Spanyol Rebut Puncak Klasemen dalam 111 Detik

Berita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Spanyol Rebut Puncak Klasemen dalam 111 Detik

Posisi Spanyol di klasemen sementara Grup B Piala Dunia 2018 masih di bawah Portugal, setidaknya hingga menit ke-90 pertandingan melawan Maroko di matchday tiga. Pada laga yang digelar di Kaliningrad Stadium, Selasa (26/6) dini hari itu, hingga menit ke-90, Maroko berhasil mengungguli Spanyol dengan skor 2-1 berkat gol yang dicetak Khalid Boutaib (14`) dan Youssef En-Nesry (81’). Gol Spanyol sendiri dicetak Isco Alarcon pada menit ke-19.

Maroko di ambang kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2018. Namun semuanya berubah dalam 111 detik saja.

Pada masa tambahan waktu, tepatnya 9 detik lepas dari menit ke-90, penyerang Spanyol, Iago Aspas, menerima umpan matang dari Dani Carvajal di sisi kanan. Aspas kemudian mengonversi umpan tersebut menjadi gol lewat sebuah sontekan tumit.

Akan tetapi wasit yang memimpin pertandingan, Rashvan Irmatov, menganulir gol Aspas seraya naiknya bendera asisten wasit—pertanda Aspas berada dalam posisi offside. Sergio Ramos menghampiri Irmatov dan meminta sang wasit meninjau ulang keputusan yang ia ambil, dengan mengeceknya lewat VAR. Irmatov menyetujuinya.

Setelah berkordinasi dengan tim VAR yang berada di Moskwa, didapat kesimpulan bahwa posisi Aspas sebenarnya tidak offiside. Posisi Aspas masih sejajar dengan Mbark Boussofa saat Carvajal melepaskan umpan.

Alhasil Irmatov pun mengoreksi keputusannya: kedua tangannya digerakkan membentuk simbol persegi panjang di udara lalu meniup peluit seraya menunjuk titik sepak mula. Gol Aspas disahkan tepat pada menit ke-92.

Kedudukan sama kuat 2-2 bertahan sampai akhir laga. Spanyol berhasil mengambil alih puncak klasemen dari Portugal yang bermain imbang melawan Iran di tempat lainnya. Semua terjadi dalam waktu 111 detik.

Usai pertandingan, tampak para pemain Maroko masih tidak puas dengan berubahnya keputusan wasit usai melakukan peninjauan lewat VAR. Di media sosial, beredar sebuah video yang menunjukkan kekesalan pemain sayap Maroko, Nordin Ambarat, atas penggunaan VAR.

Akan tetapi kepala pelatih Maroko, Herve Renard, tak ingin turut dalam luapan amarah terhadap VAR. Ia lebih menyoroti faktor kurangnya pengalaman sebagai penyebab hasil mengecewakan yang didapat tim berjuluk Singa Atlas tersebut.

“Kami sedikit kurang pengalaman dan seharusnya kami mendapat hasil lebih baik. Namun, kami telah menunjukkan bahwa kami dapat mengimbangi permainan dua tim terbaik: Portugal dan Spanyol,” ujarnya dikutip dari BBC.

Dengan hasil ini, Spanyol sebagai pemuncak klasemen Grup B akan menghadapi Rusia sebagai runner-up Grup A di babak 16 besar. Sementara Portugal akan menghadapi Uruguay sebagai pemuncak klasemen Grup A di babak 16 besar.

Komentar