Lutz Pfannenstiel: Pemain Sepakbola Enam Benua

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Lutz Pfannenstiel: Pemain Sepakbola Enam Benua

Kiper asal Jerman ini mungkin lebih cocok terlihat sebagai pegulat, musisi rock, atau porn star daripada sebagai seorang pesepakbola. Namun ia dikenal karena keunikannya, yaitu pemain profesional pertama dan satu-satunya yang pernah bermain di enam benua.

Pernah bermain untuk tim nasional Jerman U-17, karier Pfannenstiel dimulai dengan tidak impresif bersama klub lokal Bavaria, Bad Kotzting pada tahun 1990.

Tiga tahun kemudian pada saat usianya 20 tahun, ia menandatangani kontrak dengan Penang di Liga Malaysia, sebuah keputusan yang mengejutkan yang membuatnya terkenal sebagai pemain yang nomaden dalam dekade-dekade berikutnya.

Pada rentang waktu 20 tahun, Pfannenstiel telah bermain untuk 27 klub di 14 negara, di antaranya Orlando Pirates (Afrika), Dunedin Technical (Oseania), Calgary Mustang (Amerika Utara), dan Atletico Ibirama (Amerika Selatan) untuk melengkapi rekor enam benua FIFA-nya.

Pfannenstiel telah bermain di Albania, Armenia, Namibia, dan bahkan dipenjara karena dugaan pengaturan skor di Singapura. Dia juga dikejar-kejar oleh gangster Ukraina, yang kemudian membuatnya mengurungkan niat untuk mengungkapkan klub yang akan dibelanya di sana.

Pfannenstiel, yang juga berarti "panhandle" atau "gagang panci", memang tidak pernah bermain reguler di liga top Eropa. Setelah ia gantung sepatu, ia membuat sebuah klub sepakbola yang ia namai Global United FC yang bermain di pertandingan-pertandingan amal dengan tujuan, seperti yang tertulis di badge mereka, "fight global warming".

Sekarang Pfannenstiel adalah seorang scout untuk Hoffenheim. "Saya pikir tidak ada siapa pun yang akan memecahkan rekor saya ini karena tidak ada banyak orang yang segila saya", ujar Pfannenstiel.

Komentar