Persaingan Kelas Pekerja Budapest di Lapangan Sepakbola

Cerita

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Persaingan Kelas Pekerja Budapest di Lapangan Sepakbola

Persaingan sengit antara Ferencvarosi TC  dan Ujpest  yang berasal dari kota Budapest, Hungaria akan kembali tersaji di perhelatan sepakbola yang bertajuk Derby Budapest (12/4). Di semua kompetisi Ferencvaros telah memenangkan derby sebanyak 125 kali, sementara Ujpest baru meraih 76 kemenangan. Kedua kesebelasan bermain imbang sebanyak 64 kali.

Tahun lalu, Derby Budapest yang mempertemukan Ferencvarosi dan Ujpest terpilih ke dalam 10 derby paling populer di dunia versi situs copa90.com. Pertemuan antara kedua belah pihak ini tidak hanya menimbulkan ketegangan di dalam permainan. Hubungan antara pendukung dan manajemen kedua kesebelasan ini juga memiliki sejarah perselisihan. Dalam pertemuan pertama musim 2014/2015, manajemen Ujpest sukses bekerjasama dengan pendukung garis kerasnya untuk memboikot jalur pendukung rival agar tidak dapat memasuki markas mereka. Hasilnya Ferencvarosi bermain tanpa dukungan dan tumbang 1-2.

Ferencvaros, yang berjuluk Fradi, berada di distrik 9 kota Budapest, sementara Ujpest di distrik 4 di kota yang sama. Menurut worldsoccer.com pertandingan kedua kubu ini pun menjadi persaingan besar yang lebih penting daripada rival kesebelasan sekota seperti Arsenal dan Tottenham Hotspur di London. Lantas apa yang membuat kedua kesebelasan asal Budapest tersebut menjadi paling populer di Hungaria? Dan apakah sejarah latar belakang sosial dan ekonomi menjadi bagi dari persaingan sengit mereka?

Sama-sama Lahir Sebagai Kesebelasan Kelas Pekerja

Ferencvaros  yang berdiri pada 1899 dan Ujpest yang dibentuk pada 1885 adalah salah satu kesebelasan tertua di Hungaria. Perbedaan usia membuat keduanya tidak langsung menjadi saingan. Di awal abad 19, persaingan paling besar adalah antara Ferencvaros dan MTK yang didirikan pada tahun 1888. MTK mendominasi kejuaraan Hungaria dengan sembilan kali menyabet gelar liga secara beruntun antara 1916 dan 1925. MTK pun saat itu menjadi kekuatan yang menakutkan. Setiap kesebelasan berambisi untuk mengalahkan mereka.

Kemunculan Ferencvaros yang tidak lain dan tidak bukan adalah bentuk pengembangan dari MTK dengan identitas yang berbeda. Kedua kesebelasan didirikan oleh perwakilan minoritas Hungaria yang masing-masing berasimilasi dengan Jerman dan Yahudi. Hal itu pun menimbulkan fakta bahwa MTK bukan milik salah satu distrik tertentu dan menekankan karakter universal. Sedangkan Ferencvaros merupakan kesebelasan yang sangat lokal dan mengedepankan rasa patriotik. Para pendukung patriotik lokal Ferencvaros kebanyakan berasal dari pekerja kerah biru dan orang-orang miskin dari distrik 9, sementara itu MTK adalah kesebelasan kota borjuis.

Bahkan persaingan mereka membuat kesebelasan di luar Budapest tidak bisa bersaing dengan kesebelasan asal Budapest yang berbasis lebih kuat selama tahun 1920-an dan 1930-an. Sepakbola Hungaria begitu kuat berpusat di kota Budapest . Sebagian besar masyarakat miskin (pekerja agraria dan industri) di luar Budapest memilih menjadi penggemar Ferencvaros, sehingga membuat kesebelasan tersebut menjadi yang paling populer di Hungaria yang pada awal Perang Dunia ke-2.

Sedangkan Ujpest pada saat-saat itu bukan bagian resmi dari Budapest (baru menjadi kabupaten di Budapest pada tahun 1950). Ujpest hanya sebuah kota pinggiran yang miskin dengan peluang keuangan yang jauh lebih terbatas daripada Ferencvaros. Hal ini menjelaskan mengapa Ujpest tidak sepopuler Ferencvaros meskipun sama-sama terkenal sebagai  kesebelasan kelas pekerja Hungaria.

Para pekerja non-Budapest yang sedang mencari kesebelasan untuk pertama kalinya akan lebih memilih Ferencvaros dengan alasan memiliki peluang lebih besar untuk mengalahkan MTK. Kelas pekerja yang tidak memilih Ujpest terlalu beralasan jika kesebelasan tersebut sangat lemah dan belum mampu menjadi pesaing di kompetisi. Namun demikian, popularitas Ujpest perlahan tapi pasti meningkat sejak menjadi juara pertama kali pada 1930.

