorentina seolah membumikan I Nerazzurri, julukan Inter, jika perjalanan Serie-A masih panjang dan tidak bisa disimpulkan dari lima kemenangan awal sejak liga bergulir. Di saat yang bersamaan, banyak juga yang bertanya-tanya apakah Mauro Icardi dkk. benar-benar dapat menjaga konsistensi kemenangan itu atau hanya cukup mendapatkan keberuntungan saja sejauh ini?

Argumen kedua sedikit menarik karena lima kemenangan dari lima laga awal skuat besutan Roberto Mancini itu cuma unggul satu gol. Ditambah lagi, dalam enam pertandingan, Inter hanya menjebol gawang lawan sebanyak enam kali.

Pada pekan pertama Serie-A 2015/2016, Inter membutuhkan gol Stevan Jovetic melalui penalti ke gawang Carpi pada satu menit jelang berakhirnya pertandingan setelah berjuang dengan skor 1-1.

Begitu juga ketika menghadapi Chievo Verona akan berakhir imbang jika, Massimo Gobbi, full-back kiri Chievo, tidak melakukan kesalahan yang bisa dimanfaatkan Icardi. Ketika mengalahkan Hellas Verona pun memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0 melalui gol Felipe Melo.

Saat itu Mauro Icardi tampak kekurangan suplai dari rekan-rekannya. Penyerang asal Argentina tersebut hanya menyentuh bola 20 kali dan mencoba melepas tendangan satu kali. Sentuhan bolanya lebih sedikit ketimbang Samir Handanovic sebanyak 23 kali dan 38 sentuhan Stevan Jovetic yang baru masuk sejak menit ke-56 padahal Nerazzurri memenangkan penguasaan bola sebesar 63 persen.

Baca juga : Alasan Matteo Kovacic Gagal Bersama Inter Milan

Selain itu, ada anggapan bahwa skuat besutan Mancini tersebut seolah menjadi kesebelasan yang paling tidak berkesan untuk ditonton. Anggapan itulah yang mencetuskan pendapat Melo yang mengatakan "Jika anda tidak menyukai cara bermain kami, anda bisa pergi menonton Barcelona."

Seperti yang diketahui, Mancini merupakan salah satu pelatih bertipikal pragmatis dalam permainan bertahan. Ia tidak peduli seberapa besar kemenangan kesebelasannya karena menjaga gawang dari kebobolan lebih penting walau cuma meraih tiga poin dari skor 1-0 sekalipun. Permainan seperti itulah yang menjadi kritik kepada Mancini ketika masih menukangi Manchester City dari 2009 sampai 2013.

Kendati demikian, ia tetap mampu membawa City juara Piala FA 2010/2011, FA Community Shield 2012 dan Liga Primer Inggris 2011/2012. "Tidak masalah kami disebut membosankan. Hal yang sama pernah diberikan kepada saya ketika baru memulai langkah di City," katanya.

Selain itu salah satu masalah Nerazzurri saat ini adalah ketidakmampuan untuk menciptakan banyak peluang walaupun memiliki senjata dalam bentuk Icardi, Jovetic, Ivan Perisic, Adem Ljajic dan pemain depan lainnya. Nampaknya ada masalah di ujung lapangan Inter dari kemenangan lebih dari satu margin gol tunggal dan kurangnya pemahaman antara Perisic, Jovetic dan Icardi sehingga sedikit terjawab berjalan dengan keegoisan.

Mancini jelas membutuhkan lebih banyak waktu untuk menemukan kombinasi yang tepat. Setelah dikalahkan Fiorentina mereka harus berkunjung ke kandang Sampdoria dan menjamu Juventus. Apalagi jika mengingat dua pertandingan Nerazzurri selanjutnya itu terancam tanpa diperkuat Jovetic yang mendapatkan cedera hamstring ketika pemanasan jelang pertandingan melawan Fiorentina.

Baca juga : Joao Miranda Memilih Inter Milan karena Kota Milan dan Madrid Punya Kesamaan

Sibuknya Inter ketika bursa transfer musim panas pun masih belum sepenuhnya terasa. Ljajic baru diberi kesempatan bermain satu kali dan Martin Montoya belum sekalipun diturunkan. Bahkan nama terakhir santer akan kembali lagi menuju kesebelasan lamanya, Barcelona, pada bursa transfer Januari 2016 mendatang.

Sementara untuk saat ini tampaknya Inter harus lebih mengandalkan soliditas dan menemukan ritme. Jika itu terjadi maka Nerazzurri akan menjadi lawan yang jauh lebih ditakuti dan hinaan sarkastik tentang Scudetto Inter akan semakin menghilang.

Sumber : Corriere dello Sport, ESPN, Football Italia, Mediaset, Soccerway, Who Scored, Wikipedia,

Komentar