Ancaman bagi Kesebelasan Cadangan di Kompetisi Segunda A La Liga

Cerita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Ancaman bagi Kesebelasan Cadangan di Kompetisi Segunda A La Liga

Suguhan liga Spanyol memang selalu menghadirkan sesuatau yang menarik perhatian. Dari sebuah liga tempat bercokolnya para pemain level superstar sampai dengan tradisi unik klub seperti Athletic Bilbao yang tetap keukeuh memegang adat istiadat menggunakan pemain lokal kelahiran dan berdarah Basque.

Namun selain hal-hal lumrah tersebut, ternyata ada hal yang membuat kompetisi di tanah Matador menjadi lebih unik. Yaitu dibolehkannya tim “B” atau tim cadangan untuk mengikuti kompetisi resmi liga Spanyol. Berbeda dengan di Inggris, misalnya, yang mengkhususkan sebuah kompetisi khusus untuk kesebelasan cadangan, Spanyol memungkinkan kesebelasan-kesebelasan cadangan atau tim B untuk berkompetisi di liga resmi -- maksudnya bukan liga kesebelasan cadangan.

Kesebelasan-kesebelasan flamboyan yang memiliki tim cadangan yang cukup tangguh, seperti Barcelona dengan Barcelona B atau Real Madrid dengan Real Madrid Castilla-nya (yang kini dilatih Zinedine Zidane), pernah mengecap kompetisi Segunda Division A (satu tingkat di bawah Primera La Liga). Kompetisi Segunda A ini kompetisi resmi yang diikuti oleh siapa pun. Mereka yang ada di Segunda A berpeluang untuk promosi ke Primera La Liga di akhir musim jika berada di peringkat atas.

Hanya saja, kesebelasan-kesebelasan di Segunda A yang berstatus sebagai kesebelasan pelapis, tidak bisa promosi ke Primera La Liga jika kesebelasan utamanya juga bercokol di Primera La Liga. Contohnya, Barcelona B tak akan bisa bermain di Primera La Liga selama kesebelasan utama Barcelona masih ada di kompetisi Primera La Liga. Begitu juga dengan Real Madrid Castilla.

Prinsip dasarnya: kesebelasan cadangan yang ikut berkompetisi tidak boleh berada di satu level dengan kesebelasan utamanya. Maka, jika Real Madrid terdegradasi ke Segunda A, misalnya, maka tim Real Madrid Castilla yang bermain di Segunda A juga harus turun satu level kompetisi di bawah Segunda A. Begitu dan begitu seterusnya.

Beberapa kali terjadi kesebelasan cadangan ini menjuarai Segunda A namun tak bisa naik ke La Liga karena kesebelasan utamanya masih bercokol di La Liga.

Pada musim 1952-1952, misalnya, kesebelasan cadangan Valencia yaitu CD Mestalla menjuarai Segunda, tapi tak bisa naik ke Primera La Liga karena Valencia juga ada di sana. Pada musim 1983-1984, kesebelasan cadangan Real Madrid dan Athletic Bilbao, yaitu Real Madrid Castilla dan Bilbao Athletic, menjadi juara dan runner-up Segunda, tapi juga tak bisa naik ke Primera La Liga karena kesebelasan utamanya juga bercokol di sana.

Akan berbeda jika kompetisinya adalah Piala Raja alias Copa del Rey. Kedua kesebelasan satu induk dimungkinkan bertemu dan saling bertanding satu sama lain. Dan ada contoh fenomenal untuk hal itu.

Final Copa del Rey 1979/1980 bisa dibilang sebagai final keluarga bagi Madridista. Siapa pun pemenangnya, para penggemar Real Madrid akan tetap senang dan bahagia. Pasalnya, final yang digelar di Santiago Bernabeau pada 4 Juni 1980 itu mempertemukan Real Madrid dengan Castilla CF (sekarang Real Madrid B). Tak soal, bukan, siapa pun yang menang?

Baca juga: Mematahkan Mitos Pembinaan Pemain Real Madrid kalah dari Barcelona

Penjelasan singkat di atas tentu sudah familiar bagi beberapa penggemar liga Spanyol. Namun apa masalahnya? Perihal masalah ini mulai muncul ketika Villareal B terdegradasi ke Segunda B karena tim utama mereka terdegradasi dari Primera La Liga menuju Segunda A di musim 2011-12. Hal tersebut  mulai mengikis eksistensi tim cadangan di Segunda A dan hanya menyisakan Barcelona B dan Real Madrid Castilla saja di Segunda A.

Celakanya, musim 2013-14 lalu, malah Real Madrid Castilla akhirnya harus kalah saing dan terlempar dari kompetisi nomer dua di Spanyol tersebut. Maka otomatis Barcelona B saja yang tersisa dari kesebelasan cadangan yang masih berkutat di kompetisi Segunda A.

Sebenarnya, performa Barcelona B musim lalu tidak buruk-buruk amat. Posisi ketiga di akhir musim 2013-14 dan menduduki satu tempat untuk play-off ke divisi Primera Liga tentu menjadi hal yang cukup oke buat mereka, setidaknya salah satu yang terbaik dalam lima musim terakhir. Masalahnya, musim ini mereka terjun bebas ke zona degradasi dan masih sulit menemukan performa terbaiknya. Setidaknya untuk mendongkrak posisi di klasemen sementara.

Padahal, pergantian pelatih di kubu Barca B sudah dilakukan. Eusebio Sacristan yang kerap kali dianggap melakukan keputusan-keputusan aneh sepanjang musim ini harus rela diganti oleh Jordi Vinyal yang sebelumnya menukangi tim Barca Juvenil A (U-19). Pergantian pelatih ini malah tak memberikan sinyal yang bagus di tubuh tim Barca B. Padahal, prestasi Jordi Vinyals ini tidak sembarangan, ia meraih titel UEFA Youth League (Champions league-nya U-19) di musim perdana penyelenggaraannya.

Banyaknya pemain kunci musim lalu yang hengkang karena dianggap sudah cukup berumur untuk bercokol di kesebelasan cadangan dan tidak bisa menembus kesebelasan utama, nampaknya menjadi masalah utama mereka musim ini. Berkompetisi dengan pemain muda binaan klub dan bersaing dengan pemain senior dari klub-klub lain yang berjuang untuk promosi ke Primera La Liga tentu bukan hal yang mudah. Minimnya pengalaman bertanding di level tertinggi dan kerap kehilangan fokus akan menjadi batu karang bagi para pemain muda. Tak baik menjalaninya maka bisa bisa terdegradasi yang akan jadi ganjarannya.

Hal-hal tersebut nampaknya akan menjadi ancaman atau bahkan menjadi akhir dari eksistensi kesebelasan cadangan di kompetisi Segunda A jika Barcelona B juga harus terperosok ke kompetisi Segunda B di akhir musim nanti. Namun hal ini bisa saja tidak terjadi jika Barca B selamat dari degradasi, atau tim-tim cadangan yang kini masih berpeluang menuju Segunda A seperti Real Madrid Castilla, Athletic Bilbao B, Celta Vigo B dan Almeria B bisa melewati babak play-off dan promosi ke kompetisi Segunda A untuk musim depan.

Mari kita tunggu!

Kami pernah menuliskan artikel panjang mengenai perbandingan kompetisi-kompetisi kesebelasan cadangan atau kesebelasan yunior di berbagai negara di Eropa. Simak artikelnya: Kompetisi Tim Junior dan Cadangan di Berbagai Negara

Komentar