Tapi itu tidak serta merta membuat popularitas Ujpest menjadi lebih besar dari Ferencvaros. Pasalnya Ferencvaros sudah menjadi kebanggan sebagian besar warga Hungaria. Bagi mereka, menjadi penggemar Ferencvaros berarti menjadi pendukung anti-MTK sehingga menjadi 'anti kemapanan' dan dengan cara diam-diam memberontak terhadap kediktatoran kelas penguasa Hungaria.

Pengambilalihan di Masa Penjajahan Nazi

Anti kemapanan di Hungaria berlaku di tahun 1930-an dengan kemunculan Partai Arrow Cross yang menjadi sayap kanan paling ekstrem di Hungaria. Partai Arrow Cross pun mengambil alih Ferencvaros karena ulah brutalnya yang menentang pemerintahan; yang ketika itu dikuasai oleh Nazi Jerman di tahun 1944. Ujpest sendiri diambil alih oleh sebuah partai bernama Gamma.

Namun hal yang menyedihkan harus terjadi pada MTK. Kesebelasan yang menjadi perwujudan rezim sebelumnya harus dibubarkan oleh rezim pemerintahan yang baru dibawah kuasa Nazi. Bahkan akibat pembubaran tersebut, MTK tidak lagi menjadi kesebelasan yang populer setelah kembali bangkit.

Lantas fakta tersebut menjadi penguat jika Ferencvaros dan Ujpest adalah dua kesebelasan yang besar dan berbahaya bagi pejabat Nazi. Kedua kesebelasan tersebut pun dijalankan langsung oleh pejabat Nazi setelah tentara Jerman menyerbu Hungaria.

Kontrol langsung dari kesebelasan Hungaria berlanjut setelah Partai Komunis 'memenangkan' pemilu di tahun 1948 dan mendirikan rezim totaliter yang kejam. Dengan kemenangan Partai Komunis, Ferencvaros melakukan perlawanan dengan berubah menjadi kesebelasan oposisi Komunis dari sebelumnya; Segera ia dicap sebagai 'kesebelasan orang Hungaria'. Otoritas Komunis begitu takut dan memaksa Ferencvaros untuk mengganti nama dan warna menjadi Kinizsi.

Begitu pun dengan Ujpest yang berganti nama menjadi Ujpesti Dozsa di bawah kendali Kementerian Dalam Negeri, sehingga Ujpesti Dozsa mendapatkan julukan 'kesebelasan polisi'. Dozsa pun menjelma menjadi kesebelasan terkuat di Hungaria pasca revolusi Hungaria di tahun 1956.

Pasca Revolusi Hungaria

Di era revolusi Hungaria, justru nama Ferencvaros kembali  seperti semula setelah tahun 1956 dan tetap sebagai kesebelasan yang paling populer dianggap sebagai 'anti kemapanan' atau 'anti-Komunis'. Sementara Ujpest menjadi kesebelasan yang berada di bawah kendali Kementerian dalam Negeri, yang menerima sumbangan negara dengan pemain terbaik. Berkat dukungan dan sumbangan dari negara, akhirnya Ujpest berhasil memenangkan tujuh kejuaraan Hungaria secara berturut-turut selama tahun 70-an.

Namun faktanya dari segi popularitas, Ujpest belumlah dapat menyaingi popularitas Ferencvaros sebagai kesebelasan yang paling banyak didukung warga Hungaria. Ujpest hanya mampu menjadi pusat industri terbesar di wilayah utara Budapest. Hal itu pun membuat para pekerja kerah biru meras selalu simpatik terhadap Partai Komunis dan popularitas Ujpest di kalangan kelas pekerja menjadi meningkat dengan perubahan rasa patriotik menjadi rasa kasih sayang sosial.

Setelah era komunis pudar di tahun 1989 dan bantuan mentri dalam negeri telah tidak ada, Ujpest kembali seperti kesebelasan semenjana dan tak mampu menyaingi kekuatan Ferencvaros. Permusuhan kedua kesebelasan itupun semakin tak menentu. Terkadang perselisihan masa lalu menjadi bahan untuk membakar suasana menjelang pertandingan.

Semua yang tersisa saat ini adalah perkelahian skandal biasa antara penggemar Ferencvaros dan Ujpest. sementara itu kepentingan politik dalam persaingan mereka sudah lama berlalu, sayangnya penampilan kelas dunia kedua kesebelasan juga ikut hilang dengan pengarus tersebut.

Bahkan dengan memanasnya perselisihan kedua kesebelasan dan pendukungnya tersebut, pihak kepolisian sampai memberikan gerbong kereta khusus kedua pendukung untuk meminimalisir gesekan. Dan tak jarang pihak kepolisian juga meletakan petugas untuk memastikan keamanan di setiap stasiun-stasiun yang akan dilalui kedua pendukung.

Komentar