Thorgan Hazard Tak Kalah Hebat dari Sang Kakak, Eden Hazard

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Thorgan Hazard Tak Kalah Hebat dari Sang Kakak, Eden Hazard

Andreas Kötter, jurnalis Bundesliga, tampaknya lupa melakukan riset sebelum mewawancarai Thorgan Hazard, pemain Chelsea FC yang tengah menjalani masa peminjaman di Borussia Mönchengladbach. Kötter yang menjalankan tugas untuk bundesliga.com masih saja membahas ucapan Eden Hazard, sang kakak.

Sang adik, menurut Eden, adalah sosok yang lebih baik di antara keduanya. “Kakak Anda, Eden, pemain bintang Chelsea, dikabarkan telah mengatakan bahwa Anda lebih baik darinya,” ujar Kötter meminta keterangan dari Thorgan.

Namun hal ini cukup bertentangan dengan komentar Eden pada sebuah wawancara. Dalam sebuah kesempatan, ketika ditanya mengenai posisinya sendiri di daftar pemain terbaik dunia, Eden mengatakan bahwa ada lima pemain yang lebih baik darinya. Kelima pemain tersebut adalah duo alien (Eden mengatakan demikian) Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi plus Zlatan Ibrahimovi?, Franck Ribéry, dan Arjen Robben.

Bahkan pada lain kesempatan, Eden mengatakan bahwa pemain terbaik di keluarganya adalah Carine Hazard, sang ibu yang juga seorang pesepakbola. Bukan sang ayah Thierry Hazard, bukan Thorgan Hazard, bukan Kylian Hazard (19 tahun), apalagi Ethan Hazard (11 tahun). Adalah sang ibu, yang meninggalkan dunia sepakbola profesional sejak mengandung Eden, yang pantas mendapatkan status pemain terbaik di keluarga Hazard yang memang kesemuanya merupakan pemain sepakbola.

Thorgan tak mempermasalahkan detil kecil tersebut. Ia tetap menanggapi Kötter dan segala kealpaannya dengan wajar. “Dalam pandangan saya Eden adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Akan luar biasa rasanya menjadi lebih baik darinya, namun perjalanan ke sana masih sangat panjang,” ujarnya merendah.

Masih panjang, memang. Namun tak berarti bahwa Thorgan tak akan pernah sampai ke sana. Bisa jadi ramalan Eden terbukti benar nantinya. Alasan di balik itu sederhana. Thorgan memiliki sifat legowo dan mau bekerja keras. Ia sadar bahwa tak ada sukses yang diraih dalam semalam.

“Saya bergabung dengan Chelsea dari sebuah tim dari divisi kedua di Perancis ketika saya berusia 18 tahun, jadi saya sepenuhnya sadar bahwa saya tidak akan langsung bermain di sana,” jawab Thorgan ketika Kötter membeberkan fakta bahwa belum sekalipun Thorgan bermain untuk Chelsea sejak diboyong ke London dari Lens.

“Merekrut pemain muda bertalenta untuk kemudian meminjamkan mereka agar dapat berkembang adalah kebijakan Chelsea. Mereka melakukan hal yang sama dengan Romelu Lukaku, Kevin De Bruyne, dan Thibaut Courtois. Sehingga saya tidak mengharapkan sesuatu yang berbeda,” lanjut Thorgan menegaskan bahwa apa yang ia jalani adalah sebuah proses wajib yang wajar.

Thorgan memang kini tidak bekerja sama secara langsung dengan sosok jenius, José Mourinho. Tidak pula Thorgan berada di bawah kepemimpinan Francky Dury, manager yang memberinya kesempatan bermain sebanyak 7.589 menit sehingga ia mampu mencetak 21 gol dan 30 assist dalam dua musim; catatan terbaik sepanjang karirnya. Namun itu bukan masalah. Thorgan menikmati kehidupannya di Jerman, yang menurutnya lebih berat ketimbang Belgia (salah satu penyebabnya adalah karena di Jerman ia tidak bisa secara rutin menikmati kentang goreng kesukaannya). Ia puas terhadap perkembangan yang ia alami.

Bukti lain bahwa Thorgan tak kalah hebat dari Eden adalah ketika musim lalu Thorgan sempat sampai “memaksa” Mourinho terbang ke Belgia untuk melihatnya bermain di Zulte Waregem, klub divisi utama liga Belgia. Memang, ia belum berhasil membuat Mou melakukan hal serupa musim ini, terbang ke Jerman untuk menyaksikan perkembangannya. Namun jika perkembangan Thorgan berjalan lancar, impian Eden untuk bermain di satu tim yang sama dengan adiknya bisa menjadi kenyataan.

Komentar