Persaingan di Serie A Masih Ketat

Berita

by Rio Pangestu

Rio Pangestu

Pembaca yang menulis.

Persaingan di Serie A Masih Ketat

Sementara Inggris, Belanda, Spanyol, Jerman, dan Prancis sudah menelurkan juara liga mereka masing-masing sebelum musim berakhir, persaingan di Serie A masih begitu sengit sampai saat ini. Utamanya, persaingan antara Juventus dan SSC Napoli.

Juventus, yang menjadi pemuncak klasemen sementara Serie A, baru saja gagal meraih kemenangan ketika mereka bertandang ke Stadio Ezio Scida yang merupakan markas kesebelasan Crotone, Kamis (19/8) dini hari WIB. Setelah sempat unggul di menit ke-16 melalui gol yang dijaringkan Alex Sandro, Juventus terpaksa bermain imbang setelah tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Simeon Tochukwu Nwankwo yang dicetak pada menit ke-65. Skor sama kuat 1-1 berakhir hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan.

Cukup mengejutkan ketika Juventus hanya mampu meraih hasil imbang melawan Crotone. Crotone saat ini merupakan kesebelasan yang menghuni peringkat ke-18 klasemen sementara. Di pertandingan tandang sebelumnya, ketika Juventus bertanding melawan Benevento yang juga merupakan tim peringkat bawah, Juve berhasil menang 4-2.

Selain itu, catatan laga tandang Juventus di musim ini sebenarnya juga sangat bagus. Sampai pekan ke-33 Serie A saat ini, Juve hanya baru menelan sekali kekalahan di laga tandang ketika bertamu ke markas Sampdoria pada November 2017 lalu. Bahkan di sepuluh laga tandang terakhir mereka, Juventus berhasil mencatatkan sembilan kali kemenangan dan sekali seri.

Dengan hanya berhasil mencuri satu poin dari markas Crotone, maka Juventus gagal memperlebar jarak mereka dengan SSC Napoli yang berada di peringkat kedua klasemen sementara. Sebaliknya, Napoli berhasil memperpendek jarak mereka dengan Juventus, karena di hari yang sama, Napoli berhasil meraih kemenangan atas Udinese saat menjamu mereka di Stadio San Paolo. Napoli menang dengan skor 4-2.

Kemenangan tersebut tidaklah diraih dengan mudah oleh Napoli. Mereka sempat dua kali tertinggal lebih dulu dari Udinese. Baru pada menit ke-72, lewat gol yang dijaringkan Arkadiusz Milik, Napoli berhasil mengungguli Udinese dengan skor 3-2. Sebelum akhirnya menambah keunggulan di menit ke-75 lewat gol Lorenzo Tonelli.

Dengan hasil pertandingan kemarin, jarak antara Juventus dan Napoli kini hanya berselisih empat poin. Sebelumnya, selisih jarak di antara mereka adalah enam poin.

Tentunya jarak yang semakin menipis ini, akan membuat pertandingan antara keduanya yang akan dihelat di Allianz Stadium pada Senin (23/4) dini hari WIB, semakin menarik. Bermain di kandang sendiri tentunya akan menambah suntikan motivasi bagi Juventus guna meraih kemenangan dan kembali memperlebar jarak dengan saingan terdekatnya. Ditambah lagi, Juventus diuntungkan dengan catatan baik mereka ketika bertanding melawan Napoli di putaran pertama lalu, di mana Juventus berhasil menang di kandang Napoli dengan skor 0-1.

Mereka pun tampaknya ingin segera melupakan hasil mengecewakan saat melawan Crotone dan langsung mempersiapkan diri untuk pertandingan penting melawan Napoli. “Sekarang kami fokus pada pertandingan melawan Napoli, yang mana akan menjadi pertandingan hebat antara dua tim yang sedang berjuang untuk selalu menang. Dan kami pun tentu sangat menginginkannya,” ungkap winger Juventus, Douglas Costa, dilansir dari laman resmi klub.

Tapi di sisi lain, Napoli pun juga sedang dalam kondisi bagus berkat hasil positif yang baru mereka raih dari Udinese. Karena saat bertanding melawan Udinese, Napoli tidak sekedar berhasil memenangkan pertandingan, tapi proses mereka meraih kemenangan dengan membalikkan keadaan setelah sebelumnya dua kali tertinggal, juga menunjukkan karakter mereka sebagai tim yang memiliki mental juara.

“Bagus sekali bisa membalikkan keadaan. Kami telah menunjukkan karakter dan membuahkan hasil, kami meraih kemenangan,” ujar pemain belakang Napoli, Lorenzo Tonelli usai pertandingan.

Dan satu hal yang pasti, Napoli tentu ingin membalas kekalahan yang diderita mereka pada putaran pertama lalu dari Juventus. Semangat pantang menyerah Napoli akan menjadi sinyal bahaya bagi Juventus walau tampil di hadapan publik sendiri.

Persaingan di Zona Liga Champions

Sementara itu, persaingan sengit juga terjadi antara AS Roma, Lazio, dan Inter Milan yang masing-masing menghuni peringkat ketiga, keempat, dan kelima, klasemen sementara Serie A. AS Roma sebagai kesebelasan yang duduk di peringkat ketiga, sudah tidak mungkin lagi dapat mengejar Napoli di peringkat kedua, mengingat jarak poin di antara mereka yang terbentang jauh dengan selisih 17 poin. Sementara baik Roma, Lazio, atau Inter, masing-masing hanya memiliki sisa lima pertandingan lagi sebelum musim berakhir.

Oleh karena itu, satu-satunya yang realistis bagi ketiga kesebelasan tersebut adalah sebisa mungkin memaksimalkan lima pertandingan terakhir agar dapat memastikan lolos ke Liga Champions musim depan. Jika salah satu dari mereka terpeleset di lima pertandingan sisa tersebut, maka mereka akan terancam gagal lolos ke Liga champions.

Hal ini dikarenakan jarak poin di antara mereka begitu ketat. AS Roma punya perolehan poin yang sama dengan Lazio di peringkat keempat, dengan mengumpulkan 64 poin. Keduanya hanya berbeda selisih gol; AS Roma punya selisih kebobolan yang lebih sedikit dari rival sekotanya itu.

Di pertandingan terakhir mereka, Rabu (18/4), AS Roma dan Lazio sama-sama mendulang kemenangan. Roma berhasil menang dari Genoa dengan skor 2-1; Lazio menang dari Fiorentina dengan skor 4-3.

Sementara itu, Inter Milan di peringkat kelima juga konsisten mengincar peluang agar dapat naik peringkat dan lolos ke Liga Champions musim depan. Di laga terakhir mereka saat menjamu Cagliari di Giuseppe Meazza, Inter berhasil menang telak 4-0. Kini Inter Milan hanya berselisih satu poin dari Lazio dan Roma di peringkat keempat dan ketiga.

Komentar