Persaingan Pemain di Sayap Juventus Makin Ketat Setelah Kedatangan Bernardeschi

Berita

by Abelio Pramayoga

Abelio Pramayoga

True football fans and an introvert writer. #RESPECT

Persaingan Pemain di Sayap Juventus Makin Ketat Setelah Kedatangan Bernardeschi

Juventus terus memburu pemain baru demi meningkatkan kualitas tim dalam menyambut musim 2017/2018. Kali ini, mereka mendatangkan talenta muda Fiorentina, Federico Bernardeschi. Didapat dengan harga 40 juta euro, Bernardeschi diikat kontrak selama selama lima tahun. Dikenal memiliki gaya bermain yang elegan, pemain berusia 22 tahun itu mendapat julukan Brunelleschi, yang merupakan nama belakang dari arsitek terkenal Italia, Filippo Brunellleschi.

Bernardeschi merupakan produk binaan Fiorentina sejak 2003. Ia menimba ilmu di sana selama 10 tahun. Setelah ia dinyatakan siap bermain di tim senior, Berna, panggilan akrabnya, dipinjamkan lebih dulu ke Crotone yang saat itu bermain di Serie B. Ia mencetak 12 gol dari 39 penampilannya.

Fiorentina kemudian mengembalikannya di musim berikutnya, dan mulai mendapat kepercayaan oleh Vincenzo Montella. Akan tetapi cedera yang dialaminya membuatnya hanya tampil 10 kali bersama Fiorentina di musim pertamanya. Di musim berikutnya, Berna kembali dengan mengenakan nomor 10; nomor yang sebelumnya digunakan Alberto Aquilani (hijrah ke Sporting CP).

Dilansir Squawka, ia merupakan pencetak gol yang cukup andal musim lalu dengan 11 gol namun ia masih kalah dengan Borja Valero yang menjadi pencetak gol terbanyak dengan 15 gol. Ia juga memiliki akurasi tembakan sebesar 62% dan hanya kalah dari Borja Valero dengan 63%. Hanya saja, Berna memiliki rekor kedisiplinan yang kurang baik dengan mengantongi lima kartu kuning dan satu kartu merah.

Bernardeschi biasanya bermain di sayap kanan. Meski merupakan seorang winger, namun Berna juga seringkali bermain sebagai wing-back. Hal itu bisa menjadi modal bagus baginya karena persaingan di Juventus pada posisi sayap cukup sengit dengan kualitas rekan-rekan setimnya yang bisa dibilang satu level.

Berna harus bersaing dengan Marko Pjaca, Douglas Costa dan Juan Cuadrado, serta Mario Mandzukic yang juga sering ditempatkan di sayap. Tapi dari para pemain tersebut, Douglas Costa menjadi pesaing kuatnya. Douglas Costa tak bisa dianggap remeh karena ia pemain yang kaya pengalaman. Ia sudah meraih sukses sejak masih berseragam Shakhtar Donetsk dan sempat memperkuat Bayern Munchen. Dengan pengalamannya tersebut, Costa kemungkinan besar dipilih sebagai starter.

Cuadrado juga merupakan pemain yang cukup berpengalaman. Dibuang oleh Chelsea, Cuadrado menunjukkan potensi terbaiknya bersama Juventus. Ia menjadi salah satu pemain kunci keberhasilan Juventus menembus final Liga Champions musim lalu. Pelapis lainnya, Marko Pjaca juga tak boleh diremehkan meski ia lebih sering berkutat dengan cedera. Sementara itu Mandzukic juga cukup bisa diandalkan untuk pos sayap kiri sebagai wide target man.

Tentunya pekerjaan Berna takkan mudah untuk mendapat kesempatan bermain. Namun, ia mengaku siap bersaing merebut tempat utama di Juventus. Kualitasnya pun turut dipuji Juve dengan menyebut pemain berusia 22 tahun itu sebagai penyerang menjanjikan di masa depan.

"Perasaan saya campur aduk. Saya ingin berterima kasih kepada semuanya, ketika saya tiba di sini ada banyak orang yang menyambut saya dan itu membuat saya merasakan hasrat mereka. Saya ingin bisa segera bermain untuk Juve dan [Massimiliano] Allegri," ujar Bernardeschi seperti dikutip Football Italia.

"Kami akan memulai era baru di Turin dan Bernardeschi akan menjadi bagian penting dari era tersebut," jelas Juve dilansir situs resmi juventus.com

Selain Bernardeschi, Juve juga telah merekrut Wojciech Szczesny, Douglas Costa, Mattia De Sciglio dan Rodrigo Bentancur. Selain itu, Si Nyonya Tua juga telah mempermanenkan Juan Cuadrado dan Medhi Benatia yang musim lalu berstatus sebagai pemain pinjaman. Dengan rekrutan anyar ini, bukan tidak mungkin scudetto ketujuh berturut-turut bisa dicapai.

Komentar