Akankah Davies Mengikuti Jejak Bale?

Cerita

by Eki Nurdiansyah

Eki Nurdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Akankah Davies Mengikuti Jejak Bale?

Tottenham Hotspur berhasil mendatangkan bek kiri Wales, Ben Davies dari Swansea City musim ini. Pemain berusia 21 tahun ini diproyeksikan untuk berbagi peran dengan Danny Rose di sisi kiri pertahanan Spurs. Kedatangan Davies pun dibarengi dengan gembar-gembor media bahwa ia mirip dengan Gareth Bale: sama-sama berasal dari Wales dan beroperasi di sisi kiri.

Davies pun menanggapi hal tersebut dengan menyatakan, “Banyak orang yang membandingkanku dengan Gareth Bale, tapi kita memiliki tipe permainan yang berbeda. Dia adalah seseorang yang patut ditiru, seorang superstar!”

Davies pun mengatakan bahwa ketika Spurs meminatinya, ia langsung menghubungi Bale dan menanyakan tentang klub London Utara tersebut. Bale pun banyak bercerita tentang hal-hal bagus mengenai Spurs yang berhasil meyakinkan Davies untuk memilih klub asuhan Pochettino tersebut.

Namun nyatanya, awal karir Davies di Spurs tak berjalan mulus, Davies hanya dijadikan opsi kedua oleh Pochettino, pelatih asal Argentina ini lebih mempercayakan sisi kiri kepada Danny Rose. Hingga saat ini pun, Davies baru mengecap dua kali penampilan di Liga Inggris.

Namun Davies tak sepatutnya risau, karena awal karir Bale di Spurs pun tidak begitu baik. Saat mengawali kiprahnya di White Hart Lane, Bale dicap sebagai pemain pembawa sial oleh para pendukung Spurs. Merujuk pada hasil buruk yang didapat Spurs saat Bale bermain. Di musim pertamanya bersama Spurs, Bale bermain sebanyak delapan kali, dan Spurs pun mencatatkan empat kali imbang dan empat kali kalah.

Butuh satu musim bagi Bale untuk bisa beradaptasi di White Hart Lane, sejak musim 2008/2009, Bale pun mulai dipercaya sebagai pilhan utama sisi kiri pertahanan Spurs. Seiring berjalannya waktu, posisi Bale pun mulai berubah terlebih pada musim 2010/2011, kala ia harus bersaing dengan Assou-Ekotto untuk mengisi posisi bek kiri. Harry Redknapp yang kala itu melatih Spurs, mengakali bentroknya posisi Assou-Ekotto dan Bale tersebut dengan mengubah posisi Bale menjadi seorang pemain sayap.

Saat menjadi sayap, karir Bale mencapai puncaknya, membuat klub raksasa Real Madrid rela membayarnya dengan harga yang begitu mahal. Bahkan transfer Bale dari Tottenham ke Real Madrid menjadi transfer termahal di dunia hingga saat ini.

Melihat karir Bale yang begitu berliku, harusnya dapat dijadikan sebuah pelajaran bagi Ben Davies. Meskipun ia bukanlah pilihan utama Pochettino, ia harus tetap berusaha untuk dapat mengambil alih pos kiri pertahanan Tottenham dari Danny Rose. Ia pun dituntut harus cepat beradaptasi dengan pola permainan Pochettino.

Atau bila memungkinkan, Pochettino bisa mengubah posisi Davies menjadi seorang sayap kiri seperti yang Redknapp lakukan dahulu kepada Bale.

Namun biarkan waktu yang menjawab semua gembar-gembor media ini, apakah Davies akan menjadi salah satu pemain kidal yang mematikan di dunia seperti Gareth Bale, atau Davies akan menjadi Davies yang biasa-biasa saja : bek kiri yang terus menerus bertugas untuk bertahan.

Komentar