Benarkah Masa Depan Berardi Ada di Juventus?

Cerita

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Benarkah Masa Depan Berardi Ada di Juventus?

AC Milan akhirnya dipastikan gagal tampil di kancah Eropa. Kekalahan 2-3 dari Sassuolo membuat Milan bahkan tidak bisa lagi sekadar mengejar tiket ke Liga Eropa sekali pun, apalagi Liga Champions.

Kekalahan dari Sassuolo menjadi kekalahan ketiga Milan di Serie A dalam empat pertemuan terakhir keduanya. Tiga gol Domenico Berardi mengantarkannya menjadi bintang di Stadion Citta del Tricolore. Hattrick-nya di pekan ke-36 itu membuatnya menjadi pemain keenam yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di musim ini. Berardi bersanding dengan penyerang ternama lainnya seperti Mauro Icardi, Albin Ekdal, Filip Djordjevic, Gonzalo Higuain, dan Fabio Quagliarella.

Di musim lalu bahkan Berardi tampil lebih gahar saat membukukan empat gol ke gawang Milan. Seluruh gol yang dicetaknya kala itu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan untuk Sassuolo dengan skor 4-3. Dan tak salah jika Berardi mengangap pertandingan saat melawan Milan merupakan pertandingan yang membawa keuntungan baginya.

"Menghadapi Milan membawa saya keberuntungan, karena setiap kali saya bermain melawan mereka sepertinya saya mencetak gol!" kata Berardi di Sky Sport Italia.

Ucapan Berardi sesungguhnya agak berlebihan. Sebab pemain pinjaman dari Juventus ini pun pernah gagal mencetak gol ke gawang Milan. Namun, setiap Berardi mencetak gol atau asist, Sassuolo selalu bisa meraup tiga poin penuh atas Milan.

***

Berardi lahir di Cariati, ia bergabung dengan akademi muda dari Cosenza pada usia 13 tahun, sebelum pindah ke Sassuolo pada usia 16. Berardi membuat debut seniornya untuk Sassuolo pada 27 Agustus 2012 dan mencetak gol profesional pertamanya lima hari kemudian melawan Crotone.

Sejak bergabung dengan Sassuolo di musim 2012/2013, pria berusia 20 tahun tersebut telah menjadi andalan Eusebio Di Francesco selama berjuang membawa Sassuolo menuju Serie A dengan torehan 11 golnya. Catatan itulah yang akhirnya membuat Juventus bergerak cepat dengan membelinya seharga 14 juta euro.

Meskipun telah mendapatkan Berardi, pihak Si Nyonya Tua tidak serta merta membawa Berardi ke Juventus Stadium. Justru ia tetap dibiarkan berada di Sassuolo dengan harapan mendapatkan lebih banyak menit bermain di usianya yang masih muda.

Setelah tiga musim memperkuat Sassuolo, catatan Berardi memang memuaskan. Ia menorehkan 41 gol untuk Il Neroverdi (julukan Sassuolo). Dan musim ini menjadi pencetak gol terbanyak untuk Sassuolo dengan torehan 14 gol, disusul Simone Zaza dengan 9 gol. Jika Berardi sudah mutlak milik Juve hanya dalam status dipinjamkan, Simon Zaza setengah kepemilikannya dimiliki Juventus -- bersama Sassuolo tentunya.

Baca juga: Cinta Sejati Allegri kepada Sassuolo

Berardi pun tidak hanya menjadi pencetak gol terbanyak untuk Sassuolo. Ia bahkan juga menjadi pelayan terbanyak bagi pencetak gol lainnya dengan 8 asis. Ia juga mencatatkan diri dengan rataan tendangan ke gawang terbanyak di antara penyerang Sassuolo lainnya dengan 3,1 tendangan per pertandingan.

Dengan selalu mencetak gol lebih dari 10 gol setiap musimnya, menjadi hal yang wajar jika AS Monaco juga sempat menginginkan Berardi di awal musim 2014/2015. Tapi Juventus yang kala itu baru saja mendapatkan Berardi, tidak serta merta tergoda dengan tawaran 22 juta Euro yang disodorkan kesebelasan kaya raya tersebut.

Pertanyaan sekarang: apakah Berardi akan segera bergabung dengan Juventus di musim depan? Tentu saja jika ia bergabung dengan Juventus di musim depan, persaingannya tidaklah semudah ketika di Sassuolo. Dan Berardi telah memikirkan itu dengan keinginannya mengevaluasi kembali masa depannya.

"Saya akan mengevaluasi posisi saya pada bulan Juni. Saya pikir saya akan tinggal di Sassuolo untuk musim depan. Saya memiliki dua pertandigan tersisa. Setiap pekan saya telah bekerja keras untuk meningkatkan performa saya," ujar Berardi seperti dilansir Forza Italian Football.

Menjadi hal logis jika Berardi tetap mencoba bertahan di Sassuolo mengingat usianya yang masih muda dan persaingan yang ketat di lini depan Juventus. Pasalnya ia harus belajar dari kasus Giuseppe Sculli dan Sebastian Giovinco yang pernah digadang-gadang menjadi pemain masa depan Juventus saat di usia muda. Namun, kenyataannya mereka harus melanglang buana ke berbagai kesebelasan setelah tak mendapatkan menit bermain yang banyak.



Komentar