Kami Bersamamu, Bradley

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kami Bersamamu, Bradley

Sepakbola bukan hanya soal pertarungan dua kesebelasan di lapangan dalam 90 menit. Tapi juga tentang sebuah sikap mengenai sportifitas dan memberi bantuan kepada satu sama lain.

Prinsip di atas tampaknya dipraktikkan dengan baik oleh salah satu kesebelasan Liga Primer, Everton FC. Pasalnya, meski tak memiliki hubungan khusus dengan Bradley Lowery, pendukung Sunderland, yang terkena kanker, Everton tak segan mengirimkan bantuan berupa dana untuk pengobatan yang bersangkutan.

Bradley Lowery sendiri adalah salah satu pendukung kesebelasan Inggris, Sunderland, yang divonis menderita neuroblastoma atau jenis kanker langka yang berkembang di sel-sel syaraf anak-anak. Atas kanker ini ia pun diharuskan untuk melakukan terapi di Amerika Serikat yang diperkirakan menghabiskan biaya sebesar 700 ribu paun.

Karena merasa tak cukup punya uang sebanyak itu, ayah Bradley, Carl, membuat penggalangan dana untuk anaknya. Merasa iba dengan musibah yang menimpa salah satu pendukungnya tersebut, pihak manajemen Sunderland pun mengajak Bradley untuk tampil sebagai maskot tim dalam pekan keempat Liga Primer.

Bradley pada akhirnya datang laga yang mempertemukan Sunderland dengan Everton tersebut. Dengan status sebagai maskot, ia berhak bergandengan tangan dengan kapten Sunderland, Jermain Defoe.

Keberanian Bradley untuk ikut masuk ke lapangan nyatanya mengundang perhatian dari seluruh pendukung Sunderland yang hadir di Stadium of Light. Mereka pun mengibarkan spanduk bertuliskan “Kami Bersamamu, Bradley”.

Manajemen Everton yang mengetahui sikap baik yang diusung oleh lawan mereka pada akhirnya ikut merasa iba atas kejadian yang diterima oleh Bradley. Beberapa saat usai pertandingan, manajemen Everton mengumumkan bahwa mereka sepakat membantu Bradley dengan memberikan sumbangan dana sebesar 200 ribu paun.

“Kami berharap yang terbaik untuk Bradley. Atas kejadian yang menimpanya, dia mendapatkan semua cinta dan dukungan dari Evertonian,” cuit Everton yang dilansir dari twitter resmi-nya.

“Kami juga akan mengundang Bradley dan keluarganya untuk datang di Goodison Park. Selain itu, beberapa kaus pemain yang tampil di pertandingan ini akan ditandatangani untuk kemudian dilelang di rumah pelelangan. Hasil dari pelelangan tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu penggalangan dana.”

Everton sendiri dikenal sebagai kesebelasan yang tak mengenal batas dalam memberikan bantuan. Tidak hanya klub, para pemain The Toffees juga dikenal memiliki empati yang begitu besar terhadap sesama. Yang paling dikenang tentu saja adalah sikap eks pemain Everton, Steven Naismith, yang memberikan makan malam secara cuma-cuma kepada 500 tunawisma.

Apa yang dilakukan Everton tentu saja begitu menarik. Apa yang mereka lakukan pun tidak hanya mengubah pandangan terhadap kehidupan dunia yang dikenal glamor, tapi juga menunjukkan bahwa mereka merefleksikan tugas semua elemen dalam sepakbola sebagai agen perubahan sosial dengan begitu baik.

Komentar