Mengorbankan Banyak Hal Demi Menyaksikan Peru

Berita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Mengorbankan Banyak Hal Demi Menyaksikan Peru

Segala hal dilakukan suporter Tim Nasional Peru demi bisa mendukung Peru secara langsung di Piala Dunia 2018. Dari mulai rela tidak masuk kerja, menjual kendaraan, tidur di emperan, sampai makan biskuit setiap hari supaya bisa terus berhemat.

“Beberapa pendukung datang ke sini dengan hanya membawa bujet 1.000 euro (sekitar 16 juta rupiah),” sebut seorang pendukung Peru asal Lima, Guillermo Espinoza, kepada The Guardian. “Mereka makan biskuit setiap hari untuk bertahan hidup. Mereka juga tidur di emperan dan rela menempuh perjalanan selama 32 jam ke Ekatarinburg untuk bisa menyaksikan pertandingan.”

Antusiasme besar yang ditunjukkan oleh suporter Peru sangatlah wajar. Mengingat Rusia 2018 ini merupakan Piala Dunia yang pertama bagi Peru setelah terakhir kali berpartisipasi pada 1982. Pendukung Peru ada yang sampai rela menjual barang berharga yang dimilikinya, karena tak ingin melewatkan momen yang sangat berharga ini.

“Bertahun-tahun kami menelan derita karena tak lolos Piala Dunia. Itu sebabnya sekarang, setelah 36 tahun, kami sangat antusias menyambut pencapaian ini [lolos Piala Dunia]. Aku menjual mobilku untuk bisa berada di sini [Rusia]. Aku punya Mustang GT dan aku menjualnya karena ini bisa jadi pengalaman sekali seumur hidup,” papar seorang pendukung Peru yang lain, Angel Carranea.

FIFA mengungkapkan bahwa sebanyak 43.583 lembar tiket telah ludes diborong oleh pendukung Peru. Catatan ini membuat mereka menjadi suporter terbanyak kedelapan di ajang Piala Dunia 2018. Namun menurut Espinoza, jumlah keseluruhan pendukung Peru yang ada di Rusia jauh lebih banyak dari total tiket yang terjual.

“Aku pikir sekitar 80.000 pendukung Peru ada di sini [Rusia]. Karena banyak juga orang-orang Peru yang tidak memiliki paspor Peru. Mereka biasanya datang dari negara-negara Eropa lain, yang telah lama tinggal di sana sebagai imigran. Karena banyak sekali penduduk Peru yang bermigrasi ke Eropa pada dekade 1980-an dan awal 1990-an akibat krisis ekonomi dan terorisme yang terjadi di Peru,” jelasnya.

Tim Nasional Peru sendiri sudah menjalani laga perdana mereka di Piala Dunia 2018 dengan menghadapi Denmark di Morodvia Arena, Saransk, pada Sabtu (16/6). Di pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Peru menyerah dari Denmark dengan skor 0-1. Gol Denmark dicetak oleh Yussuf Poulsen pada menit ke-59.

Baca juga kisah suporter lainnya: Mereka yang Away Days Sendirian

Komentar